Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com, 30 Januari 2023, 16:06 WIB
Nabilla Tashandra

Editor

MEDAN, KOMPAS.com - Berpelesir ke Medan, belum lengkap jika tidak menyantap durian.

Belum lama ini, saya bersama tim Merapah Trans Sumatra 2022 Kompas.com sempat mampir ke sebuah tempat makan durian kekinian.

Baca juga: Cara Pilih Durian yang Masih Bagus dari Kulit dan Tangkai

Tempatnya lebih mirip kafe daripada warung-warung makan durian seperti yang banyak kita kenal.

Lokasinya ada di Jalan Iskandar Muda C-D No.75, Babura, Kecamatan Medan Baru, Medan, Sumatera Utara.

Tempat makan durian, Si Bolang Durian di Medan, Sumatera Utara.KOMPAS.com/NABILLA TASHANDRA Tempat makan durian, Si Bolang Durian di Medan, Sumatera Utara.

Jika datang pada petang atau malam hari, kita akan disambut lampu-lampu kuning bergantungan menghiasi kafe setibanya di sana.

Ada pula beberapa hiasan berukuran raksasa, seperti instalasi berbentuk mobil yang menggotong durian dan rumah kincir, membuat tempat ini makin tampak meriah.

Tempat makan durian, Si Bolang Durian di Medan, Sumatera Utara.KOMPAS.com/NABILLA TASHANDRA Tempat makan durian, Si Bolang Durian di Medan, Sumatera Utara.

Adapun kafe durian yang buka selama 24 jam ini memang ramai dikunjungi pada sore hingga malam hari.

"Yang makan durian kebanyakan dari sore. Jam 17.00 sampai 22.00. Paling lewat jam 23.00," ujar Leader Si Bolang Durian, Hendri, saat ditemui di lokasi, beberapa waktu lalu.

Baca juga: Musim Durian di Gunungkidul, Jangan Lupa Bawa Pulang untuk Oleh-oleh

Meski berkonsep kafe, namun Si Bolang Durian juga memiliki area terbuka yang memungkinkan pengunjung memilih sendiri durian yang akan dimakan atau dibeli, serta melihat langsung durian dibuka.

Sambil menyantap durian, pengunjung bisa menikmati sajian live musik atau berfoto dengan latar lampu-lampu meriah yang menghiasi kafe durian ini.


Mencicipi daging durian nan legit

Seorang pelanggan Si Bolang Durian Medan tengah mengambil durian untuk disantap.KOMPAS.com/FIKRIA HIDAYAT Seorang pelanggan Si Bolang Durian Medan tengah mengambil durian untuk disantap.

Ketika kami berkunjung sekitar akhir tahun 2022, selain durian lokal, Si Bolang Durian juga menyediakan durian musang king.

"Musang king dagingnya lebih kuning, bijinya kecil, daging lebih tebal, rasanya pahit-manis. Lebih nendang," kata Hendri.

Baca juga: Wisata Durian Lampung, Bisa Santap Durian Sepuasnya

Saat itu, durian lokal yang disajikan berasal dari Sidikalang, dengan rasa pahit manis yang kuat.

Dagingnya begitu legit dan tebal ketika disantap. Rekan saya sampai nyaris menghabiskan satu butir sendiri.

Jika ingin suasana yang lebih santai, datang sedikit lebih awal dan pada akhir pekan relatif lebih santai.

"Sabtu dan Minggu malah agak kurang (pengunjung). Hari Kamis, Rabu, kami malah lebih banyak (pengunjung). Kalau mau lengang hari Senin," tutur Hendri.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau