Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ini Fasilitas Sekolah Rakyat di Maluku Utara

Kompas.com, 6 Maret 2026, 14:00 WIB
Suhaiela Bahfein,
Hilda B Alexander

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku Utara tengah menyiapkan fasilitas pendidikan terpadu melalui pembangunan Sekolah Rakyat (SR) yang dirancang sebagai sekolah berasrama untuk jenjang SD hingga SMA.

Proyek tersebut dibangun untuk memperluas akses pendidikan, khususnya bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu di wilayah kepulauan.

Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda mengatakan, pembangunan SR merupakan salah satu upaya pemerintah daerah untuk memperluas akses pendidikan bagi masyarakat yang kurang mampu.

“SR ini adalah harapan bagi anak-anak Maluku Utara, khususnya dari keluarga kurang mampu. Saya berharap proyek ini dapat diselesaikan tepat waktu dengan tetap menjaga mutu dan kualitas. Tetap semangat dan jaga keselamatan kerja,” ujar Sherly, dikutip dari siaran pers, Jumat (6/3/2026).

Baca juga: 11 Sekolah Rakyat Tahap II Dibangun di Jawa Tengah, Ini Lokasinya

SR Provinsi Maluku Utara dibangun di dua lokasi, yakni Desa Rioribati, Kecamatan Jailolo Selatan, Kabupaten Halmahera Barat dengan luas lahan sekitar 86.000 meter persegi, serta Desa Kukumutuk, Kecamatan Kao, Kabupaten Halmahera Utara dengan luas sekitar 88.000 meter persegi.

Pemilihan dua lokasi tersebut bertujuan menjangkau wilayah dengan kebutuhan layanan pendidikan yang tinggi sekaligus mendorong pemerataan pembangunan sumber daya manusia di Maluku Utara.

Sekolah ini dirancang sebagai fasilitas pendidikan terpadu dengan konsep boarding school untuk jenjang SD, SMP, dan SMA.

Sejumlah fasilitas disiapkan untuk mendukung kegiatan belajar mengajar, antara lain asrama siswa putra dan putri, rumah susun guru, bangunan utilitas, serta fasilitas olahraga seperti lapangan sepak bola dengan running track, lapangan basket, dan lapangan bola voli.

Selain itu, tersedia pula gedung ibadah atau masjid, gedung serbaguna, dapur dan kitchen lab, kantin, serta berbagai fasilitas penunjang lainnya.

Dari sisi pembelajaran, sekolah ini dilengkapi ruang kelas berbasis teknologi, laboratorium keterampilan dan bengkel kerja, dan perpustakaan.

Lalu, pusat pembelajaran digital, pusat kegiatan ekstrakurikuler, hingga area hijau dan kebun sekolah sebagai bagian dari pendekatan pembelajaran berbasis lingkungan.

Desain bangunan juga mempertimbangkan aspek keberlanjutan, efisiensi energi, dan kemampuan adaptasi agar lingkungan belajar tetap kondusif dalam jangka panjang.

Digunakan Tahun Ajaran Baru

Pekerjaan konstruksi ditargetkan selesai sesuai jadwal kontrak sehingga dapat digunakan saat dimulainya Tahun Ajaran 2026/2027.

Baca juga: Penyelesaian Sekolah Rakyat di DKI Dipercepat, Maju Jadi Akhir Juni

Untuk mendukung kegiatan belajar mengajar, pembangunan dilakukan secara bertahap dengan prioritas percepatan pada fasilitas pembelajaran dan asrama siswa.

Saat ini, progres pekerjaan berada pada tahap struktur bawah di masing-masing massa bangunan.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku Utara tengah menyiapkan fasilitas pendidikan terpadu melalui pembangunan Sekolah Rakyat (SR) yang dirancang sebagai sekolah berasrama untuk jenjang SD hingga SMA.Dok. PT Hutama Karya (Persero) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku Utara tengah menyiapkan fasilitas pendidikan terpadu melalui pembangunan Sekolah Rakyat (SR) yang dirancang sebagai sekolah berasrama untuk jenjang SD hingga SMA.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau