BOGOR, KOMPAS.com - Satlantas Polres Bogor memanfaatkan teknologi pesawat tanpa awak atau drone untuk mengoptimalkan pemantauan kondisi arus lalu lintas di Jalur Puncak, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, selama Operasi Ketupat Lodaya 2026.
Langkah ini diambil untuk menjangkau titik-titik yang sulit terpantau secara langsung oleh petugas di lapangan maupun melalui kamera CCTV statis.
Baca juga: Cuti Kerja Dimulai, Puncak Arus Mudik di Bandara Juanda Diprediksi Rabu Hari Ini
"Penggunaan drone ini dinilai efektif dalam memberikan gambaran visual secara real-time mengenai titik sumbatan kendaraan, sehingga petugas dapat dengan cepat menentukan langkah rekayasa lalu lintas yang tepat, seperti sistem satu arah atau pengalihan arus," kata Kasatlantas Polres Bogor Iptu Afif Widhi Ananto, Rabu (18/3/2026).
Selain itu, pemanfaatan drone ini merupakan bagian dari upaya modernisasi sistem pengamanan jalur untuk memberikan kenyamanan bagi masyarakat.
"Penggunaan drone ini sangat membantu kami dalam memetakan panjang antrean kendaraan secara lebih akurat dan cepat. Dari pantauan dari udara, kami bisa melihat sumber hambatan, apakah itu karena volume kendaraan, kendaraan yang mogok, atau adanya aktivitas masyarakat di titik tertentu," jelasnya.
Baca juga: Puncak Arus Mudik Siang Hari di Ciwandan Lengang, Waktu Tunggu 30 Menit untuk Masuk Kapal
Sehingga, dengan teknologi ini diharapkan dapat mempermudah koordinasi antar personel di setiap pos pengamanan.
Namun, penempatan ratusan personel tetap dilakukan di sepanjang Jalur Puncak.
"Jadi, kami tidak perlu lagi menunggu laporan manual untuk mengetahui kondisi di ujung antrean. Ini adalah komitmen kami memperkuat pemantauan demi kelancaran arus lalu lintas di Jalur Puncak, terutama akhir pekan atau hari libur nasional," pungkasnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang