Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pesona Panoramic Road di Lintas Selatan Jawa

Kompas.com, 18 April 2023, 08:30 WIB
Aisyah Sekar Ayu Maharani,
Hilda B Alexander

Tim Redaksi

PACITAN, KOMPAS.com - Jalan Pantai Selatan (Pansela) Jawa Timur (Jatim) terbentang sepanjang 628,39 kilometer.

Data Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menunjukkan, telah diselesaikan pembangunan jalan baru sepanjang 85 kilometer di Pansela Jatim pada tahun 2022.

Sehingga hingga saat ini, total Jalan Pansela Jatim yang telah ditangani ada sepanjang 349,37 kilometer.

Pemerintah juga terus menggenjot pembangunan Jalan Pansela untuk mengurangi beban di Jalur Pantai Utara (Pantura).

Selain itu, Pansela yang menawarkan keindahan panorama alam juga diharapkan bisa menumbuhkan daerah yang dilalui oleh pengguna jalan.

Berdasarkan pantauan Tim Merapah Trans-Jawa Lintas Selatan Kompas.com, kesiapan Pansela untuk menyambut pemudik terlihat sudah sangat diupayakan, walaupun masih terdapat kekurangan.

Dari sisi keindahan, tidak heran Pansela Jawa disebut sebagai panoramic roadPasalnya, pengguna jalan akan dimanjakan dengan hijau pepohonan, birunya laut hingga aktivitas masyarakat di daerah yang dilewati.

Dari sekian panjang ruas Pansela yang telah dilalui, Jalan Pansela di depan Pantai Soge, Kabupaten Pacitan Jatim menarik perhatian dengan cara lain.

Baca juga: Menikmati Semilir Angin Pansela di Rest Area Girisubo Swanayasa

Di jalan ini, tersedia Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Berbeda dengan SPBU lain yang cenderung gersang dan panas, di sini pengguna jalan langsung disuguhi dengan pemandangan Pantai Soge yang indah.

Tim Merapah Kompas.com melintas di jalur ini sekitar pukul 09.00 WIB dan mendapati ombak Pantai Soge yang bersih dan cukup tenang. Keindahan pantai juga ditambah dengan kondisi langit yang cerah dan biru.

Pengguna jalan yang hendak mengisi bahan bakar dan beristirahat bisa sekaligus berlibur singkat atau sekadar mengambil gambar pantai yang ciamik.

Bukan hanya pantai yang membuat perjalanan terasa menyenangkan, kondisi aspal di jalan nasional tersebut terpantau dalam kondisi mulus.

Jalur Pantai Selatan (Pansela)KEMENHUB Jalur Pantai Selatan (Pansela)
Jalan menggunakan perkerasan aspal atau perkerasan fleksibel. Sesuai namanya, perkerasan ini menggunakan campuran agregat dan aspal.

Terdapat marka berwarna kuning penanda status jalan nasional yang memanjang di tengah jalan.

Kendati demikian, kurangnya SPBU menjadi salah satu masalah penyelenggaraan mudik lewat Pansela.

Oleh karena itu, Pemerintah tengah mengupayakan adanya penambahan SPBU modular di sepanjang Pansela, khususnya untuk menunjang arus mudik dan balik Lebaran 2023.

Seiring dengan penyempurnaan Jalan Pansela, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono terus mengajak masyarakat untuk mudik lewat jalur ini.

"Pemandangannya indah dan Instagramable, bagi yang lewat jalur ini mudah-mudahan liburan Lebaran menjadi memorable dengan keluarga,” kata Basuki.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau