Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Post Holiday Blues, Pakar Unesa Ungkap Cara Kembalikan Motivasi Kerja dan Belajar

Kompas.com, 23 Maret 2026, 14:33 WIB
Melvina Tionardus,
Mahar Prastiwi

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Libur perayaan Idul Fitri pada 2026 sesuai jadwal cuti bersama nasional akan berakhir pada hari Selasa, 24 Maret besok.

Sebagian besar kantor dan perguruan tinggi akan kembali beroperasi pada Rabu, 25 Maret sehingga pekerja dan mahasiswa pun kembali ke rutinitas.

Seperti biasanya, momen libur seringkali membuat kita tidak ingin cepat-cepat "berpisah". Alhasil ketika kembali ke rutinitas reguler sehari-hari kerap merasa masih belum memiliki motivasi.

Pakar Psikologi Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Meita Santi Budiani membahas tentang fenomena post-holiday blues atau perasaan lesu, hilangnya semangat, atau kesulitan fokus setelah libur.

Baca juga: Dosen Unesa Bagikan Tips Jaga Pola Makan Sehat Pasca Ramadhan

Strategi transisi yang terukur

Ia menekankan pentingnya strategi transisi yang terukur dengan langkah pertama adalah kilas balik ke capaian akademik sebelum libur.

Mahasiswa bisa melihat kembali target yang sudah tercapai maupun yang masih tertunda untuk menentukan prioritas baru yang akan datang.

“Penting untuk mengidentifikasi poin mana yang perlu dikejar dalam waktu dekat. Refleksi ini memberikan batasan yang jelas agar kita memiliki kompas untuk kembali fokus pada tujuan,” jelas Meita, dikutip dari situs Unesa, Senin (23/3/2026).

Langkah berikutnya ialah mengaktifkan kembali motivasi dalam diri.

Mahasiswa dapat menelaah kembali alasan di balik setiap target akademik, terutama yang terkait dengan kesiapan pascakampus.

Sementara di dunia kerja, pekerja dituntut akan kemampuan untuk bersaing dengan banyak individu dalam hal prestasi.

Baca juga: Cerita Annas Jadi Lulusan Terbaik S2 Unesa, IPK 4,00 dan Punya 142 Hak Kekayaan Intelektual

“Keunggulan kompetitif tidak hanya lahir dari nilai akademik, tetapi juga dari pengembangan soft skill dan keaktifan berorganisasi. Masa transisi ini adalah momentum tepat untuk kembali memacu potensi diri agar siap menghadapi kompetitor di masa depan,” ujar Meita.

Ilustrasi mahasiswa. Freepik/drobotdean Ilustrasi mahasiswa.

Atasi fokus dengan metode pomodoro

Self awareness atau kesadaran diri dapat menjadi kunci dalam mengatasi kemalasan pada masa sehabis libur.

Dengan memahami ritme kerja dan kondisi emosi masing-masing, seseorang akan lebih mudah menentukan waktu serta cara berkegiatan yang efektif. Termasuk belajar, bekerja, dan istirahat secara proporsional.

Apabila fokus belum stabil, Meita menyarankan menerapkan metode Pomodoro. Metode ini dapat dilakukan dengan fokus mengerjakan tugas selama 25 menit, lalu istirahat singkat selama 5 menit, secara berulang.

“Metode ini membantu kita tetap produktif tanpa merasa terbebani secara mental. Kita bisa mulai bekerja secara bertahap meskipun mood belajar belum sepenuhnya kembali normal,” jelasnya.

Baca juga: Mudik Jadi Sarana Recharge Energi dan Penguat Motivasi bagi Perantau, Ini Penjelasan Dosen Unesa

Lewat langkah-langkah di atas diharapkan energi positif dapat terpupuk lagi.

Transisi yang tertata dapat membentuk mentalitas yang tangguh.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau