Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Trans-Jawa Panoramic Toll Road Berpanorama Ciamik, Memanjakan Mata Pemudik

Kompas.com, 27 April 2022, 11:00 WIB
Hilda B Alexander

Penulis

SURABAYA, KOMPAS.com - Panoramic Toll Road. Demikian predikat yang ditahbiskan untuk salah satu ruas Jalan Tol Trans-Jawa, Tol Semarang-Solo.

Jalan bebas hambatan berbayar yang membentang sepanjang 72,95 kilometer ini dikelilingi lima gunung, yakni Merapi, Merbabu, Sumbing, Sindoro, dan Ungaran.

Baca juga: Merapah Trans-Jawa 2022 Resmi Dimulai, Lintasi 867 Kilometer Jalan Tol di Empat Provinsi

Tak mengherankan jika Tol Semarang-Solo menjadi obyek yang membantu menyegarkan kembali visual pemudik setelah menempuh perjalanan panjang dari barat menuju timur Pulau Jawa.

Panoramic Toll Road, Tol Semarang-Solo yang dikelilingi Gunung Merapi, Merbabu, Sumbing, Sindoro, dan Gunung Ungaran.
Hilda B Alexander/Kompas.com Panoramic Toll Road, Tol Semarang-Solo yang dikelilingi Gunung Merapi, Merbabu, Sumbing, Sindoro, dan Gunung Ungaran.
Tim Merapah Trans-Jawa Kompas.com berkesempatan menyaksikan keindahan panorama nan ciamik gugusan pegunungan api tersebut melalui Tol Semarang-Solo.

Waktu terbaik untuk melintasi jalan tol yang dikelola oleh PT Trans Marga Jateng ini adalah mulai pukul 06.00 hingga 09.00 WIB.

Gunung-gunung api tersebut tampak dengan jelas terlihat di depan, sisi kiri, dan sisi kanan dari rute perjalanan yang ditempuh Tim Merapah Trans-Jawa.

Ditingkahi jalan berkontur dengan kondisi mulus terawat, diselingi jembatan bentang panjang dan pendek, menciptakan sensasi aduhai.

Rest Area KM 456, Resta PendopoKompas.com/Wasti Samaria Simangunsong Rest Area KM 456, Resta Pendopo
Dari rest area KM 429, Anda juga dapat menikmati suguhan orkestrasi alam karya Sang Maha ini tanpa terhalang sedikit pun oleh jaringan kabel listrik, Base Tranceiver Station (BTS), atau pun polusi udara. 

Bahkan jika Anda ingin memanjakan jiwa, raga, sekaligus merasakan daya sensual empiris persawahan dengan padi menguning, ditingkahi semilir angin, rest area KM 456 A dan B menyajikannya secara sempurna.

Direktur PT Astari Marga Sarana Daisy Setiawan mengatakan, rest area bernama Resta Pendopo ini merupakan bagian dari sistem infrastruktur jalan tol. 

Panoramic Toll Road, Tol Semarang-Solo yang dikelilingi Gunung Merapi, Merbabu, Sumbing, Sindoro, dan Gunung Ungaran.
Hilda B Alexander/Kompas.com Panoramic Toll Road, Tol Semarang-Solo yang dikelilingi Gunung Merapi, Merbabu, Sumbing, Sindoro, dan Gunung Ungaran.
Beristirahat sejenak di rest area akan kembali memulihkan stamina pemudik. Nah, Resta Pendopo menyediakan segala yang dibutuhkan pemudik.

"Tak hanya rest area, melainkan juga layanan (service) dalam bentuk kualitas pengelolaan seperti toilet bersih dan kering, ruang laktasi, mushala, parkir yang terklasterisasi, ruang belanja, dan sekaligus juga sarana-sarana lain yang bersifat edukasi," tutur Daisy.

PT Astari Marga Sarana sendiri merupakan bagian dari Astra Property yang berada di bawah naungan Astra Group. 

Sementara BUJT Tol Semarang-Solo adalah konsorsium yang dibentuk oleh PT Jasa Marga (persero) Tbk, PT Sarana Pembangunan Jawa Tengah (PT SPJT) yang merupakan BUMD Pemerintah Propinsi Jawa Tengah dan PT Astra Tol Nusantara (Astra Infra).

Panoramic Toll Road, Tol Semarang-Solo yang dikelilingi Gunung Merapi, Merbabu, Sumbing, Sindoro, dan Gunung Ungaran.
Hilda B Alexander/Kompas.com Panoramic Toll Road, Tol Semarang-Solo yang dikelilingi Gunung Merapi, Merbabu, Sumbing, Sindoro, dan Gunung Ungaran.
Komposisi saham masing-masing adalah 50,91 persen PT Jasa Marga (Persero) Tbk, 40 persen Astra Infra, 8,00 persen PT Trans Optima Luhur, dan PT Sarana Pembargunan Jawa Tengah (PT SPJT) sebesar 1,09 persen.

Jalan Tol Semarang–Solo menghubungkan Kota Semarang dengan Surakarta serta melewati 5 kabupaten/kota, yaitu Kota Semarang, Kabupaten Semarang, Kota Salatiga, Kabupaten Boyolali, dan Kabupaten Karanganyar berada di kawasan megapolitan Joglosemar.

Tol ini mulai dibangun 1 Maret 2009 dengan total lintasan sepanjang 72,64 kilometer dan  menghubungkan Tol Batang-Semarang dengan Tol Solo-Ngawi.

Investasi Tol Semarang–Solo tercatat sebesar Rp 6,1 triliun dengan biaya konstruksi Rp 2,4 triliun, dan biaya pengadaan tanah Rp 800 miliar rupiah.

Terdapat lima seksi yang dibangun, yakni Seksi I Semarang (Tembalang)-Ungaran, Seksi II Ungaran-Bawen, Seksi III Bawen-Salatiga, Seksi IV Salatiga-Boyolali dan Seksi V Boyolali-Kartasura.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau