Editor
MEDAN, KOMPAS.com - Berpelesir ke Medan, belum lengkap jika tidak menyantap durian.
Belum lama ini, saya bersama tim Merapah Trans Sumatra 2022 Kompas.com sempat mampir ke sebuah tempat makan durian kekinian.
Baca juga: Cara Pilih Durian yang Masih Bagus dari Kulit dan Tangkai
Tempatnya lebih mirip kafe daripada warung-warung makan durian seperti yang banyak kita kenal.
Lokasinya ada di Jalan Iskandar Muda C-D No.75, Babura, Kecamatan Medan Baru, Medan, Sumatera Utara.
Tempat makan durian, Si Bolang Durian di Medan, Sumatera Utara.Jika datang pada petang atau malam hari, kita akan disambut lampu-lampu kuning bergantungan menghiasi kafe setibanya di sana.
Ada pula beberapa hiasan berukuran raksasa, seperti instalasi berbentuk mobil yang menggotong durian dan rumah kincir, membuat tempat ini makin tampak meriah.
Tempat makan durian, Si Bolang Durian di Medan, Sumatera Utara.Adapun kafe durian yang buka selama 24 jam ini memang ramai dikunjungi pada sore hingga malam hari.
"Yang makan durian kebanyakan dari sore. Jam 17.00 sampai 22.00. Paling lewat jam 23.00," ujar Leader Si Bolang Durian, Hendri, saat ditemui di lokasi, beberapa waktu lalu.
Baca juga: Musim Durian di Gunungkidul, Jangan Lupa Bawa Pulang untuk Oleh-oleh
Meski berkonsep kafe, namun Si Bolang Durian juga memiliki area terbuka yang memungkinkan pengunjung memilih sendiri durian yang akan dimakan atau dibeli, serta melihat langsung durian dibuka.
Sambil menyantap durian, pengunjung bisa menikmati sajian live musik atau berfoto dengan latar lampu-lampu meriah yang menghiasi kafe durian ini.
Seorang pelanggan Si Bolang Durian Medan tengah mengambil durian untuk disantap.Ketika kami berkunjung sekitar akhir tahun 2022, selain durian lokal, Si Bolang Durian juga menyediakan durian musang king.
"Musang king dagingnya lebih kuning, bijinya kecil, daging lebih tebal, rasanya pahit-manis. Lebih nendang," kata Hendri.
Baca juga: Wisata Durian Lampung, Bisa Santap Durian Sepuasnya
Saat itu, durian lokal yang disajikan berasal dari Sidikalang, dengan rasa pahit manis yang kuat.
Dagingnya begitu legit dan tebal ketika disantap. Rekan saya sampai nyaris menghabiskan satu butir sendiri.
Jika ingin suasana yang lebih santai, datang sedikit lebih awal dan pada akhir pekan relatif lebih santai.
"Sabtu dan Minggu malah agak kurang (pengunjung). Hari Kamis, Rabu, kami malah lebih banyak (pengunjung). Kalau mau lengang hari Senin," tutur Hendri.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang