Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Harapan Tim Balap Sepeda Road Race Usai Raih 2 Emas SEA Games 2025

Kompas.com, 20 Desember 2025, 05:47 WIB
Pratama Yudha,
Sem Bagaskara

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Tim balap sepeda road race Indonesia berhasil membawa pulang dua medali emas dari ajang SEA Games 2025 Thailand. Sukses ini diharapkan bisa berlanjut ke Asian Games 2026.

Tambahan dua medali emas Indonesia hadir dari cabang olahraga balap sepeda disiplin road race lewat nomor individual time trial (ITT) putri yang dipersembahkan Ayustina Delia Priatna.

Kemudian, medali emas kedua hadir dari team time trial (TTT) putra yang diperkuat diperkuat Aiman Cahyadi, Muhammad Raihan Maulidan, Muhammad Andy Royan, Muhammad Syelhan Nurrahmat, dan Maulana Astnan Al Hayat.

Keberhasilan meraih dua emas dilengkapi dengan dua medali perak dan dua medali perunggu yang membuat Indonesia membawa pulang total enam medali dari disiplin road race.

Kepulangan Tim Balap Sepeda Indonesia ke Tanah Air pun disambut oleh Indonesia Cycling Federation (ICF) atau PB ISSI bersama dengan perwakilan Komite Olimpiade Indonesia (KOI/NOC Indonesia) dan Kemenpora di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Jumat (19/12/2025) siang WIB.

Baca juga: Aldila/Janice Tutup Perjuangan Tenis Indonesia di SEA Games 2025 dengan Sempurna

"Alhamdulillah kita sudah kembali ke Tanah Air, ini salah satu tugas negara yang kita tunggu di tahun di tahun ini. Terima kasih banyak kepada Bapak Ketua ICF, Listyo Sigit Prabowo, kemudian Bapak Presiden, Kemenpora, terima kasih banyak atas kesempatannya," kata Aiman sebagai perwakilan atlet.

"Dan terima kasih banyak kepada masyarakat Indonesia, orang tua dan keluarga yang sudah mendukung dan mendoakan dan memberikan dukungan yang terbaik. Dan juga tidak lupa teman-teman satu perjuangan yang sama-sama berjuang, pelatih dan juga ofisial yang bekerja di lapangan maupun di office," ungkap dia.

Tantangan di SEA Games 2025

Aiman menerangkan bahwa raihan medali emas ini tak didapat dengan mudah. Pasalnya, tuan rumah Thailand telah mendesain trek agar rutenya tak diketahui lawan.

"Persaingan kita melawan tuan rumah yang sudah mendesain (trek) sedemikian rupa rutenya, itu menjadi salah satu tantangan dan akhirnya kita memilih bisa datang lebih awal sebelum event itu berlangsung, kita kurang lebih di sana itu satu minggu, bahkan hampir 12 hari sebelum event pertandingan," ujar Aiman.

Beruntung, tim balap sepeda Indonesia bisa datang lebih awal untuk mempelajari sembari membiasakan diri dengan trek yang akan dilalui.

Menyoal target berikutnya, Aiman menyasar prestasi di Asian Games 2026. Maka itu, dia berharap pemusatan latihan nasional tetap berlanjut sebagai persiapan menuju kejuaraan selanjutnya.

Baca juga: Ketum Kickboxing Indonesia Tegaskan Peran Atlet: Fokus Berlatih dan Bertanding

"Mudah-mudahan setelah ini kita masih berlanjut training camp, dan juga pembinaan itu jangan berhenti, karena yang sudah-sudah setelah SEA Games bubar, nanti seleksi lagi, masuk lagi," ucap Aiman.

"Yang kita inginkan terus konsisten untuk pembinaan karena di depan ini yang paling dekat udah ada Asian Games, terus nyambung lagi SEA games lagi, dan mungkin siapa tahu teman-teman ada yang lolos Olimpiade, mudah-mudahan, nah itu menjadi salah satu yang kita harapkan," jelasnya.

Pemanfaatan Bonus

Menyoal bonus medali emas, Aiman dan kawan-kawan sepakat untuk menggunakannya sebagai investasi masa pensiun.

"Bonus mungkin untuk persiapan pensiun, punya rumah sendiri, disisihkan saja," ujar Aiman yang juga disepakati oleh rekan-rekan setimnya.

Baca juga: Respons Erick Thohir Usai Kontingen Indonesia Raih Target Medali Emas

Sementara itu, Brigjen Pol Moh Irhamni selaku Komite Manajemen ICF, mengatakan bahwa medali-medali yang diperoleh tim balap sepeda road race Indonesia merupakan pencapaian istimewa dan hasil kerja keras para atlet.

"Ini adalah pencapaian rekan-rekan sekalian mewakili bangsa dan negara Indonesia diajak SEA Games ke 2025 di Thailand. Tentunya ini berkat kerja keras rekan-rekan atlet, kemudian dukungan dari latih ofisial dan dukungan dari masyarakat seluruh Indonesia," tutur Irhamni.

"Kami mengucapkan terima kasih kerja keras rekan-rekan sekalian, kemudian kerja keras dari masing-masing pengurus besar dan dukungan masyarakat serta pihak-pihak yang mendukung kegiatan-kegiatan selama rekan-rekan atlet latihan."

"Tentunya tanpa latihan keras, saudara-saudara kita atlet ini tidak akan mencapai prestasi yang luar biasa ini," jelas pria yang juga menjabat sebagai Direktur Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Bareskrim Polri.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang


Terkini Lainnya
Geber Persiapan BAC 2026, Sabar/Reza Latihan Bareng Pelatnas PBSI
Geber Persiapan BAC 2026, Sabar/Reza Latihan Bareng Pelatnas PBSI
Badminton
Fermin Lopez Pilih Beli Barang Ini Saat Terima Gaji Pertama di Barcelona
Fermin Lopez Pilih Beli Barang Ini Saat Terima Gaji Pertama di Barcelona
Liga Spanyol
Putri KW Fokus Kurangi Kesalahan Sendiri Jelang Kejuaraan Asia 2026
Putri KW Fokus Kurangi Kesalahan Sendiri Jelang Kejuaraan Asia 2026
Badminton
Hector Souto Siapkan Program Uji Coba Timnas Futsal Indonesia ke Spanyol dan Brasil
Hector Souto Siapkan Program Uji Coba Timnas Futsal Indonesia ke Spanyol dan Brasil
Timnas Indonesia
Timnas Indonesia Mampu Tandingi Bulgaria, Kesan Positif John Herdman
Timnas Indonesia Mampu Tandingi Bulgaria, Kesan Positif John Herdman
Timnas Indonesia
Persiapan Minim, Hector Souto Tak Patok Target Tinggi di Piala AFF Futsal 2026
Persiapan Minim, Hector Souto Tak Patok Target Tinggi di Piala AFF Futsal 2026
Timnas Indonesia
Bekal dari Tur Eropa, Alwi Farhan Kian Matang Tatap Kejuaraan Asia
Bekal dari Tur Eropa, Alwi Farhan Kian Matang Tatap Kejuaraan Asia
Badminton
Justin Hubner dan Jennifer Coppen Prewedding Pakai Adat Jawa
Justin Hubner dan Jennifer Coppen Prewedding Pakai Adat Jawa
Timnas Indonesia
Barcelona Berpeluang Lepas Jules Kounde, 3 Raksasa Liga Inggris Mengantre
Barcelona Berpeluang Lepas Jules Kounde, 3 Raksasa Liga Inggris Mengantre
Liga Inggris
Menanti 40 Tahun, Irak Pastikan Tiket Terakhir ke Piala Dunia 2026
Menanti 40 Tahun, Irak Pastikan Tiket Terakhir ke Piala Dunia 2026
Liga Champions
Daftar Lengkap 48 Tim di Piala Dunia 2026: Irak Lolos, Curacao Ukir Sejarah
Daftar Lengkap 48 Tim di Piala Dunia 2026: Irak Lolos, Curacao Ukir Sejarah
Internasional
Italia Gagal ke Piala Dunia: Air Mata Gennaro Gattuso, Perih Buffon
Italia Gagal ke Piala Dunia: Air Mata Gennaro Gattuso, Perih Buffon
Internasional
Malaysia Gagal ke Piala Asia 2027, Peter Cklamovski Akui Keunggulan Vietnam
Malaysia Gagal ke Piala Asia 2027, Peter Cklamovski Akui Keunggulan Vietnam
Timnas Indonesia
Timnas Indonesia Era John Herdman: Menjanjikan, tapi Masih Banyak PR
Timnas Indonesia Era John Herdman: Menjanjikan, tapi Masih Banyak PR
Timnas Indonesia
Cerita Dony Tri Bela Timnas Indonesia di FIFA Series 2026, Dapat Petuah Verdonk
Cerita Dony Tri Bela Timnas Indonesia di FIFA Series 2026, Dapat Petuah Verdonk
Timnas Indonesia
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau