Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Jalan Berkontur di Tol Semarang-Solo Wajib Diwaspadai, Ini Alasannya

Kompas.com, 18 Maret 2026, 10:00 WIB
Aisyah Sekar Ayu Maharani,
Hilda B Alexander

Tim Redaksi

SEMARANG, KOMPAS.com - Menjelang arus mudik Lebaran 2026, sejumlah titik di Ruas Tol Semarang-Solo diperkirakan menjadi lokasi yang perlu diwaspadai oleh pemudik.

Direktur Utama PT Transmarga Jateng (TMJ), Prajudi, mengatakan kepadatan berpotensi terjadi di beberapa titik yang memiliki karakteristik tertentu, seperti rest area serta jalur dengan kontur naik-turun.

"Kalau di Semarang-Solo ini titik-titiknya sama seperti ruas yang lain, yaitu di rest area. Tambahan lagi, karena konturnya juga ada yang turun-naik, maka di daerah tanjakan dan turunan itu menjadi salah satu perhatian kami," kata Prajudi kepada tim Merapah Trans-Jawa 2026 di Gerbang Tol (GT) Banyumanik, Minggu (15/03/2026).

Baca juga: Pemudik Bisa Nikmati Ragam Kuliner Khas Semarang-Solo di Resta Pendopo

Sebagai informasi, program Merapah 2026 mendapat dukungan penuh dari Asosiasi Tol Indonesia (ATI), PT Jasa Marga (Persero) Tbk, Honda Prospect Motor (APM), ASTRA Infra, PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk, dan Waskita Toll Road.

Ia menjelaskan, di jalur tanjakan kerap terjadi perlambatan kendaraan yang dapat memicu antrean. Sementara itu, rest area juga berpotensi menimbulkan kepadatan apabila terjadi antrean kendaraan yang hendak masuk.

"Nah, untuk rest area sendiri sudah kami antisipasi dengan cara menempatkan petugas di pintu masuk. Jadi pada saat nanti terjadi antrean memasuki jalan utama, maka akan kami lakukan penutupan di rest area," ujarnya.

Kesiapan Layanan di GT Banyumanik

Prajudi menyampaikan, pengelola tol telah menyiapkan sejumlah rekayasa operasional di GT Banyumanik untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan selama arus mudik.

"Jadi untuk di Gerbang Tol Banyumanik, memang kita lakukan rekayasa disesuaikan dengan kondisi volume lalin yang akan masuk," katanya.

Baca juga: Contraflow Tol Jakarta-Cikampek Dimulai, dari KM 55 hingga KM 70

Rekayasa tersebut antara lain menambah personel untuk membantu pengguna jalan saat melakukan transaksi tol serta mengatur arus kendaraan di gerbang.

Selain itu, pihaknya juga meningkatkan kapasitas pelayanan dengan memanfaatkan gardu reversible.

"Yang tadinya gardunya buat ke arah Semarang, itu dimanfaatkan sebanyak 4 gardu untuk bisa melayani ke arah yang Solo. Ditambah lagi dengan menambah gardu miring yang ada di paling ujung sana ya, itu menambah kapasitas. Jadi total kapasitas sebanyak 18 gardu yang kita operasikan," tutur Prajudi.

Untuk mempercepat proses transaksi, TMJ juga menyiapkan 18 unit mobile reader.

"Itu tujuannya adalah untuk membantu dalam satu gardu itu kita bisa dua kali langsung transaksi. Jadi alat itu bisa bergerak ke arah mengunjungi atau mendatangi pemakai jalan," ucapnya.

Imbauan untuk Pemudik

Prajudi juga mengimbau pemudik agar mempersiapkan kondisi pengemudi dan kendaraan sebelum melakukan perjalanan melalui Tol Semarang-Solo.

Menurut dia, pengemudi harus dalam kondisi sehat dan tidak memaksakan diri jika sudah merasa lelah selama perjalanan.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau