Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Viral PIM 5 di Jagat Maya, Siapa Pemilik Tempat Hangout di Jaksel Ini?

Kompas.com, 7 Januari 2026, 19:30 WIB
Hilda B Alexander

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Kabar mengenai pembukaan Pondok Indah Mall 5 (PIM 5) pada Februari 2026 telah memicu gelombang rasa penasaran di kalangan warga Jakarta.

Bukan sekadar mal biasa, PIM 5 diprediksi akan menjadi standar baru lifestyle mall di Indonesia.

Namun, di balik kemegahan arsitektur dan deretan tenant eksklusifnya, muncul satu pertanyaan besar: Siapa sebenarnya sosok di balik mega proyek ini?

Pondok Indah Mall 5 adalah mahakarya terbaru dari PT Metropolitan Kentjana Tbk (MKPI) yang memiliki kapitalisasi pasar per 7 Januari 2026 senilai Rp 22,95 triliun.

Baca juga: Pondok Indah Mall 5 Siap Dibuka Februari 2026: Intip Daftar Tenant-nya

Perusahaan ini merupakan bagian dari Pondok Indah Group, sebuah konglomerasi properti yang telah mengubah wajah Jakarta Selatan sejak tahun 1970-an, dan dimiliki Siti Hartati Murdaya.

Dilansir dari laman Bursa Efek Indonesia, mayoritas saham MKPI dimiliki oleh PT Karuna Paramita Propertindo yang mengempit 449.901.150 lembar atau 47,45 persen.

Nama depan perusahaan ini diambil dari nama anak pasangan Murdaya Po dan Siti Hartati Murdaya, yakni Karuna Murdaya yang juga tercatat sebagai komisaris di Pondok Indah Group.

Raksasa Properti

Selain PIM 1-5, MKPI juga memiliki portofolio segudang. Di antaranya Pondok Indah Residence, Pondok Indah Townhouse, Pondok Indah Town House 2-Cluster Aurelle, Villa Anggrek, Pondok Indah Office Tower, Pondok Indah Golf Apartment, dan Pondok Indah Waterpark.

Kemudian Intercontinental Hotel & Residence Jakarta Pondok Indah, Pondok Indah Real Estate, Champaca Residence, Villa Pondok Indah, Villa Kebon Jeruk, The Windsor, Puri Indah Financial Tower, Puri Indah Real Estate, Puri Indah Mall, dan Bumi Shangrilla Jaya.

Baca juga: Mengenal Eigendom Verponding, Hak Tanah yang Jadi Sengketa di Pondok Indah

Kesuksesan PIM 5 tak lepas dari tangan dingin para profesionalnya yang dinakhodai Husin Widjajakusuma.

Dalam berbagai kesempatan, Wakil Presiden Direktur MKPI, Jeffri Sandra Tanudjaja, menekankan bahwa PIM 5 adalah evolusi dari PIM 1 hingga PIM 3.

PIM 5 akan segera membuka pintunya bagi publik pada Februari 2026.

"Rencananya, sekitar tanggal 7 Februari 2026 beroperasi," ujar Wakil Presiden Direktur PT Metropolitan Kenjtana Tbk, Jeffri Sandra Tanudjaja kepada Kompas.com, Rabu (7/1/2026).

Jika mal pendahulunya fokus pada kelengkapan ritel, PIM 5 dirancang sebagai "Experience-Based Retail".

Visi Pondok Indah Group melalui PIM 5 adalah menciptakan ruang yang tidak hanya untuk belanja, tetapi sebagai ekosistem tempat tinggal, bekerja, dan bermain live, work, play yang menyatu dengan alam.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau