Editor
KOMPAS.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru mendeteksi ratusan titik panas di Provinsi Riau yang berpotensi mengindikasikan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Fenomena ini menjadi perhatian serius karena dapat memicu kabut asap serta berdampak pada kesehatan dan aktivitas masyarakat.
Prakirawan BMKG Stasiun Pekanbaru, Anggun R, menyampaikan bahwa berdasarkan pembaruan data hingga Sabtu (28/3/2026) pukul 07.00 WIB, terdapat 213 titik panas di wilayah Riau.
"Jumlah tersebut berdasarkan pembaruan data hingga Sabtu (28/3/2026) pukul 07.00 WIB," katanya dalam keterangan di Pekanbaru dikutip dari Antara.
Baca juga: Karhutla Mengganas di Bengkalis Riau, 300 Hektar Lahan Gambut Terbakar
Dari total 213 titik panas, Kabupaten Bengkalis menjadi wilayah dengan jumlah terbanyak, yakni mencapai 91 titik.
Selain Bengkalis, sebaran titik panas juga ditemukan di sejumlah daerah lain, antara lain:
Sebaran ini menunjukkan bahwa potensi karhutla tersebar luas di berbagai wilayah, terutama di kawasan dengan lahan gambut yang rentan terbakar.
Baca juga: Karhutla Riau Melonjak 161 Persen, Kapolda Riau Sorot SP3 dan Denda Rp500 M Tak Tertagih
Sejumlah titik panas tersebut diketahui berkaitan dengan kejadian kebakaran hutan dan lahan yang memicu munculnya asap. Dampaknya mulai dirasakan di beberapa wilayah dengan menurunnya jarak pandang.
Di Kabupaten Pelalawan, jarak pandang dilaporkan hanya sekitar 5 kilometer, sementara di Kabupaten Kampar mencapai sekitar 6 kilometer.
Kondisi ini menjadi indikator awal adanya gangguan kualitas udara yang berpotensi memburuk jika kebakaran tidak segera ditangani.
Baca juga: Saat Rocky Gerung Ikut Padamkan Karhutla Bersama Kapolda Riau di Dumai
Secara keseluruhan, BMKG mencatat terdapat 350 titik panas di Pulau Sumatera. Dari jumlah tersebut, Provinsi Riau menjadi wilayah dengan titik panas terbanyak.
Sementara itu, provinsi lain juga mencatat jumlah titik panas sebagai berikut:
Data ini menunjukkan bahwa potensi karhutla tidak hanya terjadi di Riau, tetapi juga meluas ke berbagai wilayah di Sumatera.
Baca juga: Karhutla Riau Capai 2.713 Hektare di Awal 2026, Alarm Bahaya Jelang El Nino
Tim Manggala Agni dari Balai Pengendalian Perubahan Iklim dan Kebakaran Hutan dan Lahan (PPI Dalkarhut) Wilayah Sumatera saat ini masih terus berjibaku melakukan pemadaman di sejumlah titik.
Kebakaran yang terjadi tercatat memiliki luasan mencapai ratusan hektare dan tersebar di beberapa lokasi.
Beberapa titik kebakaran dengan luasan signifikan antara lain:
Upaya pemadaman terus dilakukan dengan melibatkan berbagai pihak untuk mencegah meluasnya kebakaran.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang