Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Dampak One Way di Km 47 Tol Japek, Jalur Pantura Ramai Lancar

Kompas.com, 30 April 2022, 04:07 WIB
Hilda B Alexander

Penulis

CIREBON, KOMPAS.com - Pemberlakuan rekayasa lalu lintas one way Jumat (29/04), sejak pukul 23.00 WIB dari Km 47 Jalan Tol Jakarta-Cikampek (Japek) sampai Km 414 Gerbang Tol (GT) Kalikangkung Jalan Tol Batang-Semarang berdampak pada lancarnya jalur mudik Pantai Utara Jawa (Pantura).

Pantauan Tim Merapah Trans-Jawa Kompas.com melaporka,n pemudik dengan kendaraan roda dua masih mendominasi keramaian lalu lintas di Jalur Pantura. Disusul kemudian bus-bus besar.

Bahkan, sejumlah pemudik memacu kendaraannya dengan kecepatan maksimal, membelah jalur Pantura Cirebon, tepatnya Jl Ir H Juanda, menuju arah timur dengan kota-kota tujuan seperti Brebes, Tegal, Pekalongan, Semarang, dan lain-lain.

Baca juga: Manfaatkan Mudik untuk Berinvestasi Properti di Kampung Halaman

Azis, salah seorang pemudik dari Cikarang, Jawa Barat, menuturkan, perjalanan mudik kali ini jauh lebih lancar dibanding 2019 lalu.

"Tiga tahun saya dari Cikarang ke Cirebon bisa enam atau tujuh jam, untuk kemudian menuju Kebumen. Sekarang, dari Cikarang ke Cirebon cuma empat jam," ujar Azis kepada Tim Merapah Trans-Jawa 2022, Jumat (29/4/2022)

Dengan kendaraan roda dua, lanjut Azis, perjalananan menjadi hemat. Sepanjang jalur Cikarang-Cirebon, dia hanya mengisi bensin sebanyak 3 kali.

Sebelumnya diberitakan rekayasa lalu lintas one way kembali diberlakukan Jumat (29/04), sejak pukul 23.00 WIB dari Km 47 Jalan Tol Jakarta-Cikampek s.d Km 414 Gerbang Tol (GT) Kalikangkung Jalan Tol Batang-Semarang.

Pemberlakuan ini diputuskan dengan memastikan lajur sebaliknya (arah Jakarta) telah steril sehingga tidak ada pengguna jalan yang terjebak dalam perjalanan ke Jakarta.

Sebelum dilakukan one way, atas diskresi Kepolisian, Jasa Marga telah memberlakukan rekayasa lalu lintas contraflow sebanyak dua lajur sejak pukul 19.15 WIB untuk mencairkan kepadatan di Jalan Tol Japek arah Cikampek di sejumlah titik.

Jasa Marga mengimbau pengguna jalan dapat mengantisipasi titik awal pemberlakuan rekayasa lalu lintas one way memperhatikan rambu-rambu dan arahan petugas di lapangan agar dapat masuk ke lajur one way dengan aman.

Pengguna jalan juga diimbau untuk mengantisipasi ruas jalan tol yang terkoneksi dengan Jalan Tol Japek, seperti perjalanan dari arah Bandung via Jalan Tol Cipularang yang menuju arah Jakarta, karena akan dilakukan penutupan GT Kalihurip Utama sebagai dampak pemberlakuan one way ke arah timur.

Sebagai alternatif menuju arah Jakarta, pengguna jalan dari arah Bandung dapat keluar melalui GT Sadang Jalan Tol Cipularang Km 76 lalu melanjutkan perjalanan melalui jalan non tol dan masuk kembali ke Jalan Tol Japek arah Jakarta melalui GT Karawang Barat di Km 47.

Di titik yang sama (Km 76), pengguna jalan juga bisa mengakses jalur fungsional Sadang s.d Kutanegara Jalan Tol Jakarta-Cikampek II Selatan sepanjang 8,5 Km dan dilanjutkan dengan melewati jalan non tol sepanjang kurang lebih 20 Km dengan satu-dua lajur setiap arahnya untuk masuk kembali ke Jalan Tol Japek melalui GT Karawang Barat di Km 47.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau