Penulis
KOMPAS.com — Pengamat olahraga nasional Fritzs Simandjuntak memberikan apresiasi tinggi atas pencapaian kontingen Indonesia yang berhasil mengoleksi 91 medali emas pada SEA Games 2025.
Menurut Fritzs, raihan tersebut mencerminkan kerja keras dan dedikasi para atlet Merah Putih sepanjang ajang multievent olahraga Asia Tenggara itu.
Ia juga menyampaikan ucapan selamat atas keberhasilan Indonesia finis di peringkat kedua klasemen akhir perolehan medali.
“Pertama-tama saya ucapkan selamat kepada seluruh atlet Indonesia yang berhasil meraih 91 medali emas. Ini pencapaian yang sangat luar biasa,” ujar Fritzs dalam keterangan pers yang diterima pada Sabtu (20/12/2025).
Baca juga: Closing Ceremony SEA Games 2025: Kontingen Indonesia Dipimpin Atlet 17 Tahun
Fritzs secara khusus menyoroti penampilan atlet asal Magetan, Martina Ayu Pratiwi, yang mencetak sejarah dengan meraih lima medali emas dan dua perak.
“Belum pernah ada atlet Indonesia dengan pencapaian seperti Martina. Ini prestasi yang sangat hebat dan layak mendapat perhatian khusus,” katanya.
Martina Ayu Pratiwi (paling kanan) saat memperkuat Tim Mixed Relay Triathlon di Chonburi, Thailand, pada pergelaran SEA Games 2025.Selain itu, ia menilai sejumlah cabang olahraga mampu melampaui target yang ditetapkan, di antaranya atletik, bulu tangkis, panahan, panjat tebing, dan angkat besi.
Fritzs juga menyoroti pencapaian Rizki, yang meraih medali emas sekaligus memecahkan rekor dunia angkat besi, sebagai salah satu momen menonjol di SEA Games 2025.
Baca juga: Analisis Eks Kapten Timnas Futsal Indonesia Usai Garuda Raih Emas di SEA Games 2025
Meski demikian, Fritzs mengingatkan masih terdapat pekerjaan rumah besar, khususnya terkait persiapan menuju cabang olahraga Olimpiade.
Ia menitikberatkan cabang renang, di mana Indonesia hanya meraih tiga emas, sementara Singapura mendominasi dengan 14 emas.
Menurutnya, menarik untuk dicermati bahwa emas renang Indonesia justru diraih oleh atlet yang berlatih di dalam negeri, sementara atlet yang menjalani latihan di luar negeri belum menunjukkan hasil optimal.
Sebagai rekomendasi, Fritzs mendorong pemerintah dan pemangku kepentingan olahraga untuk segera mewujudkan fasilitas pelatihan terpusat sesuai visi Presiden, meningkatkan frekuensi kompetisi nasional dan internasional di dalam negeri dengan memanfaatkan fasilitas eks PON, serta segera memulai pemusatan latihan nasional menuju Asian Games 2026 dan Olimpiade 2028.
Baca juga: Kunci Keberhasilan Timnas Futsal Indonesia Runtuhkan Dominasi Thailand di SEA Games
Perjuangan kontingen Indonesia di SEA Games 2025 Thailand berakhir dengan catatan impresif.
Raihan 91 emas tidak hanya melampaui target awal 80 emas, tetapi juga menjadi jumlah medali emas terbanyak ketiga yang diraih Indonesia saat berlaga di luar negeri sejak pertama kali mengikuti SEA Games pada 1977.
Catatan terbaik tandang masih terjadi pada SEA Games 1989 Kuala Lumpur dengan 102 emas, disusul SEA Games 1991 Manila dengan 92 emas. Prestasi di Thailand ini juga menjadi yang terbaik dalam 32 tahun terakhir, melampaui torehan 88 emas pada SEA Games 1993 Singapura.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang