Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Tingkatkan Sports Tourism, Kemenpora Jalin Kerja Sama dengan Kemenpar

Kompas.com, 22 Desember 2025, 22:30 WIB
Pratama Yudha,
Firzie A. Idris

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI) menggandeng Kementerian Pariwisata (Kemenpar) guna meningkatkan industri sports tourism mulai 2026. 

Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dilakukan langsung oleh Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Erick Thohir, dengan Menteri Pariwisata (Menpar), Widiyanti Putri Wardhana, di Wisma Kemenpora, Jakarta, Senin (22/12/2025).

Lewat kerja sama ini, diharapkan pelaksanaan program dan kegiatan sektor kepemudaan, keolahragaan, dan kepariwisataan bisa meningkat. 

"Transformasi di Kemenpora akan berhasil jika dilakukan dengan kolaborasi lintas sektor. Sinergitas dengan Kemenpar dilakukan agar bagaimana bisa memberikan dampak baik terhadap sport tourism," ujar Menpora Erick Thohir.

Dikatakan Erick, sports tourism Indonesia memiliki potensi besar yang belum dimaksimalkan.

Baca juga: Peningkatan Bonus Pacu Prestasi Tim Indonesia di SEA Games 2025

Butuh Kolaborasi Lintas Sektor

Maka itu, Kemenpora butuh sinergi lintas sektor, terutama dengan Kemenpar untuk memetakan tempat-tempat wisata yang juga mempunyai potensi dikembangkan ke industri sport tourism.

"Salah satu program kami yang nanti juga akan sinergi dengan Menteri Parawisata, kita ingin coba memetakan potensi daerah wisata yang berhubungan dengan sports tourism," kata Erick.

"Contoh misalnya kita terkenal dengan beberapa wilayah untuk mendaki. Atau mungkin surfing tadi ya ada di Banyuwangi ada di Lampung kita petakan dulu."

"Karena ini bukan eranya kita membuat program-program menara gading yang sendiri-sendiri. Nah ini yang kita sinergikan titik-titiknya."

"Misalnya kita fokus dulu di beberapa titik lokasi surfing. Kalau sampai 2029 ada tiga itu jadi, sudah berapa banyak impact yang datang," jelasnya.

Baca juga: Cerita Aldila Sutjiadi/Janice Tjen soal Insiden Lagu Indonesia Raya Mati di SEA Games 2025

Prospek Sport Tourism

Upaya peningkatan sport tourism dilakukan Erick berkaca dari data United Nations World Tourism Organization (UNWTO) yang mencatat sports tourism telah menyumbang lebih dari sepuluh persen total belanja pariwisata dunia dan diproyeksikan tumbuh hingga 17,5 persen per tahun hingga 2030 mendatang.

Penonton antre masuk Sirkuit Mandalika di Lombok, NTB, tempat berlangsungnya MotoGP Indonesia 2025, Minggu (5/10/2025).KOMPAS.com/Karnia Septia Penonton antre masuk Sirkuit Mandalika di Lombok, NTB, tempat berlangsungnya MotoGP Indonesia 2025, Minggu (5/10/2025).

Data tersebut menunjukkan prospek dari sport tourism sangat besar di masa depan.

Berdasarkan data Kementerian Pariwisata juga mencatat bahwa nilai ekonomi sport tourism mencapai Rp18,79 triliun pada 2024. 

Sementara itu, Menpar Widiyanti merespons positif kerja sama dengan Kemenpora.

Dia menyebut pariwisata menjadi salah satu penggerak penting perekonomian nasional. Maka itu, potensi besar ini harus dimanfaatkan dengan baik. 

"Kami percaya sinergi antara Kemenpora dengan Kemenpar dapat memperkuat pengembangan sport tourism dan memberi dampak ekonomi," ujar Widiyanti.

"Tentu kami senang apabila lebih banyak event olahraga di destinasi itu menggerakkan masyarakat ke destinasi jadi lebih banyak. UMKM di sana hidup, masyarakat daerah juga mendapat pemasukan yang lebih di saat-saat event-event tersebut," tambahnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Geber Persiapan BAC 2026, Sabar/Reza Latihan Bareng Pelatnas PBSI
Geber Persiapan BAC 2026, Sabar/Reza Latihan Bareng Pelatnas PBSI
Badminton
Fermin Lopez Pilih Beli Barang Ini Saat Terima Gaji Pertama di Barcelona
Fermin Lopez Pilih Beli Barang Ini Saat Terima Gaji Pertama di Barcelona
Liga Spanyol
Putri KW Fokus Kurangi Kesalahan Sendiri Jelang Kejuaraan Asia 2026
Putri KW Fokus Kurangi Kesalahan Sendiri Jelang Kejuaraan Asia 2026
Badminton
Hector Souto Siapkan Program Uji Coba Timnas Futsal Indonesia ke Spanyol dan Brasil
Hector Souto Siapkan Program Uji Coba Timnas Futsal Indonesia ke Spanyol dan Brasil
Timnas Indonesia
Timnas Indonesia Mampu Tandingi Bulgaria, Kesan Positif John Herdman
Timnas Indonesia Mampu Tandingi Bulgaria, Kesan Positif John Herdman
Timnas Indonesia
Persiapan Minim, Hector Souto Tak Patok Target Tinggi di Piala AFF Futsal 2026
Persiapan Minim, Hector Souto Tak Patok Target Tinggi di Piala AFF Futsal 2026
Timnas Indonesia
Bekal dari Tur Eropa, Alwi Farhan Kian Matang Tatap Kejuaraan Asia
Bekal dari Tur Eropa, Alwi Farhan Kian Matang Tatap Kejuaraan Asia
Badminton
Justin Hubner dan Jennifer Coppen Prewedding Pakai Adat Jawa
Justin Hubner dan Jennifer Coppen Prewedding Pakai Adat Jawa
Timnas Indonesia
Barcelona Berpeluang Lepas Jules Kounde, 3 Raksasa Liga Inggris Mengantre
Barcelona Berpeluang Lepas Jules Kounde, 3 Raksasa Liga Inggris Mengantre
Liga Inggris
Menanti 40 Tahun, Irak Pastikan Tiket Terakhir ke Piala Dunia 2026
Menanti 40 Tahun, Irak Pastikan Tiket Terakhir ke Piala Dunia 2026
Liga Champions
Daftar Lengkap 48 Tim di Piala Dunia 2026: Irak Lolos, Curacao Ukir Sejarah
Daftar Lengkap 48 Tim di Piala Dunia 2026: Irak Lolos, Curacao Ukir Sejarah
Internasional
Italia Gagal ke Piala Dunia: Air Mata Gennaro Gattuso, Perih Buffon
Italia Gagal ke Piala Dunia: Air Mata Gennaro Gattuso, Perih Buffon
Internasional
Malaysia Gagal ke Piala Asia 2027, Peter Cklamovski Akui Keunggulan Vietnam
Malaysia Gagal ke Piala Asia 2027, Peter Cklamovski Akui Keunggulan Vietnam
Timnas Indonesia
Timnas Indonesia Era John Herdman: Menjanjikan, tapi Masih Banyak PR
Timnas Indonesia Era John Herdman: Menjanjikan, tapi Masih Banyak PR
Timnas Indonesia
Cerita Dony Tri Bela Timnas Indonesia di FIFA Series 2026, Dapat Petuah Verdonk
Cerita Dony Tri Bela Timnas Indonesia di FIFA Series 2026, Dapat Petuah Verdonk
Timnas Indonesia
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau