Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kekayaan Thomas Djiwandono: Punya Rumah di Jaksel Senilai Rp 40 Miliar

Kompas.com, 26 Januari 2026, 19:28 WIB
Muhammad Idris

Penulis

KOMPAS.com - Thomas Djiwandono resmi terpilih menjadi Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI). Hal ini diputuskan dalam rapat internal Komisi XI DPR RI.

Penetapan Thomas sebagai petinggi BI itu dilakukan setelah dilakukan uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) kepada tiga kandidat Deputi Gubernur BI pada Sabtu (23/1/2026) dan Senin (26/1/2026).

Itu artinya, Thomas mengungguli dua kandidat lainnya yang berasal dari internal BI, yakni Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI Dicky Kartikoyono serta Kepala Departemen Kebijakan Makroprudensial BI Solikin M. Juhro.

Kekayaan Thomas Djiwandono

Thomas Djiwandono merupakan pria kelahiran Jakarta pada Mei 1972. Ia adalah anak dari pasangan Soedradjad Djiwandono dan Biantiningsih Miderawati.

Nama ayahnya dikenal luas sebagai mantan Gubernur Bank Indonesia. Sementara itu, sang ibu merupakan kakak kandung Presiden RI Prabowo Subianto yang juga menjabat Ketua Umum Partai Gerindra.

Baca juga: Sudewo Terjerat OTT KPK, Punya Kekayaan Rp 31,5 Miliar

Dari sisi silsilah keluarga, Thomas tercatat sebagai cicit R.M. Margono Djojohadikusumo, salah satu pendiri Bank BNI 46.

Dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) per 30 September 2024, Thomas, yang sampai hari ini masih menjabat Wamenkeu, melaporkan total kekayaan senilai Rp 73.642.522.387.

Sebagian besar asetnya berupa tanah dan bangunan dengan nilai Rp 40,57 miliar.

Dalam laporan tersebut, ia hanya mencantumkan satu properti, yakni sebidang tanah seluas 2.646 meter persegi dengan bangunan 274 meter persegi yang berlokasi di Jakarta Selatan.

Thomas juga melaporkan kepemilikan sejumlah kendaraan bernilai tinggi, terdiri dari Toyota Alphard 2.5 G AT tahun 2019 senilai Rp 800 juta.

Lalu kendaraan Hyundai Staria 2.2 2WD 8AT keluaran 2024 senilai Rp 1,065 miliar, serta sebuah Lexus tahun 2024 senilai Rp 2,35 miliar.

Selain itu, tercatat pula harta bergerak lainnya senilai Rp 1,81 miliar, surat berharga sebesar Rp 13,07 miliar, serta kas dan setara kas mencapai Rp 13,97 miliar.

Dalam laporan LHKPN yang disampaikan keponakan Presiden Prabowo tersebut, Thomas tidak mencantumkan adanya utang, sehingga total nilai kekayaannya mencapai sekitar Rp 73,64 miliar.

Baca juga: Intip Kekayaan Ahmad Sahroni, Punya 19 Harta Properti

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau