Penulis
KOMPAS.com - Setelah empat hari dalam pelarian, Suharlan (34), pelaku pembunuhan terhadap MS (38), staf Sekretariat Bawaslu Kabupaten OKU Selatan, telah menyerahkan diri pada Sabtu (28/3/2026).
Seperti diketahui, Suharlan yang merupakan kekasih korban melakukan aksi pembunuhan tersebut pada Selasa (24/3/2026).
Setelah itu, korban ditemukan meninggal dunia di kediamannya, Perumahan Bukit Berlian, Desa Pelangki, Kecamatan Muaradua, pada Rabu (25/3/2026) pagi.
Penemuan jenazah tersebut seketika membuat Satreskrim Polres OKU Selatan melakukan penyelidikan cepat.
Baca juga: Kronologi Staf Bawaslu OKU Selatan Dibunuh Kekasih, Berawal dari Cekcok
Kapolres AKBP I Made Redi Hartana, melalui Kasat Reskrim Polres OKU Selatan, AKP Aston L. Sinaga menjelaskan bahwa aparat segera mengambil langkah taktis dengan memperketat pengawasan di berbagai akses transportasi sejak malam kejadian.
"Kami sudah melakukan pengepungan di seluruh akses angkutan umum, baik travel maupun bus dari Palembang dan Baturaja. Termasuk jalur udara, kami cek manifes penumpang dan menempatkan anggota di bandara," ujarnya, Minggu (29/3/2026), dilansir dari TribunSumsel.
Meski hasil pemeriksaan pada 25–26 Maret tidak menemukan nama tersangka dalam daftar penumpang, pengawasan tetap dilanjutkan di sejumlah titik strategis seperti terminal bus hingga Pelabuhan Tanjung Api-Api.
"Semua sudah kita blok dan anggota siaga di sana sejak malam 25 Maret. Praktis tidak ada lagi celah bagi pelaku untuk melarikan diri menggunakan transportasi umum," kata Aston.
Baca juga: Hasil Otopsi Staf Bawaslu OKU Selatan: Tewas akibat Sayatan Senjata Tajam di Leher
Upaya pengejaran kemudian mengarah ke wilayah Kabupaten OKU dan perbatasan Muara Enim.
Polisi sempat melakukan penggerebekan di dua lokasi yang diduga menjadi tempat persembunyian pelaku di Kecamatan Muara Jaya. Namun, saat petugas tiba, tersangka diketahui telah bergerak menuju arah Palembang.
Lalu, pergerakan pelaku terdeteksi di sekitar Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang pada 25 Maret malam.
Tim gabungan yang terdiri dari 16 personel, termasuk Unit Jatanras Polda Sumsel, segera melakukan penyisiran, tetapi pelaku belum berhasil ditemukan.
Selama masa pelarian tersebut, penyidik memetakan berbagai keterbatasan tersangka, termasuk dugaan bahwa pelaku tidak memiliki kemampuan mengemudi. Sehingga, kondisi ini membuat pilihan pelariannya semakin terbatas.
Baca juga: Pelaku Pembunuhan Staf Bawaslu OKU Selatan Menyerahkan Diri, Ternyata Pacar Korban
Dalam kondisi terdesak dan tanpa banyak opsi untuk melarikan diri, Suharlan akhirnya menyerahkan diri ke Polsek Sukarami, Palembang, pada Sabtu (28/3/2026) sekitar pukul 12.30 WIB.
"Kami simpulkan pelaku sudah tidak punya jalan untuk kabur karena semua jalur sudah tertutup. Hal itulah yang kemungkinan besar membuatnya memilih menyerahkan diri," tandas Aston.
Setelah menyerahkan diri, tersangka langsung diamankan dan dijemput oleh tim gabungan untuk dibawa kembali ke Muaradua guna menjalani proses hukum lebih lanjut.
Hingga kini, penyidik masih mendalami motif serta rangkaian lengkap peristiwa pembunuhan yang menewaskan staf Bawaslu tersebut.
Artikel ini telah tayang di TribunSumsel.com dengan judul "Jejak Pelarian Pembunuh Staf Bawaslu OKU Selatan, Menyerah Setelah Dikepung di Banyak Titik"
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang