Penulis
SURABAYA, KOMPAS.com - Panoramic Toll Road. Demikian predikat yang ditahbiskan untuk salah satu ruas Jalan Tol Trans-Jawa, Tol Semarang-Solo.
Jalan bebas hambatan berbayar yang membentang sepanjang 72,95 kilometer ini dikelilingi lima gunung, yakni Merapi, Merbabu, Sumbing, Sindoro, dan Ungaran.
Baca juga: Merapah Trans-Jawa 2022 Resmi Dimulai, Lintasi 867 Kilometer Jalan Tol di Empat Provinsi
Tak mengherankan jika Tol Semarang-Solo menjadi obyek yang membantu menyegarkan kembali visual pemudik setelah menempuh perjalanan panjang dari barat menuju timur Pulau Jawa.
Panoramic Toll Road, Tol Semarang-Solo yang dikelilingi Gunung Merapi, Merbabu, Sumbing, Sindoro, dan Gunung Ungaran.
Waktu terbaik untuk melintasi jalan tol yang dikelola oleh PT Trans Marga Jateng ini adalah mulai pukul 06.00 hingga 09.00 WIB.
Gunung-gunung api tersebut tampak dengan jelas terlihat di depan, sisi kiri, dan sisi kanan dari rute perjalanan yang ditempuh Tim Merapah Trans-Jawa.
Ditingkahi jalan berkontur dengan kondisi mulus terawat, diselingi jembatan bentang panjang dan pendek, menciptakan sensasi aduhai.
Rest Area KM 456, Resta PendopoBahkan jika Anda ingin memanjakan jiwa, raga, sekaligus merasakan daya sensual empiris persawahan dengan padi menguning, ditingkahi semilir angin, rest area KM 456 A dan B menyajikannya secara sempurna.
Direktur PT Astari Marga Sarana Daisy Setiawan mengatakan, rest area bernama Resta Pendopo ini merupakan bagian dari sistem infrastruktur jalan tol.
Panoramic Toll Road, Tol Semarang-Solo yang dikelilingi Gunung Merapi, Merbabu, Sumbing, Sindoro, dan Gunung Ungaran.
"Tak hanya rest area, melainkan juga layanan (service) dalam bentuk kualitas pengelolaan seperti toilet bersih dan kering, ruang laktasi, mushala, parkir yang terklasterisasi, ruang belanja, dan sekaligus juga sarana-sarana lain yang bersifat edukasi," tutur Daisy.
PT Astari Marga Sarana sendiri merupakan bagian dari Astra Property yang berada di bawah naungan Astra Group.
Sementara BUJT Tol Semarang-Solo adalah konsorsium yang dibentuk oleh PT Jasa Marga (persero) Tbk, PT Sarana Pembangunan Jawa Tengah (PT SPJT) yang merupakan BUMD Pemerintah Propinsi Jawa Tengah dan PT Astra Tol Nusantara (Astra Infra).
Panoramic Toll Road, Tol Semarang-Solo yang dikelilingi Gunung Merapi, Merbabu, Sumbing, Sindoro, dan Gunung Ungaran.
Jalan Tol Semarang–Solo menghubungkan Kota Semarang dengan Surakarta serta melewati 5 kabupaten/kota, yaitu Kota Semarang, Kabupaten Semarang, Kota Salatiga, Kabupaten Boyolali, dan Kabupaten Karanganyar berada di kawasan megapolitan Joglosemar.
Tol ini mulai dibangun 1 Maret 2009 dengan total lintasan sepanjang 72,64 kilometer dan menghubungkan Tol Batang-Semarang dengan Tol Solo-Ngawi.
Investasi Tol Semarang–Solo tercatat sebesar Rp 6,1 triliun dengan biaya konstruksi Rp 2,4 triliun, dan biaya pengadaan tanah Rp 800 miliar rupiah.
Terdapat lima seksi yang dibangun, yakni Seksi I Semarang (Tembalang)-Ungaran, Seksi II Ungaran-Bawen, Seksi III Bawen-Salatiga, Seksi IV Salatiga-Boyolali dan Seksi V Boyolali-Kartasura.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang