Penulis
KOMPAS.com - Hama ulat bulu tengah menyerang beberapa wilayah Boyolali, Jawa Tengah, dalam beberapa waktu terakhir.
Awalnya, serangan ulat bulu dilaporkan pertama kali di wilayah Gereja Katolik Hati Tak Bernoda Santa Perawan Maria, Boyolali.
Ulat bulu di sekitar lingkungan gereja tersebut menyerang sebuah pohon beringin besar, dan sempat menganggu jalannya ibadah menjelang perayaan Paskah.
Beberapa hari kemudian, laporan lain pun berdatangan dari luar wilayah gereja.
Beberapa laporan serangan ulat bulu ini datang dari permukiman-permukiman warga.
Baca juga: Tanda Tanaman Cabai Diserang Ulat Grayak dan Cara Mengatasinya
Karena meresahkan jemaat, pihak gereja pun memanggil Pemadam Kebakaran (Damkar) Boyolali.
Akhirnya petugas Damkar datang ke gereja dan menyemprot pohon beringin menggunakan campuran khusus guna membersihkan ulat bulu yang menyerang daun.
Menurut pengurus gereja, dalam beberapa hari terakhir, pohon beringin itu memang dipenuhi ulat bulu. Saat terkena angin, ulat bulu terbawa angin dan jatuh ke halaman gereja dan membuat takut jemaat.
Penyemprotan dilakukan menggunakan air bertekanan tinggi yang dicampur deterjen serta obat pembasmi hama agar ulat dapat dibasmi secara maksimal.
“Obatnya dari toko pertanian, dicampur deterjen supaya bisa menempel lebih lama di daun,” ujar petugas Damkar Boyolali, Sri Wiyono, Senin (30/3/2026), dilansir dari Tribun.
Sebelum melakukan penanganan di Gereja Katolik Hati Tak Bernoda Santa Perawan Maria, petugas Damkar ternyata telah menerima permintaan evakuasi serupa dari lokasi lain.
Sri Wiyatno mengungkapkan, sehari sebelumnya pihaknya mendapat laporan adanya serangan ulat bulu yang masuk ke dalam rumah warga di Kecamatan Teras.
Menurutnya, kemunculan ulat bulu saat ini diduga sedang memasuki masa puncak perkembangan sebelum berubah menjadi kepompong.
“Ini memang kemungkinan musim puncak ulat berkembang sebelum menjadi kepompong,” ujarnya.
Sri Wiyatno menjelaskan, evakuasi dilakukan untuk mengantisipasi dampak yang ditimbulkan, terutama bagi masyarakat yang beraktivitas di lokasi terdampak.
“Ini dilakukan evakuasi agar nanti saat perayaan Paskah, jemaat tidak terganggu banyaknya ulat bulu. Karena ulat ini apabila tersentuh bisa menyebabkan gatal-gatal,” tuturnya.
Damkar Boyolali mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan segera melapor apabila menemukan kemunculan ulat bulu dalam jumlah banyak, terutama yang berpotensi mengganggu aktivitas.
Sebagian Artikel ini telah tayang di TribunSolo.com dengan judul Teror Ulat Bulu di Boyolali, Serang Rumah Warga, Picu Kekhawatiran Gatal-gatal.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang