Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Catatan Perjalanan Bandung-Cilacap, Jalan Berkelok dan Minim PJU

Kompas.com, 29 Maret 2024, 07:49 WIB
Muhdany Yusuf Laksono

Penulis

CILACAP, KOMPAS.com - Perjalanan tim Merapah Trans-Jawa 2024 setelah keluar dari Gerbang Tol Cileunyi, Kabupaten Bandung, Jawa Barat (Jabar), yakni bergerak menuju Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah (Jateng).

Menyusuri Jalan Nasional Lintas Tengah Jabar dan Jateng, serta Jalan Penghubung Lintas Tengah dan Pantai Selatan (Pansela) Jateng.

Rute yang dilintasi yaitu dari Bandung melalui Jalur Nagreg-Tasikmalaya-Ciamis-Banjar-Batas Provinsi Jateng-Cilacap.

Berdasarkan pantauan Kompas.com pada Kamis (28/03/2024), kondisi jalan secara keseluruhan sudah cukup mulus. Tidak ada kerusakan jalan yang kentara, hanya ada beberapa titik yang sedikit bergelombang.

Di sekitar jalanan juga tersaji pemandangan alam yang cukup asri, berupa pepohan hutan, perbukitan, dan pegunungan.

Selain itu, tempat makan dan musala juga sudah banyak tersedia di sepanjang jalan. Bisa menjadi tempat beristirahat sejenak dan mengisi perut.

Baca juga: Beda dari yang Lain, Ini Teknologi Konstruksi Semi Terowongan Nagreg

Kendati begitu, topografi jalan yang didominasi tanjakan, turunan, dan berkelok-kelok menjadi hal yang perlu diwaspadai para pengendara atau pemudik Lebaran.

Ditambah lagi kelengkapan fasilitas Penerangan Jalan Umum (PJU) masih minim di sepanjang ruas jalan dari Bandung-Cilacap. Sehingga jalanan yang sangat gelap patut diwaspadai ketika melintas malam hari.

Baru kemudian memasuki area perkotaan di Kabupaten Cilacap, pengendara bisa melintas dengan nyaman karena sudah tersedia PJU.

Sebelumnya, Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) DKI Jakarta-Jawa Barat, Sjofva Rosliansjah juga telah mengonfirmasi bahwa kondisi jalan dari Nagreg sampai Tasikmalaya sudah mulus.

Namun, terdapat beberapa titik rawan macet, seperti di Pasar Limbangan dan Pasar Malangbong. Kemudian terdapat tanjakan yang perlu diwaspadai pengendara menuju Bandung.

"Tanjakan ada ke arah bandung di Tanjakan Gentong dan Nagreg," ujarnya kepada Kompas.com pada Kamis (28/03/2024).

Selain itu menurut dia, pengendara juga perlu waspada saat melintasi Jalur Nagreg-Tasikmalaya pada malam hari karena minimnya PJU.

"Benar (waspada saat melintasi Nagreg-Tasikmalaya saat malam hari karena minim PJU). PJU tanggung jawaban ke Kemen Perhubungan," tukasnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau