Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Juara Tiga Kali Jadi Korban, Petinju Indonesia Melaju ke Final SEA Games 2025

Kompas.com, 18 Desember 2025, 04:01 WIB
Firzie A. Idris

Penulis

KOMPAS.com – Petinju andalan Indonesia Maikhel Roberrd Muskita tampil impresif saat menyingkirkan petinju tuan rumah Thailand, Yomkoht Jakkapong, pada semifinal kelas 80 kilogram putra SEA Games 2025.

Bertanding di Chulalongkorn University Sport Centre, Bangkok, Rabu (17/12/2025), peraih emas SEA Games Vietnam 2021 itu langsung menekan sejak awal laga.

Maikhel bahkan sempat menjatuhkan Yomkoht pada menit awal ronde pertama di hadapan pendukung tuan rumah.

Dengan pergerakan cepat dan akurasi pukulan, Maikhel mampu menghindari skema pertarungan jarak dekat yang diandalkan lawannya.

Jab-jab tajamnya membuat juara tiga kali SEA Games (Manila 2019, Vietnam 2021, Kamboja 2023) tersebut kesulitan mengembangkan permainan sepanjang tiga ronde.

Baca juga: Pencak Silat Penuhi Target Medali SEA Games 2025, Menpora: Layak Masuk 21 Cabor Unggulan

Tantang Peraih Perunggu Olimpiade di Final

Kemenangan ini membawa Maikhel ke partai puncak kelas 80 kilogram putra.

Di final, ia akan menghadapi petinju Filipina Eumir Felix Marcial, peraih medali perunggu Olimpiade Tokyo 2020, yang melaju usai menang Referee Stop Contest (RSC) ronde kedua atas Manh Cuong Nguyen dari Vietnam.

Manajer Tim Tinju Indonesia, Sultan Sapta, menilai konsistensi Maikhel menjaga jarak menjadi kunci kemenangan.

“Luar biasa. Gerakan Maikhel jelas terlihat sangat lincah dalam menghindari pukulan Jakkapong," tuturnya dalam rilis yang diterima Kompas.com.

"Konsistensinya dalam menjaga jarak pukulan tersebut lah yang membuatnya terhindar dari jebakan pertarungan jarak pendek yang diinginkan Yomkoht Jakkapong."

Baca juga: Tim Atletik Indonesia Lampaui Target SEA Games 2025, Fokus Siapkan Atlet Menuju 2026

Hal senada disampaikan pelatih Timnas Tinju Indonesia, Hermensen Ballo, yang menyebut Maikhel sebagai satu-satunya petinju yang mampu menghentikan laju petinju Thailand hingga semifinal.

"Maikhel memang pantas memenangkan pertandingan karena kemampuannya untuk menghentikan serangan lawannya," tuturnya.

Mantan petinju Olimpiade Athena 2004, Bonyx Yusak Saweho, menambahkan bahwa kondisi prima Maikhel tak lepas dari program pemusatan latihan jangka panjang yang dijalankan Pengurus Besar Tinju (PERBATI) Indonesia sejak jauh hari.

"Makanya, seluruh petinju Indonesia yang tampil di SEA Games ke-33 Thailand bisa tampil perform sepanjang ronde," ujarnya.

Vicky Tahumil Ikuti Jejak ke Final

Selain Maikhel, Vicky Tahumil Junior juga memastikan tiket final kelas 51 kilogram putra. Vicky tampil dominan saat menundukkan Nguyen Minch Cuong (Vietnam) dengan skor telak 5-0 pada semifinal.

Halaman:
Baca tentang


Terkini Lainnya
Geber Persiapan BAC 2026, Sabar/Reza Latihan Bareng Pelatnas PBSI
Geber Persiapan BAC 2026, Sabar/Reza Latihan Bareng Pelatnas PBSI
Badminton
Fermin Lopez Pilih Beli Barang Ini Saat Terima Gaji Pertama di Barcelona
Fermin Lopez Pilih Beli Barang Ini Saat Terima Gaji Pertama di Barcelona
Liga Spanyol
Putri KW Fokus Kurangi Kesalahan Sendiri Jelang Kejuaraan Asia 2026
Putri KW Fokus Kurangi Kesalahan Sendiri Jelang Kejuaraan Asia 2026
Badminton
Hector Souto Siapkan Program Uji Coba Timnas Futsal Indonesia ke Spanyol dan Brasil
Hector Souto Siapkan Program Uji Coba Timnas Futsal Indonesia ke Spanyol dan Brasil
Timnas Indonesia
Timnas Indonesia Mampu Tandingi Bulgaria, Kesan Positif John Herdman
Timnas Indonesia Mampu Tandingi Bulgaria, Kesan Positif John Herdman
Timnas Indonesia
Persiapan Minim, Hector Souto Tak Patok Target Tinggi di Piala AFF Futsal 2026
Persiapan Minim, Hector Souto Tak Patok Target Tinggi di Piala AFF Futsal 2026
Timnas Indonesia
Bekal dari Tur Eropa, Alwi Farhan Kian Matang Tatap Kejuaraan Asia
Bekal dari Tur Eropa, Alwi Farhan Kian Matang Tatap Kejuaraan Asia
Badminton
Justin Hubner dan Jennifer Coppen Prewedding Pakai Adat Jawa
Justin Hubner dan Jennifer Coppen Prewedding Pakai Adat Jawa
Timnas Indonesia
Barcelona Berpeluang Lepas Jules Kounde, 3 Raksasa Liga Inggris Mengantre
Barcelona Berpeluang Lepas Jules Kounde, 3 Raksasa Liga Inggris Mengantre
Liga Inggris
Menanti 40 Tahun, Irak Pastikan Tiket Terakhir ke Piala Dunia 2026
Menanti 40 Tahun, Irak Pastikan Tiket Terakhir ke Piala Dunia 2026
Liga Champions
Daftar Lengkap 48 Tim di Piala Dunia 2026: Irak Lolos, Curacao Ukir Sejarah
Daftar Lengkap 48 Tim di Piala Dunia 2026: Irak Lolos, Curacao Ukir Sejarah
Internasional
Italia Gagal ke Piala Dunia: Air Mata Gennaro Gattuso, Perih Buffon
Italia Gagal ke Piala Dunia: Air Mata Gennaro Gattuso, Perih Buffon
Internasional
Malaysia Gagal ke Piala Asia 2027, Peter Cklamovski Akui Keunggulan Vietnam
Malaysia Gagal ke Piala Asia 2027, Peter Cklamovski Akui Keunggulan Vietnam
Timnas Indonesia
Timnas Indonesia Era John Herdman: Menjanjikan, tapi Masih Banyak PR
Timnas Indonesia Era John Herdman: Menjanjikan, tapi Masih Banyak PR
Timnas Indonesia
Cerita Dony Tri Bela Timnas Indonesia di FIFA Series 2026, Dapat Petuah Verdonk
Cerita Dony Tri Bela Timnas Indonesia di FIFA Series 2026, Dapat Petuah Verdonk
Timnas Indonesia
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau