Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cerita dari Warung Gudeg di Resta Pendopo, Sering Ketemu Pembeli Unik

Kompas.com, 24 April 2023, 18:00 WIB
Aisyah Sekar Ayu Maharani,
Hilda B Alexander

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Tempat Istirahat dan Pelayanan (TIP) atau rest area adalah fasilitas penting bagi pengguna jalan tol maupun non-tol.

Rest area biasanya menyediakan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), toilet, musala, minimarket, tenant makanan hingga oleh-oleh untuk pengunjung.

Pada perjalanan hari kedelapan, Selasa (18/4/2023), Tim Merapah Trans-Jawa Lintas Selatan Kompas.com berkesempatan untuk berhenti di rest area terkenal di Tol Trans-Jawa, yaitu Resta Pendopo Km 456.

Tim Merapah Kompas.com menghabiskan waktu di sana untuk beristirahat, liputan, mengecek kendaraan dan berbuka puasa.

Pilihan tenant makanan jatuh ke Warung Gudeg Masmade yang ada di Resta Pendopo KM 456 A.

Tersedia puluhan pilihan makanan khas Jawa, mulai dari aneka gudeg, olahan iga, olahan sayur, dan banyak lainnya.

Susan selaku pemilik resto mengatakan, tenant-nya sudah buka sejak tahun 2020 di mana Resta Pendopo pertama kali berdiri.

"Tenant belum lengkap dulu, yang B masih tahap pembangunan," jelas Susan kepada Kompas.com.

Baca juga: Menikmati Semilir Angin Pansela di Rest Area Girisubo Swanayasa

Susan mengaku, sudah melihat peningkatan jumlah pengunjung di Resta Pendopo sejak H-7 Lebaran 2023 atau pada Sabtu (15/4/2023).

Sembari melayani pembeli, Ahmadi, suami Susan yang juga mengelola resto tersebut bercerita, tidak jarang mereka mendapati pelanggan yang unik.

Yang paling mereka ingat adalah pelanggan yang selalu mengkritik rasa masakan Warung Gudeg Masmade ini.

Pelanggan tersebut terlihat selalu mampir ke resto mereka ketika singgah di Resta Pendopo.

"Dia kritis dan banyak mau, pasti komplain soal rasa, tapi piring sajinya habis dan pasti repeat order," ujar Ahmadi sambil tersenyum.

Kendati demikian, baik Susan maupun Ahmadi tidak menganggap hal tersebut sebagai hambatan, melainkan menjadi pemanis pengalaman mengembangkan resto mereka.

Terlebih, usaha tersebut merupakan warisan dari orang tua. Selain berjualan, keduanya juga ingin memperkenalkan gudeg kepada masyarakat luas.

"Orang lokal biasanya kurang aware dengan masakan tradisional, kalau luar daerah biasanya lebih aware dan appreciate. Jadi sesuatu yang jadi tujuan. Terus juga karena ada kesempatan untuk berjualan di sini," imbuh Ahmadi.

Sementara untuk harga sewa tenant di Resta Pendopo Km 456 berbeda-beda, dipengaruhi oleh lokasi dan luasnya.

Pada hari biasa, Gudeng Masmade buka mulai pukul 07.00-22.00 WIB, sementara pada musim mudik resto ini diperbolehkan buka hingga maksimal pukul 24.00 WIB.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau