Penulis
KOMPAS.com - Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memutuskan untuk tidak menaikkan tarif listrik PLN bulan April 2026.
Pemerintah juga memutuskan untuk tetap memberikan subsidi terhadap tarif listrik pelanggan rumah tangga bersubsidi.
Dengan demikian, tarif per kilowatt hour (kWh) token listrik April 2026 juga tetap. Di mana harga token listrik menyesuaikan nominal pembelian token listrik dengan tarif dasar.
Baca juga: Harga Token Listrik mulai 1 April 2026 untuk Pelanggan Rumah Tangga
Jumlah kWh token listrik yang dibeli akan dikonversikan dari nominal harga pembelian sesuai tarif dasar listrik yang berlaku.
Misalnya untuk membeli token listrik senilai 50.000 melalui PLN Mobile, pelanggan akan membayar Rp. 50.000 ditambah biaya layanan (bervariasi tergantung metode pembayaran).
Namun, jumlah kWh yang didapat dengan nominal tersebut bisa berbeda-beda sesuai dengan golongan dan besaran daya masing-masing pelanggan.
Baca juga: Harga Token Listrik PLN Per 1 April 2026 untuk Semua Pelanggan
Jumlah kWh pembelian token listrik daya 1.300 dan 2.200 VA akan disesuaikan dengan tarif dasar listrik berikut ini:
Tarif listrik daya 1.300 dan 2.200 VA untuk rumah tangga:
Tarif listrik daya 1.300 dan 2.200 VA untuk pelayanan sosial:
Baca juga: Dampak WFA ASN, Pemprov Kaltara Hemat Tagihan Listrik dan Air Rp 230 Juta
Tarif listrik per kWh April 2026. Tarif listrik per 1 April 2026. Tarif listrik PLN 2026. Tarif listrik terbaru. Tarif listrik PLN April 2026.Berikut rincian tarif dasar listrik per 1 April 2026 untuk semua golongan pelanggan PLN:
Baca juga: Tarif Listrik PLN per 1 April 2026 untuk Pelanggan Subsidi dan Non-subsidi
Baca juga: Tarif Listrik PLN per 1 April 2026, Berlaku untuk Semua Golongan
Demikian rincian harga token listrik PLN untuk daya 1.300 VA dan 2.200 VA per 1 April 2026.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang