Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Manggis Jadi Buah Terbaik di Asia Tenggara, Kalahkan Durian Musang King

Kompas.com, 24 Februari 2026, 10:58 WIB
Krisda Tiofani,
Ayunda Pininta Kasih

Tim Redaksi

Sumber TasteAtlas

KOMPAS.com - Asia Tenggara dikenal sebagai salah satu pusat keanekaragaman hayati tropis terbesar di dunia, sekaligus lumbung buah tropis yang memasok pasar global.

Pada Sabtu (21/2/2026), ensiklopedia kuliner global TasteAtlas kembali memperbarui daftar buah-buahan terbaik di Asia Tenggara.

Daftar ini mencakup 25 buah dari Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand, Filipina, hingga Vietnam.

Manggis dari Indonesia menempati peringkat pertama dengan rating 4,3 dari 5. Ratu buah ini berhasil mengalahkan pisang mas, rambutan, buah naga, kelapa, sampai mangga.

Baca juga: 9 Fakta Menarik Seputar Manggis, Buah Tropis Asli Indonesia

TasteAtlas menggambarkan manggis sebagai buah tropis yang manis dan memiliki keras berwarna ungu, sementara buahnya terasa lembut dan manis dimakan.

Kelezatan buah manggis tidak hanya bisa dirasakan di Indonesia, tapi juga bisa ditemukan di seluruh negara Asia Tenggara, bahkan dunia. 

Selain nikmat disantap langsung, manggis juga dapat dijadikan campuran bahan untuk membuat es krim, puding, maupun smoothie.

Selengkapnya, simak daftar buah-buahan terbaik di Asia Tenggara pada 2026 versi TasteAtlas berikut ini.

Baca juga: 10 Manfaat Makan Manggis, Bisa Turunkan Berat Badan

Buah terbaik di Asia Tenggara

Dari 25 buah terbaik di Asia Tenggara, empat di antaranya berasal dari Indonesia, yakni manggis, pisang mas, pisang raja, dan jeruk kintamani.

Sebenarnya, masih ada beberapa buah asal Indonesia lainnya yang juga masuk daftar ini, tetapi tertulis sebagai buah asal negara lain.

Seperti rambutan dan pulasan yang tertulis berasal dari Singapura, padahal tumbuh banyak di Indonesia juga Malaysia.

Baca juga: 5 Cara Olah Kulit Manggis Jadi Minuman Sehat

Asal negara buah-buahan ini juga menjadi sorotan. Dari sekian banyak negara di Asia Tenggara, Vietnam menjadi negara penyumbah buah terbaik paling banyak dalam daftar ini.

Terdapat tujuh buah asal Vietnam yang dinobatkan sebagai buah terbaik di Asia Tenggara. Tak heran, selama ini Vietnam memang dikenal sebagai produsen dan eksportir buah-buahan tropis utama di dunia.

Untuk diketahui, peringkat buah-buahan terbaik di Asia Tenggara didasarkan pada penilaian pengguna TasteAtlas. Dari 827 penilaian yang diberikan pengguna, 666 di antaranya dianggap sah.

"Peringkat TasteAtlas tidak boleh dianggap sebagai kesimpulan global akhir tentang makanan. Tujuannya adalah untuk mempromosikan makanan lokal yang unggul, menanamkan kebanggaan pada hidangan tradisional, dan membangkitkan rasa ingin tahu tentang hidangan yang belum pernah Anda coba," demikian pernyataan TasteAtlas.

Baca juga: Alasan Manggis Disebut Ratu Buah Tropis


1. Manggis (Indonesia)

2. Pisang mas (Indonesia, Malaysia)

3. Calamansi (Filipina)

4. Rambutan (Singapura, Malaysia)

5. Pisang latundan (Filipina)

6. Ben tre coconut (Vietnam)

7. Buah naga Phan Thiet (Vietnam)

8. Pisang raja (Indonesia)

9. Buah naga Binh Thuan (Vietnam)

10. Mangga Hoa Loc (Vietnam)

11. Jambu bol (Vietnam)

12. Palasan (Singapura)

13. Jeruk nipis Makrut (Asia Tenggara)

14. Durian musang king (Malaysia)

15. Kapiak atau kacang sukun (Papua Nugini)


16. Sukun (Papua Nugini)

17. Apel beludru (Filipina)

18. Chalta atau apel gajah (Vietnam, India)

19. Lo Ren-Vinh Kim Star Apple (Vietnam)

20. Durian cai mon (Vietnam)

21. Namanam (Malaysia)

22. Wampee (Vietnam)

23. Blue java banana (Asia Tenggara)

24. Jeruk kintamani (Indonesia)

25. Anjali (Myanmar, Kamboja)

Baca juga: 5 Cara Olah Kulit Manggis Jadi Minuman Sehat

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau