Editor
KOMPAS.com - Harga emas batangan hari ini produksi PT Aneka Tambang (Antam) terpantau mengalami penurunan pada Jumat (27/3/2026).
Berdasarkan pantauan di laman resmi Logam Mulia pada pukul 09.00 WIB, harga emas turun Rp 40.000 menjadi Rp 2.810.000 per gram dari sebelumnya Rp 2.850.000 per gram.
Penurunan juga terjadi pada harga beli kembali atau buyback. Nilainya turun Rp 17.000 menjadi Rp 2.414.000 per gram dari sebelumnya Rp 2.490.000 per gram.
Baca juga: Minat Investasi Emas Meningkat, Nasabah Bullion BSI Meroket 400 Persen
Berikut rincian harga emas batangan Antam berdasarkan pecahan (harga dasar):
Baca juga: Investasi Emas Digital Populer, Hindari Kesalahan Ini agar Tak Rugi
Transaksi pembelian emas batangan dikenakan pajak sesuai Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 34/PMK.10/2017. Berikut ketentuannya:
Setiap transaksi pembelian akan disertai bukti potong PPh 22 yang dapat digunakan dalam pelaporan pajak tahunan.
Selain itu, pemerintah juga memberikan insentif melalui PMK Nomor 38 Tahun 2023. Dalam aturan tersebut, tarif pajak pembelian emas dapat menjadi lebih rendah, yakni sebesar 0,25 persen bagi pembeli yang mencantumkan NPWP saat bertransaksi.
Baca juga: Investasi Emas Digital: Ini yang Harus Dipahami Investor Pemula
Tidak hanya pembelian, transaksi penjualan kembali atau buyback juga dikenakan pajak. Ketentuannya adalah sebagai berikut:
Pajak pada transaksi buyback dipotong langsung oleh pihak Antam dari total nilai penjualan, sehingga penjual tidak perlu melakukan penyetoran pajak secara terpisah.
Pergerakan harga emas yang fluktuatif menjadi hal penting yang perlu diperhatikan oleh investor. Selain harga, aspek pajak juga menjadi faktor yang memengaruhi nilai akhir transaksi.
Baca juga: Harganya Naik dan Turun, Kapan Sebaiknya Memulai Investasi Emas?
Bagi sebagian investor, penurunan harga justru menjadi momentum untuk melakukan pembelian karena harga dinilai lebih rendah dibandingkan hari sebelumnya.
Penurunan harga emas Antam pada hari ini menjadi salah satu dinamika pasar yang perlu dicermati.
Meski mengalami koreksi, emas tetap menjadi salah satu instrumen investasi yang diminati karena nilainya yang relatif stabil dalam jangka panjang.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang