Penulis
KOMPAS.com - Banjir bandang beserta tanah longsor melanda Desa Simpang Sender Utara, Kecamatan Buay Pematang Ribu Ranau Tengah, Kabupaten OKU Selatan, Sumatera Selatan pada Sabtu (28/3/2026).
Berdasarkan hasil pendataan BPBD OKU Selatan, sebanyak 34 rumah warga mengalami kerusakan akibat bencana alam tersebut.
"Berdasarkan hasil pendataan terakhir tercatat sebanyak 34 unit rumah warga terdampak bencana alam," kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD OKU Selatan, Heri Pramono, Senin (30/3/2026), dikutip dari Antara.
Baca juga: Penyintas Banjir Aceh Utara Protes Disebut Tak Ada Lagi Pengungsi: Terus Kami di Tenda Ini Siapa?
Dia mengatakan, dari jumlah tersebut, satu unit rumah warga hilang terbawa arus banjir bandang, beruntung tidak ada korban jiwa.
Selain itu, dua unit rumah warga di Dusun Manduriang, desa setempat, dilaporkan tertimbun tanah longsor.
"Musibah ini menyebabkan sebanyak 97 jiwa terdampak bencana alam," ucapnya.
Saat ini, BPBD OKU Selatan telah bergerak ke lokasi untuk mengevakuasi warga yang terdampak bencana alam guna mengantisipasi korban jiwa.
Baca juga: Proses Pengejaran Pelaku Pembunuhan Staf Bawaslu OKU Selatan hingga Akhirnya Menyerahkan Diri
Tim Satgas Banser di lapangan saat ini berjibaku membantu warga membersihkan sisa material banjir dan tanah longsor agar aktivitas masyarakat kembali normal.
"Pemkab OKU Selatan saat ini sedang menyiapkan langkah pendistribusian bantuan logistik untuk membantu pemulihan korban setelah dilanda bencana alam," imbuhnya.
Dalam kesempatan tersebut, ia mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan menghadapi potensi bencana alam susulan supaya tidak menimbulkan korban jiwa.
"Kondisi cuaca dengan curah hujan tinggi masih berpotensi terjadi di OKU Selatan yang dapat memicu bencana susulan, sehingga harus diwaspadai bersama," pungkas Heri Pramono.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang