KOMPAS.com - Tim balap sepeda road race Indonesia berhasil membawa pulang dua medali emas dari ajang SEA Games 2025 Thailand. Sukses ini diharapkan bisa berlanjut ke Asian Games 2026.
Tambahan dua medali emas Indonesia hadir dari cabang olahraga balap sepeda disiplin road race lewat nomor individual time trial (ITT) putri yang dipersembahkan Ayustina Delia Priatna.
Kemudian, medali emas kedua hadir dari team time trial (TTT) putra yang diperkuat diperkuat Aiman Cahyadi, Muhammad Raihan Maulidan, Muhammad Andy Royan, Muhammad Syelhan Nurrahmat, dan Maulana Astnan Al Hayat.
Keberhasilan meraih dua emas dilengkapi dengan dua medali perak dan dua medali perunggu yang membuat Indonesia membawa pulang total enam medali dari disiplin road race.
Kepulangan Tim Balap Sepeda Indonesia ke Tanah Air pun disambut oleh Indonesia Cycling Federation (ICF) atau PB ISSI bersama dengan perwakilan Komite Olimpiade Indonesia (KOI/NOC Indonesia) dan Kemenpora di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Jumat (19/12/2025) siang WIB.
Baca juga: Aldila/Janice Tutup Perjuangan Tenis Indonesia di SEA Games 2025 dengan Sempurna
"Alhamdulillah kita sudah kembali ke Tanah Air, ini salah satu tugas negara yang kita tunggu di tahun di tahun ini. Terima kasih banyak kepada Bapak Ketua ICF, Listyo Sigit Prabowo, kemudian Bapak Presiden, Kemenpora, terima kasih banyak atas kesempatannya," kata Aiman sebagai perwakilan atlet.
"Dan terima kasih banyak kepada masyarakat Indonesia, orang tua dan keluarga yang sudah mendukung dan mendoakan dan memberikan dukungan yang terbaik. Dan juga tidak lupa teman-teman satu perjuangan yang sama-sama berjuang, pelatih dan juga ofisial yang bekerja di lapangan maupun di office," ungkap dia.
Aiman menerangkan bahwa raihan medali emas ini tak didapat dengan mudah. Pasalnya, tuan rumah Thailand telah mendesain trek agar rutenya tak diketahui lawan.
"Persaingan kita melawan tuan rumah yang sudah mendesain (trek) sedemikian rupa rutenya, itu menjadi salah satu tantangan dan akhirnya kita memilih bisa datang lebih awal sebelum event itu berlangsung, kita kurang lebih di sana itu satu minggu, bahkan hampir 12 hari sebelum event pertandingan," ujar Aiman.
Beruntung, tim balap sepeda Indonesia bisa datang lebih awal untuk mempelajari sembari membiasakan diri dengan trek yang akan dilalui.
Menyoal target berikutnya, Aiman menyasar prestasi di Asian Games 2026. Maka itu, dia berharap pemusatan latihan nasional tetap berlanjut sebagai persiapan menuju kejuaraan selanjutnya.
Baca juga: Ketum Kickboxing Indonesia Tegaskan Peran Atlet: Fokus Berlatih dan Bertanding
"Mudah-mudahan setelah ini kita masih berlanjut training camp, dan juga pembinaan itu jangan berhenti, karena yang sudah-sudah setelah SEA Games bubar, nanti seleksi lagi, masuk lagi," ucap Aiman.
"Yang kita inginkan terus konsisten untuk pembinaan karena di depan ini yang paling dekat udah ada Asian Games, terus nyambung lagi SEA games lagi, dan mungkin siapa tahu teman-teman ada yang lolos Olimpiade, mudah-mudahan, nah itu menjadi salah satu yang kita harapkan," jelasnya.
Menyoal bonus medali emas, Aiman dan kawan-kawan sepakat untuk menggunakannya sebagai investasi masa pensiun.
"Bonus mungkin untuk persiapan pensiun, punya rumah sendiri, disisihkan saja," ujar Aiman yang juga disepakati oleh rekan-rekan setimnya.
Baca juga: Respons Erick Thohir Usai Kontingen Indonesia Raih Target Medali Emas
Sementara itu, Brigjen Pol Moh Irhamni selaku Komite Manajemen ICF, mengatakan bahwa medali-medali yang diperoleh tim balap sepeda road race Indonesia merupakan pencapaian istimewa dan hasil kerja keras para atlet.
"Ini adalah pencapaian rekan-rekan sekalian mewakili bangsa dan negara Indonesia diajak SEA Games ke 2025 di Thailand. Tentunya ini berkat kerja keras rekan-rekan atlet, kemudian dukungan dari latih ofisial dan dukungan dari masyarakat seluruh Indonesia," tutur Irhamni.
"Kami mengucapkan terima kasih kerja keras rekan-rekan sekalian, kemudian kerja keras dari masing-masing pengurus besar dan dukungan masyarakat serta pihak-pihak yang mendukung kegiatan-kegiatan selama rekan-rekan atlet latihan."
"Tentunya tanpa latihan keras, saudara-saudara kita atlet ini tidak akan mencapai prestasi yang luar biasa ini," jelas pria yang juga menjabat sebagai Direktur Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Bareskrim Polri.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang