Editor
KOMPAS.com — Polemik pengadaan fasilitas mewah di rumah dinas pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumatera Selatan (Sumsel) untuk tahun anggaran 2026 mulai menemui titik terang. Setelah menuai gelombang kritik dari masyarakat dan mahasiswa, rencana pengadaan meja biliar resmi dibatalkan.
Meski demikian, sejumlah item pengadaan barang mewah lainnya, seperti gorden dan lampu hias, dipastikan tetap berjalan dengan dalih proses pengadaan yang sudah tidak bisa dihentikan.
Anggota Badan Anggaran (Banggar) sekaligus Komisi IV DPRD Sumsel, H.M. Yansuri, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah melayangkan surat resmi kepada Sekretariat DPRD (Sekwan) untuk membatalkan pengadaan meja biliar.
"Kita sudah layangkan surat ke Sekwan untuk pembatalan. Kita komitmen dengan adik-adik mahasiswa yang susah payah menyampaikan aspirasinya untuk membatalkan pengadaan tersebut," ujar Yansuri saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (30/3/2026).
Baca juga: Didemo Massa, DPRD Sumsel Batalkan Pengadaan Meja Biliar hingga Alat Gym
Berbeda dengan meja biliar, Yansuri menjelaskan bahwa pengadaan gorden (roller blind) dan lampu hias untuk rumah dinas pimpinan tetap dilanjutkan. Alasan utamanya adalah proses administrasi dan lelang yang sudah masuk ke tahap lanjut.
"Pengadaan tersebut tidak dibatalkan karena sudah berjalan, tetapi harga menyesuaikan," kata politikus Partai Golkar yang akrab disapa Kak Yan tersebut.
Upaya penyesuaian harga ini diklaim sebagai bentuk rasionalisasi anggaran agar tidak terlalu membebani APBD, meskipun item tersebut tetap masuk dalam daftar belanja daerah.
Berdasarkan data Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SIRUP) per 7 Maret 2026, rencana pengadaan fasilitas di lingkungan DPRD Sumsel memang mencatatkan angka yang mencolok.
Sebelum dibatalkan, alokasi meja biliar diperuntukkan bagi Ketua DPRD Sumsel Andie Dinialdie senilai Rp 151 juta dan Wakil Ketua III Ilyas Panji Alam sebesar Rp 335,9 juta, dengan total kumulatif mencapai Rp 486,9 juta.
Tak hanya itu, beberapa rumah dinas pimpinan lainnya juga tercatat memiliki rencana belanja interior yang fantastis:
Baca juga: Soal Polemik Meja Biliar DPRD Sumsel Rp 486 Juta, Herman Deru: Itu Kewenangan Lembaga
1. Rumah Dinas Wakil Ketua I (Raden Gempita)
2. Rumah Dinas Wakil Ketua III (Ilyas Panji Alam)
3. Rumah Dinas Wakil Ketua II (Nopianto)
Baca juga: Ramai Anggaran Pengadaan Meja Biliar Capai 486 Juta, Begini Respons Ketua DPRD Sumsel
Selain fasilitas rumah dinas, anggaran juga mengalir deras ke renovasi interior ruang fraksi di Gedung DPRD Sumsel. Total anggaran mencapai Rp 5 miliar untuk renovasi lima ruang fraksi (PKB, PKS, PAN, Demokrat, dan Golkar), di mana masing-masing mendapat jatah Rp 1 miliar.
Khusus untuk Fraksi Demokrat, terdapat tambahan anggaran pengadaan mebel sebesar Rp 2,4 miliar.