Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ketum Kickboxing Indonesia Tegaskan Peran Atlet: Fokus Berlatih dan Bertanding

Kompas.com, 19 Desember 2025, 13:53 WIB
Pratama Yudha,
Sem Bagaskara

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Ketua Umum Pengurus Pusat Kickboxing Indonesia (PP KBI), Ngatino, mengingatkan kepada para atlet agar tak ikut meramaikan kisruh yang terjadi di luar pertandingan cabang olahraga kickboxing di SEA Games 2025 Thailand.

Kickboxing Indonesia telah tiba kembali ke Tanah Air pada Rabu (17/12/2025) usai bertanding di SEA Games 2025.

Secara keseluruhan, kickboxing Indonesia membawa pulang 1 emas, 1 perak, dan 4 perunggu dari pesta olahraga dua tahunan itu.

Satu-satunya medali emas diraih oleh Riyan Jefri Hamonangan Lumbanbatu dari nomor final K-1 kelas -60 kg putra.

Terlepas dari hasil positif tersebut, kabarnya terjadi kisruh yang hadir di luar pertandingan.

Baca juga: Bantu Kickboxing Penuhi Target Medali SEA Games, Riyan Jefri Bakal Gunakan Bonus Buat Hal Ini

Kontroversi itu mulai dari isu perlakuan tidak menyenangkan yang diterima manajer tim sekaligus Wakil Ketua Umum PP KBI Rosi Nurasjati oleh Konfederasi Kickboxing Asia (WAKO). Ia dituduh melanggar aturan dengan berada di sekitar venue SEA Games 2025.

Lalu ada kabar terjadinya kecurangan yang dilakukan wasit dalam pertandingan yang disampaikan atlet kickboxing Andi Mesyara Jerni Maswara, melalui akun Instagram pribadinya.

Belakangan, video tersebut telah dihapus oleh Andi Mesyara. Namun, dia mengunggah video baru yang berisikan permintaan maaf yang ditujukan kepada WAKO.

Jadikan Pelajaran

Menyoal sejumlah kisruh tersebut, Ngatino memilih untuk menyelesaikannya secara internal dan menjadikan hal itu sebagai pelajaran agar ke depannya kickboxing Indonesia bisa tampil lebih baik.

"Itu kan kacamata orang melihat. Namanya bertanding, ada kalah ada menang, ada yang puas ada yang tidak, itu hal biasa."

"Tapi, itu jadi pembelajaran kita sebagai atlet, pengurus, tentunya harus melihat ke depannya kayak apa," kata Ngatino selepas acara penyambutan kepulangan atlet SEA Games 2025 di Bandara Soekarno-Hatta, Banten, Rabu (17/12/2025).

Baca juga: Jadwal Free Fire SEA Games 2025: Peluang Indonesia Petik Emas Hari Ini

"Kalau kami tegaskan seperti ini. Masalah WAKO Asia kan dengan pribadi. Tetapi kalau pandangan WAKO itu ada yang dipermasalahkan, pasti ada jalannya nanti diselesaikan."

"Dalam menghadapi SEA Games ini kan kita juga tidak mau ribut dan sebagainya. Saya kira ini mengalir saja. Mudah-mudahan masalah riak-riak dalam perkembangan dunia organisasi, bisa dilewati dan ini juga mematangkan organisasi kita ke depan," jelasnya.

Ingatkan Atlet

Perihal atlet yang ikut bersuara lewat media sosial, dalam hal ini Andi Mesyara Jerni, Ngatino mengingatkan bahwa tugas atlet adalah bertanding.

"Atlet-atlet semestinya tidak harus ikut dalam persoalan ini juga. Karena atlet tugasnya adalah berlatih untuk bertanding," ungkap dia.

Ketika dikonfirmasi apakah akan ada tindak lanjut kepada sang atlet, Ngatino mengisyaratkan untuk membahasnya secara internal.

"Ya kita lihat saja nanti (soal tindak lanjut kepada atlet)," tutur Ngatino.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang


Terkini Lainnya
Geber Persiapan BAC 2026, Sabar/Reza Latihan Bareng Pelatnas PBSI
Geber Persiapan BAC 2026, Sabar/Reza Latihan Bareng Pelatnas PBSI
Badminton
Fermin Lopez Pilih Beli Barang Ini Saat Terima Gaji Pertama di Barcelona
Fermin Lopez Pilih Beli Barang Ini Saat Terima Gaji Pertama di Barcelona
Liga Spanyol
Putri KW Fokus Kurangi Kesalahan Sendiri Jelang Kejuaraan Asia 2026
Putri KW Fokus Kurangi Kesalahan Sendiri Jelang Kejuaraan Asia 2026
Badminton
Hector Souto Siapkan Program Uji Coba Timnas Futsal Indonesia ke Spanyol dan Brasil
Hector Souto Siapkan Program Uji Coba Timnas Futsal Indonesia ke Spanyol dan Brasil
Timnas Indonesia
Timnas Indonesia Mampu Tandingi Bulgaria, Kesan Positif John Herdman
Timnas Indonesia Mampu Tandingi Bulgaria, Kesan Positif John Herdman
Timnas Indonesia
Persiapan Minim, Hector Souto Tak Patok Target Tinggi di Piala AFF Futsal 2026
Persiapan Minim, Hector Souto Tak Patok Target Tinggi di Piala AFF Futsal 2026
Timnas Indonesia
Bekal dari Tur Eropa, Alwi Farhan Kian Matang Tatap Kejuaraan Asia
Bekal dari Tur Eropa, Alwi Farhan Kian Matang Tatap Kejuaraan Asia
Badminton
Justin Hubner dan Jennifer Coppen Prewedding Pakai Adat Jawa
Justin Hubner dan Jennifer Coppen Prewedding Pakai Adat Jawa
Timnas Indonesia
Barcelona Berpeluang Lepas Jules Kounde, 3 Raksasa Liga Inggris Mengantre
Barcelona Berpeluang Lepas Jules Kounde, 3 Raksasa Liga Inggris Mengantre
Liga Inggris
Menanti 40 Tahun, Irak Pastikan Tiket Terakhir ke Piala Dunia 2026
Menanti 40 Tahun, Irak Pastikan Tiket Terakhir ke Piala Dunia 2026
Liga Champions
Daftar Lengkap 48 Tim di Piala Dunia 2026: Irak Lolos, Curacao Ukir Sejarah
Daftar Lengkap 48 Tim di Piala Dunia 2026: Irak Lolos, Curacao Ukir Sejarah
Internasional
Italia Gagal ke Piala Dunia: Air Mata Gennaro Gattuso, Perih Buffon
Italia Gagal ke Piala Dunia: Air Mata Gennaro Gattuso, Perih Buffon
Internasional
Malaysia Gagal ke Piala Asia 2027, Peter Cklamovski Akui Keunggulan Vietnam
Malaysia Gagal ke Piala Asia 2027, Peter Cklamovski Akui Keunggulan Vietnam
Timnas Indonesia
Timnas Indonesia Era John Herdman: Menjanjikan, tapi Masih Banyak PR
Timnas Indonesia Era John Herdman: Menjanjikan, tapi Masih Banyak PR
Timnas Indonesia
Cerita Dony Tri Bela Timnas Indonesia di FIFA Series 2026, Dapat Petuah Verdonk
Cerita Dony Tri Bela Timnas Indonesia di FIFA Series 2026, Dapat Petuah Verdonk
Timnas Indonesia
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau