Penulis
KOMPAS.com - Kepolisian mengungkap dugaan motif di balik kasus pembunuhan berencana disertai mutilasi di Samarinda, Kalimantan Timur.
Penyidik menemukan indikasi bahwa aksi tersebut dipicu oleh faktor emosi dan kepentingan ekonomi.
Hingga kini, polisi masih mendalami latar belakang kejadian untuk memastikan motif secara menyeluruh.
Selain itu, pemeriksaan lanjutan juga terus dilakukan terhadap para tersangka.
Baca juga: Kronologi Lengkap Mutilasi di Samarinda: Direncanakan Sejak Januari, Dieksekusi Jelang Idul Fitri
Kapolresta Samarinda Kombes Pol Hendri Umar mengatakan, penyidik menemukan adanya dugaan perasaan sakit hati yang menjadi pemicu tindakan kekerasan tersebut.
Selain faktor emosi, polisi juga menduga adanya keinginan pelaku untuk menguasai barang milik korban.
Beberapa barang yang menjadi perhatian penyidik antara lain sepeda motor, telepon genggam, serta barang berharga lainnya.
Temuan tersebut menunjukkan bahwa kasus ini juga berkaitan dengan perencanaan.
"Si Ibu (Rusmini) itu yang mengatur, jadi Ibu ini otaknya. Dia yang menyusun rencana, menyiapkan tempat eksekusi di rumahnya, hingga menentukan lokasi pembuangan jasad," terang Hendri, dikutip dari Tribun Kaltim, Rabu (25/3/2026).
Polisi juga menegaskan bahwa penyidik telah mengumpulkan sejumlah keterangan untuk merangkai kronologi kejadian.
"Karena memang mereka ini dua-duanya masih di bawah umur, sekarang terus kita dalami. Keterangan dua orang ini benar-benar menjadi saksi kunci bagi kami," papar Hendri, dikutip dari Tribun Kaltim, Rabu.
Polisi menyatakan pendalaman masih terus dilakukan untuk memastikan motif dan rangkaian peristiwa secara utuh.
Baca juga: Kasus Mutilasi di Samarinda, Suami Siri dan Rekannya Ditangkap, Motif Sakit Hati
Dalam proses penyidikan, polisi juga menjadwalkan pemeriksaan kejiwaan terhadap kedua tersangka.
Langkah ini dilakukan untuk mengetahui kondisi psikologis pelaku saat melakukan perbuatan.
"Kita otomatis akan lakukan tes kejiwaan. Tim akan mulai bekerja untuk mendalami kondisi psikologis kedua tersangka," sambungnya.
Pemeriksaan ini menjadi bagian dari kelengkapan berkas penyidikan.
Hasil tes kejiwaan nantinya akan digunakan untuk mendukung proses hukum yang sedang berjalan.
Sebagian artikel ini telah tayang di TribunKaltim.co dengan judul Fakta Baru Mutilasi Samarinda, Pelaku Rusmini Jadi Otak Pembunuhan, Rancang Aksi dan Alat Eksekusi.
Sebagian artikel ini telah tayang di TribunKaltim.co dengan judul Kasus Mutilasi Samarinda, 2 Saksi Kunci Anak di Bawah Umur Lihat Langsung Detik-Detik Pembunuhan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang