KOMPAS.com - Raja Sapta Oktohari menyatakan pihaknya belum menerima informasi resmi soal penghapusan batas partisipasi cabang olahraga sepak bola di Asian Games 2026.
Raja Sapta Oktohari selaku Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI/NOC Indonesia) masih membuka peluang Timnas U23 Indonesia tampil di multievent empat tahunan tersebut.
Sebelumnya, OCA bersama AFC dan panitia pelaksana Asian Games 2026 sepakat untuk menerapkan aturan baru yang membatasi partisipan sepak bola putra dan putri hanya kepada 16 negara yang tampil di Piala Asia U23 2026.
Keputusan ini memicu protes dari sejumlah negara. Sebab, kondisi ini membuat peluang negara lainnya untuk ambil bagian di Asian Games 2026 menjadi tertutup.
Indonesia menjadi salah satu negara yang dipastikan tidak dapat mengirimkan wakil andai regulasi itu diterapkan.
Sebab, Timnas U23 Indonesia gagal lolos ke Piala Asia U23 2026. Sementara Timnas Putri Indonesia juga tidak berhasil melaju ke Piala Asia Wanita 2026.
Baca juga: Meksiko Pakai Robot Anjing dan Drone untuk Amankan Piala Dunia 2026
Belakangan tersiar kabar bahwa Dewan Olimpiade Asia (OCA) menghapus aturan pembatasan jumlah peserta untuk sepak bola putra dan putri di Asian Games 2026 Nagoya, Jepang.
Informasi tersebut awalnya ramai dari media sosial ASEAN Football. Namun, kabar tersebut dipastikan tidak benar.
Selebrasi para pemain pemain Timnas U23 Indonesia saat merayakan gol Rafael Struick pada laga persahabatan antara Indonesia vs Mali di Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor, Selasa (18/11/2025).Hal itu dikonfirmasi Ketua Umum NOC Indonesia, Raja Sapta Oktohari, yang menegaskan bahwa pihaknya belum menerima pemberitahuan resmi dari OCA terkait kabar tersebut.
Sehingga, NOC Indonesia belum bisa memberikan keterangan lebih lanjut.
“Jadi kami mendengar ada informasi mengenai perubahan aturan sepak bola Asian Games. Sampai saat ini NOC Indonesia belum menerima apa pun dari OCA sehingga kami tidak merespons secara langsung,” ujar Oktohari ketika ditemui di Jakarta, Jumat (13/3/2026).
Baca juga: Respons Carrick soal Kritik Scholes kepada Permainan Man United
Lebih lanjut, Oktohari mengungkapkan bahwa NOC Indonesia terus berkoordinasi dengan OCA guna memastikan kebenaran kabar tersebut.
Namun, Oktohari memastikan bahwa hingga saat ini belum ada perubahan aturan sepak bola Asian Games 2026 yang diterima secara resmi.
“Kami sudah berkomunikasi dengan OCA sehingga kami menyampaikan kepada masyarakat Indonesia, khususnya pencinta sepak bola Indonesia, bahwa per hari ini belum ada perubahan,” ucap Oktohari.
Oktohari menyadari bahwa aturan baru ini membuat Indonesia menjadi salah satu negara yang dirugikan.
Maka dari itu, NOC Indonesia akan terus menyuarakan aspirasi bersama negara-negara lain yang merasa dirugikan oleh kebijakan sebelumnya terkait pembatasan jumlah peserta sepak bola.
“Kami akan terus menyuarakan bersama negara-negara lain yang dirugikan dengan kebijakan yang diambil oleh OCA tanpa sosialisasi terkait pembatasan 16 tim di Asian Games Nagoya 2026,” ujar Oktohari.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang