Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

NOC Indonesia Belum Terima Info Perubahan Aturan Sepak Bola Asian Games 2026

Kompas.com, 13 Maret 2026, 23:54 WIB
Pratama Yudha,
Sem Bagaskara

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Raja Sapta Oktohari menyatakan pihaknya belum menerima informasi resmi soal penghapusan batas partisipasi cabang olahraga sepak bola di Asian Games 2026.

Raja Sapta Oktohari selaku Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI/NOC Indonesia) masih membuka peluang Timnas U23 Indonesia tampil di multievent empat tahunan tersebut.

Sebelumnya, OCA bersama AFC dan panitia pelaksana Asian Games 2026 sepakat untuk menerapkan aturan baru yang membatasi partisipan sepak bola putra dan putri hanya kepada 16 negara yang tampil di Piala Asia U23 2026. 

Keputusan ini memicu protes dari sejumlah negara. Sebab, kondisi ini membuat peluang negara lainnya untuk ambil bagian di Asian Games 2026 menjadi tertutup.

Indonesia menjadi salah satu negara yang dipastikan tidak dapat mengirimkan wakil andai regulasi itu diterapkan.

Sebab, Timnas U23 Indonesia gagal lolos ke Piala Asia U23 2026. Sementara Timnas Putri Indonesia juga tidak berhasil melaju ke Piala Asia Wanita 2026.

Baca juga: Meksiko Pakai Robot Anjing dan Drone untuk Amankan Piala Dunia 2026

Belakangan tersiar kabar bahwa Dewan Olimpiade Asia (OCA) menghapus aturan pembatasan jumlah peserta untuk sepak bola putra dan putri di Asian Games 2026 Nagoya, Jepang.

Informasi tersebut awalnya ramai dari media sosial ASEAN Football. Namun, kabar tersebut dipastikan tidak benar.

Selebrasi para pemain pemain Timnas U23 Indonesia saat merayakan gol Rafael Struick pada laga persahabatan antara Indonesia vs Mali di Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor, Selasa (18/11/2025).KOMPAS.com/ANTONIUS ADITYA MAHENDRA Selebrasi para pemain pemain Timnas U23 Indonesia saat merayakan gol Rafael Struick pada laga persahabatan antara Indonesia vs Mali di Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor, Selasa (18/11/2025).

Belum Dapatkan Informasi Resmi

Hal itu dikonfirmasi Ketua Umum NOC Indonesia, Raja Sapta Oktohari, yang menegaskan bahwa pihaknya belum menerima pemberitahuan resmi dari OCA terkait kabar tersebut.

Sehingga, NOC Indonesia belum bisa memberikan keterangan lebih lanjut.

“Jadi kami mendengar ada informasi mengenai perubahan aturan sepak bola Asian Games. Sampai saat ini NOC Indonesia belum menerima apa pun dari OCA sehingga kami tidak merespons secara langsung,” ujar Oktohari ketika ditemui di Jakarta, Jumat (13/3/2026).

Baca juga: Respons Carrick soal Kritik Scholes kepada Permainan Man United

Lebih lanjut, Oktohari mengungkapkan bahwa NOC Indonesia terus berkoordinasi dengan OCA guna memastikan kebenaran kabar tersebut.

Namun, Oktohari memastikan bahwa hingga saat ini belum ada perubahan aturan sepak bola Asian Games 2026 yang diterima secara resmi.

“Kami sudah berkomunikasi dengan OCA sehingga kami menyampaikan kepada masyarakat Indonesia, khususnya pencinta sepak bola Indonesia, bahwa per hari ini belum ada perubahan,” ucap Oktohari.

Suarakan Aspirasi

Oktohari menyadari bahwa aturan baru ini membuat Indonesia menjadi salah satu negara yang dirugikan.

Maka dari itu, NOC Indonesia akan terus menyuarakan aspirasi bersama negara-negara lain yang merasa dirugikan oleh kebijakan sebelumnya terkait pembatasan jumlah peserta sepak bola.

“Kami akan terus menyuarakan bersama negara-negara lain yang dirugikan dengan kebijakan yang diambil oleh OCA tanpa sosialisasi terkait pembatasan 16 tim di Asian Games Nagoya 2026,” ujar Oktohari.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Geber Persiapan BAC 2026, Sabar/Reza Latihan Bareng Pelatnas PBSI
Geber Persiapan BAC 2026, Sabar/Reza Latihan Bareng Pelatnas PBSI
Badminton
Fermin Lopez Pilih Beli Barang Ini Saat Terima Gaji Pertama di Barcelona
Fermin Lopez Pilih Beli Barang Ini Saat Terima Gaji Pertama di Barcelona
Liga Spanyol
Putri KW Fokus Kurangi Kesalahan Sendiri Jelang Kejuaraan Asia 2026
Putri KW Fokus Kurangi Kesalahan Sendiri Jelang Kejuaraan Asia 2026
Badminton
Hector Souto Siapkan Program Uji Coba Timnas Futsal Indonesia ke Spanyol dan Brasil
Hector Souto Siapkan Program Uji Coba Timnas Futsal Indonesia ke Spanyol dan Brasil
Timnas Indonesia
Timnas Indonesia Mampu Tandingi Bulgaria, Kesan Positif John Herdman
Timnas Indonesia Mampu Tandingi Bulgaria, Kesan Positif John Herdman
Timnas Indonesia
Persiapan Minim, Hector Souto Tak Patok Target Tinggi di Piala AFF Futsal 2026
Persiapan Minim, Hector Souto Tak Patok Target Tinggi di Piala AFF Futsal 2026
Timnas Indonesia
Bekal dari Tur Eropa, Alwi Farhan Kian Matang Tatap Kejuaraan Asia
Bekal dari Tur Eropa, Alwi Farhan Kian Matang Tatap Kejuaraan Asia
Badminton
Justin Hubner dan Jennifer Coppen Prewedding Pakai Adat Jawa
Justin Hubner dan Jennifer Coppen Prewedding Pakai Adat Jawa
Timnas Indonesia
Barcelona Berpeluang Lepas Jules Kounde, 3 Raksasa Liga Inggris Mengantre
Barcelona Berpeluang Lepas Jules Kounde, 3 Raksasa Liga Inggris Mengantre
Liga Inggris
Menanti 40 Tahun, Irak Pastikan Tiket Terakhir ke Piala Dunia 2026
Menanti 40 Tahun, Irak Pastikan Tiket Terakhir ke Piala Dunia 2026
Liga Champions
Daftar Lengkap 48 Tim di Piala Dunia 2026: Irak Lolos, Curacao Ukir Sejarah
Daftar Lengkap 48 Tim di Piala Dunia 2026: Irak Lolos, Curacao Ukir Sejarah
Internasional
Italia Gagal ke Piala Dunia: Air Mata Gennaro Gattuso, Perih Buffon
Italia Gagal ke Piala Dunia: Air Mata Gennaro Gattuso, Perih Buffon
Internasional
Malaysia Gagal ke Piala Asia 2027, Peter Cklamovski Akui Keunggulan Vietnam
Malaysia Gagal ke Piala Asia 2027, Peter Cklamovski Akui Keunggulan Vietnam
Timnas Indonesia
Timnas Indonesia Era John Herdman: Menjanjikan, tapi Masih Banyak PR
Timnas Indonesia Era John Herdman: Menjanjikan, tapi Masih Banyak PR
Timnas Indonesia
Cerita Dony Tri Bela Timnas Indonesia di FIFA Series 2026, Dapat Petuah Verdonk
Cerita Dony Tri Bela Timnas Indonesia di FIFA Series 2026, Dapat Petuah Verdonk
Timnas Indonesia
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau