Penulis
KOMPAS.com - Seorang warga bernama Sukra Umagafur meninggal dunia setelah dipukul oleh oknum prajurit TNI berinisial Pratu SB.
Peristiwa tersebut terjadi di Desa Umaloya, Sanana, Maluku Utara pada Minggu (22/3/2026).
Komandan Batalyon Infanteri 733/Masariku Letkol Inf M. Aminulah meminta maaf atas insiden yang terjadi.
"Atas nama pribadi dan seluruh keluarga besar Yonif 733/Masariku, saya menyampaikan rasa bela sungkawa yang paling dalam kepada keluarga almarhum Sukra Umagafur," ujarnya dikutip dari Antara, Jumat (27/3/2026).
"Kami merasakan kesedihan yang dialami keluarga, dan kami mendoakan semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa," tambahnya.
Baca juga: Bulog Bantah Ahmad Rizal Ramdhani Jadi Kabais TNI
Aminulah menjelaskan, peristiwa pemukulan bermula dari perselisihan antarpemuda pada Minggu (22/3/2026).
Adik Pratu SB sempat terlibat perkelahian dengan adik korban. Perselisihan semakin memanas ketika rombongan keluarga korban datang ke rumah Pratu SB dengan emosi tinggi.
Mereka juga melakukan protes keras di depan rumah ketika Pratu SB sedang menjalani cuti Lebaran.
Saat adik Pratu SB dalam perjalanan pulang, ia diduga dihentikan dan dikeroyok oleh sekelompok orang yang dipengaruhi minuman keras.
Pratu SB yang melihat kejadian itu berusaha melerai dengan memeluk adiknya, tetapi justru ikut dipukul di kepala dan leher.
Pratu SB kemudian memberikan pukulan balasan yang mengenai wajah Sukra Umagafur hingga korban terjatuh dan bagian belakang kepalanya membentur aspal.
Korban sempat dilarikan ke RSUD Sanana, namun nyawanya tidak dapat diselamatkan.
Baca juga: Sosok Letjen Yudi Abrimantyo, dari Kopassus hingga Mundur dari Kabais TNI
Terkait insiden di Desa Umaloya, Aminulah menegaskan posisi TNI sebagai institusi yang lahir dari rakyat dan untuk rakyat.
Oleh sebab itu, setiap tindakan prajurit yang melanggar nilai tersebut akan ditindaklanjuti secara serius.
Aminulah juga menyatakan komitmen TNI untuk tidak menutupi fakta yang sebenarnya terjadi.
“Namun, mari kita beri ruang bagi pihak terkait untuk bekerja melihat fakta-fakta secara utuh dan objektif,” tegasnya.
Di sisi lain, ia juga menyayangkan adanya tindakan main hakim sendiri oleh sekelompok warga yang melakukan intimidasi serta perusakan terhadap rumah pribadi prajurit.
Aminulah menyampaikan, aksi tersebut merupakan bentuk pelanggaran hukum yang seharusnya tidak terjadi.
Pratu SB telah diamankan di Makoramil Sanana dan diserahkan ke Denpom XV/1 Ternate untuk menjalani proses hukum sesuai ketentuan di lingkungan militer.
Baca juga: Alasan TNI AL Ingin Kapal Induk Giuseppe Garibaldi Tiba Lebih Cepat
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang