Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Veda Ukir Sejarah di Moto3, Disebut Media Italia "Sangat Cepat, Tanpa Rasa Takut"

Kompas.com, 23 Maret 2026, 06:56 WIB
Sem Bagaskara

Penulis

KOMPAS.com - Pebalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, mengukir sejarah usai finis ketiga di balapan Moto3 Brasil 2026. Pujian datang dari media Italia.

Veda Ega Pratama yang menjalani musim pertama di Moto3, menyuguhkan penampilan apik di balapan Moto3 Brasil 2026 yang dilangsungkan di Sirkuit Internasional Ayrton Senna, Minggu (22/3/2026).

"Sejarah telah dibuat di Brasil," demikian keterangan dalam sebuah unggahan akun Instagram resmi MotoGP yang memuat foto Veda Ega Pratama.

Veda Ega Pratama menutup balapan sesi Moto3 Brasil 2026 di belakang Maximo Quilles  dan Massimo Morelli yang sama-sama membela CFMOTO Gaviota Aspar Team.

Baca juga: Hasil Moto3 Brasil 2026: Veda Ega Pratama Jadi WNI Pertama yang Naik Podium

Sepanjang sejarah, baru kali ini ada pebalap Indonesia yang mampu berdiri di podium balapan Moto3.

Mencuri Perhatian di Musim Debut Moto3

"Moto3 Brasil: dominasi Quiles, Almansa terjatuh. Veda Pratama, podium bersejarah untuk Indonesia," demikian judul yang diangkat oleh media olahraga ternama Italia, La Gazzetta dello Sport.

Veda Ega Pratama, pebalap binaan Astra Honda Racing School asal Indonesia yang akan berlaga di Moto3 2026.Dok. AHM Veda Ega Pratama, pebalap binaan Astra Honda Racing School asal Indonesia yang akan berlaga di Moto3 2026.

Sementara itu, situs motorsport Italia, Corsedimoto, menyebut Veda Ega Pratama sebagai "rookie sensasional".

Berkat hasil di balapan Moto3 Brasil 2026, Veda Ega Pratama yang membalap bersama Honda Team Asia, kini berhak menghuni peringkat tiga klasemen pebalap.

Baca juga: Hasil MotoGP Brasil 2026: Bezzecchi Pertama, Marc Marquez Gagal Podium

Ia mengumpulkan 27 poin, persis di bawah Quiles (45 poin) dan Morelli (28). 

"Menutup di posisi podium adalah rookie Veda Pratama, kejutan besar di awal musim ini," tulis Eurosport edisi Italia.

Tanpa Rasa Takut

"Tiga besar pertama dalam kariernya, benar-benar pantas. Ia sempat terlihat seperti pebalap Asia “mitologis” lain di grid, tetapi yang ini punya kemampuan besar, sangat cepat, agresif, dan tanpa rasa takut terhadap siapa pun," demikian ulasan dari Eurosport Italia.

Veda Ega Pratama pun merasakan kebahagaiaan setelah mengukir sejarah buat Indonesia.

"Luar biasa. Saya sempat kesulitan sebelum bendera merah dikibarkan, tetapi ini menjadi pencapaian terbesar saya sejauh ini," kata Veda dalam wawancara setelah balapan.

"Saya berterima kasih kepada seluruh masyarakat Indonesia, sponsor, serta keluarga yang menyaksikan dari Indonesia. Ini sungguh luar biasa," ucapnya menjelaskan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Terkini Lainnya
Geber Persiapan BAC 2026, Sabar/Reza Latihan Bareng Pelatnas PBSI
Geber Persiapan BAC 2026, Sabar/Reza Latihan Bareng Pelatnas PBSI
Badminton
Fermin Lopez Pilih Beli Barang Ini Saat Terima Gaji Pertama di Barcelona
Fermin Lopez Pilih Beli Barang Ini Saat Terima Gaji Pertama di Barcelona
Liga Spanyol
Putri KW Fokus Kurangi Kesalahan Sendiri Jelang Kejuaraan Asia 2026
Putri KW Fokus Kurangi Kesalahan Sendiri Jelang Kejuaraan Asia 2026
Badminton
Hector Souto Siapkan Program Uji Coba Timnas Futsal Indonesia ke Spanyol dan Brasil
Hector Souto Siapkan Program Uji Coba Timnas Futsal Indonesia ke Spanyol dan Brasil
Timnas Indonesia
Timnas Indonesia Mampu Tandingi Bulgaria, Kesan Positif John Herdman
Timnas Indonesia Mampu Tandingi Bulgaria, Kesan Positif John Herdman
Timnas Indonesia
Persiapan Minim, Hector Souto Tak Patok Target Tinggi di Piala AFF Futsal 2026
Persiapan Minim, Hector Souto Tak Patok Target Tinggi di Piala AFF Futsal 2026
Timnas Indonesia
Bekal dari Tur Eropa, Alwi Farhan Kian Matang Tatap Kejuaraan Asia
Bekal dari Tur Eropa, Alwi Farhan Kian Matang Tatap Kejuaraan Asia
Badminton
Justin Hubner dan Jennifer Coppen Prewedding Pakai Adat Jawa
Justin Hubner dan Jennifer Coppen Prewedding Pakai Adat Jawa
Timnas Indonesia
Barcelona Berpeluang Lepas Jules Kounde, 3 Raksasa Liga Inggris Mengantre
Barcelona Berpeluang Lepas Jules Kounde, 3 Raksasa Liga Inggris Mengantre
Liga Inggris
Menanti 40 Tahun, Irak Pastikan Tiket Terakhir ke Piala Dunia 2026
Menanti 40 Tahun, Irak Pastikan Tiket Terakhir ke Piala Dunia 2026
Liga Champions
Daftar Lengkap 48 Tim di Piala Dunia 2026: Irak Lolos, Curacao Ukir Sejarah
Daftar Lengkap 48 Tim di Piala Dunia 2026: Irak Lolos, Curacao Ukir Sejarah
Internasional
Italia Gagal ke Piala Dunia: Air Mata Gennaro Gattuso, Perih Buffon
Italia Gagal ke Piala Dunia: Air Mata Gennaro Gattuso, Perih Buffon
Internasional
Malaysia Gagal ke Piala Asia 2027, Peter Cklamovski Akui Keunggulan Vietnam
Malaysia Gagal ke Piala Asia 2027, Peter Cklamovski Akui Keunggulan Vietnam
Timnas Indonesia
Timnas Indonesia Era John Herdman: Menjanjikan, tapi Masih Banyak PR
Timnas Indonesia Era John Herdman: Menjanjikan, tapi Masih Banyak PR
Timnas Indonesia
Cerita Dony Tri Bela Timnas Indonesia di FIFA Series 2026, Dapat Petuah Verdonk
Cerita Dony Tri Bela Timnas Indonesia di FIFA Series 2026, Dapat Petuah Verdonk
Timnas Indonesia
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau