Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ini Kondisi Jalur Pansela Jateng dan DIY Jelang Mudik Lebaran 2024

Kompas.com, 3 April 2024, 19:30 WIB
Muhdany Yusuf Laksono

Penulis

KOMPAS.com - Jalur Pantai Selatan (Pansela) Jawa Tengah (Jateng) dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) bisa menjadi alternatif jalur mudik Lebaran 2024.

Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jateng-DIY, Rien Marlia menyampaikan, total panjang Jalur Pansela Jateng-DIY ialah 331,75 kilometer.

Rinciannya, Jalur Pansela di Jateng sepanjang 213,36 kilometer, dan Jalur Pansela di DIY sepanjang 118,39 kilometer.

Di Jateng, membentang mulai dari perbatasan Jawa Barat (Jabar) yakni Pangandaran, dengan Jateng yaitu Cilacap, Kebumen, Purworejo.

Sementara di DIY, mulai dari Kulonprogo, Bantul, Gunungkidul. Kemudian terkoneksi dengan Wonogiri, Jateng, yang berbatasan dengan Pacitan, Jawa Timur (Jatim)

"Jalur Pantai Selatan ini bisa dijadikan alternatif untuk jalur mudik Lebaran. Dari survesi kondisi jalan semester dua tahun 2023, tingkat kemantapan Jalan Pansela yaitu 96,08 persen," ujar Rien kepada Kompas.com pada Rabu (03/04/2024).

Baca juga: Proyek Jembatan Pandansimo, Calon Penghubung Jalur Pansela Bantul-Kulonprogo

Dia menjelaskan, dari tahun ke tahun Jalur Pansela Jateng dan DIY selalu mengalami perkembangan yang signifikan. Salah satunya tentang ketersedian fasilitas pengisian bahan bakar.

"Sudah banyak area-area pengisian bahan bakar, sehingga pemudik gak perlu khawatir untuk mengisi bahan bakar selama melintasi Jalur Pansela," imbuhnya.

Rest Area Girisubo Swanayasa di Jalur Pansela Jawa turut Kabupaten Gunungkidul.Dok. Ditjen Bina Marga Kementerian PUPR Rest Area Girisubo Swanayasa di Jalur Pansela Jawa turut Kabupaten Gunungkidul.
Selain itu, telah tersedia beberapa rest area, salah satunya Rest Area Girisubo di Gunungkidul yang dibangun pada tahun 2022.

"Sudah lengkap (fasilitasnya), para pemudik bisa beristirahat, berkuliner, karena memang banyak tenant-tenant makanan di sana, dan bisa beribadah di musala Rest Area Girisubo," terang.

Tak hanya itu, para pemudik juga bisa beristirahat sekaligus berwisata di Edupark Jembatan Kretek 2 menikmati pemandangan Sungai Progo.

Jembatan Kretek 2 di Kabupaten Bantul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.Dok. Ditjen Bina Marga Kementerian PUPR Jembatan Kretek 2 di Kabupaten Bantul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.
Lanjut Rien, di ruas-ruas jalan baru yang telah dibangun BBPJN Jateng-DIY juga telah dilengkapi penerangan jalan, sehingga perjalanan malam hari tetap dapat dilakukan oleh pemudik.

"Namun kami sarankan untuk para pemudik dapat melintas sebelum malam, karena daya tarik Jalur Pansela ini justru akan terlihat lebih indah dan bisa dirasakan lebih bermakna di pagi atau siang hari," tutupnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau