Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

BMKG Catat 213 Titik Panas di Riau, Jarak Pandang Mulai Menurun

Kompas.com, 29 Maret 2026, 09:20 WIB
Wahyu Wachid Anshory

Editor

KOMPAS.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru mendeteksi ratusan titik panas di Provinsi Riau yang berpotensi mengindikasikan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Fenomena ini menjadi perhatian serius karena dapat memicu kabut asap serta berdampak pada kesehatan dan aktivitas masyarakat.

Prakirawan BMKG Stasiun Pekanbaru, Anggun R, menyampaikan bahwa berdasarkan pembaruan data hingga Sabtu (28/3/2026) pukul 07.00 WIB, terdapat 213 titik panas di wilayah Riau.

"Jumlah tersebut berdasarkan pembaruan data hingga Sabtu (28/3/2026) pukul 07.00 WIB," katanya dalam keterangan di Pekanbaru dikutip dari Antara.

Baca juga: Karhutla Mengganas di Bengkalis Riau, 300 Hektar Lahan Gambut Terbakar

Di mana saja sebaran titik panas di Riau?

Dari total 213 titik panas, Kabupaten Bengkalis menjadi wilayah dengan jumlah terbanyak, yakni mencapai 91 titik.

Selain Bengkalis, sebaran titik panas juga ditemukan di sejumlah daerah lain, antara lain:

  • Kabupaten Pelalawan: 76 titik
  • Kabupaten Indragiri Hilir: 22 titik
  • Kabupaten Indragiri Hulu: 11 titik
  • Kota Dumai: 11 titik
  • Kabupaten Siak: 1 titik
  • Kabupaten Rokan Hilir: 1 titik

Sebaran ini menunjukkan bahwa potensi karhutla tersebar luas di berbagai wilayah, terutama di kawasan dengan lahan gambut yang rentan terbakar.

Baca juga: Karhutla Riau Melonjak 161 Persen, Kapolda Riau Sorot SP3 dan Denda Rp500 M Tak Tertagih

Apakah titik panas berdampak pada kondisi udara?

Sejumlah titik panas tersebut diketahui berkaitan dengan kejadian kebakaran hutan dan lahan yang memicu munculnya asap. Dampaknya mulai dirasakan di beberapa wilayah dengan menurunnya jarak pandang.

Di Kabupaten Pelalawan, jarak pandang dilaporkan hanya sekitar 5 kilometer, sementara di Kabupaten Kampar mencapai sekitar 6 kilometer.

Kondisi ini menjadi indikator awal adanya gangguan kualitas udara yang berpotensi memburuk jika kebakaran tidak segera ditangani.

Baca juga: Saat Rocky Gerung Ikut Padamkan Karhutla Bersama Kapolda Riau di Dumai

Bagaimana kondisi titik panas di Pulau Sumatera?

Secara keseluruhan, BMKG mencatat terdapat 350 titik panas di Pulau Sumatera. Dari jumlah tersebut, Provinsi Riau menjadi wilayah dengan titik panas terbanyak.

Sementara itu, provinsi lain juga mencatat jumlah titik panas sebagai berikut:

  • Kepulauan Riau: 52 titik
  • Sumatera Utara: 37 titik
  • Sumatera Barat: 14 titik
  • Jambi: 11 titik
  • Sumatera Selatan: 7 titik
  • Bengkulu: 6 titik
  • Bangka Belitung: 5 titik
  • Aceh: 4 titik

Data ini menunjukkan bahwa potensi karhutla tidak hanya terjadi di Riau, tetapi juga meluas ke berbagai wilayah di Sumatera.

Baca juga: Karhutla Riau Capai 2.713 Hektare di Awal 2026, Alarm Bahaya Jelang El Nino

Bagaimana upaya pemadaman kebakaran dilakukan?

Tim Manggala Agni dari Balai Pengendalian Perubahan Iklim dan Kebakaran Hutan dan Lahan (PPI Dalkarhut) Wilayah Sumatera saat ini masih terus berjibaku melakukan pemadaman di sejumlah titik.

Kebakaran yang terjadi tercatat memiliki luasan mencapai ratusan hektare dan tersebar di beberapa lokasi.

Beberapa titik kebakaran dengan luasan signifikan antara lain:

  • Desa Teluk Beringin, Kecamatan Kuala Kampar, Kabupaten Pelalawan dengan luas sekitar 53,3 hektare
  • Suaka Margasatwa Giam Siak Kecil, Desa Tasik Betung, Kabupaten Siak seluas sekitar 22 hektare
  • Desa Pulau Muda, Kecamatan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan dengan luas sekitar 20 hektare
  • Desa Talang Jerinjing, Kabupaten Indragiri Hulu seluas sekitar 15 hektare

Upaya pemadaman terus dilakukan dengan melibatkan berbagai pihak untuk mencegah meluasnya kebakaran.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Deretan Prank April Mop Paling Ikonik di Dunia, dari Panen Spageti hingga Burger Kidal
Deretan Prank April Mop Paling Ikonik di Dunia, dari Panen Spageti hingga Burger Kidal
Sumatera Selatan
Kenapa Ada April Mop Setiap 1 April? Ini Sejarah dan Tragedi Lucu di Baliknya
Kenapa Ada April Mop Setiap 1 April? Ini Sejarah dan Tragedi Lucu di Baliknya
Jawa Timur
Daftar Lengkap Harga BBM Pertamina di Pulau Sumatera dan Kepulauan Sekitarnya per 1 April 2026
Daftar Lengkap Harga BBM Pertamina di Pulau Sumatera dan Kepulauan Sekitarnya per 1 April 2026
Sumatera Barat
Overthinking Sebelum Tidur, Mengapa Otak Lebih Berisik di Malam Hari? Ini Kata Psikolog
Overthinking Sebelum Tidur, Mengapa Otak Lebih Berisik di Malam Hari? Ini Kata Psikolog
Banten
Harga Emas Hari Ini 1 April 2026 di Pegadaian Kompak Naik, Simak Daftar Terbaru di Awal Bulan
Harga Emas Hari Ini 1 April 2026 di Pegadaian Kompak Naik, Simak Daftar Terbaru di Awal Bulan
Kalimantan Barat
Daftar Lengkap Harga BBM Pertamina di Jawa Barat per 1 April 2026
Daftar Lengkap Harga BBM Pertamina di Jawa Barat per 1 April 2026
Jawa Barat
Promo Alfamart Hari Ini 1 April 2026, Ada Diskon 60 Persen di Tebus Suka Suka
Promo Alfamart Hari Ini 1 April 2026, Ada Diskon 60 Persen di Tebus Suka Suka
Jawa Tengah
Harga BBM Pertamina per 1 April 2026 di Sulsel, Ini Daftar Lengkapnya
Harga BBM Pertamina per 1 April 2026 di Sulsel, Ini Daftar Lengkapnya
Sulawesi Selatan
Harga Emas Antam Hari Ini 1 April 2026 Naik Rp 75.000 per Gram, Cek Daftar Lengkapnya di Awal Bulan
Harga Emas Antam Hari Ini 1 April 2026 Naik Rp 75.000 per Gram, Cek Daftar Lengkapnya di Awal Bulan
Kalimantan Barat
Promo Indomaret Hari Ini 1 April 2026, Ada Tebus Murah Hemat 50 Persen
Promo Indomaret Hari Ini 1 April 2026, Ada Tebus Murah Hemat 50 Persen
Jawa Tengah
Promo FamilyMart Hari Ini, Bayar Suka-Suka untuk FamiCafé Beverage Regular
Promo FamilyMart Hari Ini, Bayar Suka-Suka untuk FamiCafé Beverage Regular
Jawa Barat
Daftar Harga BBM Pertamina per 1 April 2026 di Jawa Timur
Daftar Harga BBM Pertamina per 1 April 2026 di Jawa Timur
Jawa Timur
Tarif Listrik Subsidi dan Non-Subsidi per 1 April 2026, Ada Kenaikan?
Tarif Listrik Subsidi dan Non-Subsidi per 1 April 2026, Ada Kenaikan?
Kalimantan Barat
Cuaca Ekstrem Picu Puting Beliung dan Longsor di Bekasi: 27 Rumah Rusak dan Warga Mengungsi
Cuaca Ekstrem Picu Puting Beliung dan Longsor di Bekasi: 27 Rumah Rusak dan Warga Mengungsi
Jawa Barat
Promo Superindo Hari Ini 1 April 2026, Buah Segar Harga Murah
Promo Superindo Hari Ini 1 April 2026, Buah Segar Harga Murah
Jawa Tengah
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Komentar
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau