BANDUNG, KOMPAS.com — Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi merespons meninggalnya seorang dokter muda berinisial AMW (26) di RSUD Pagelaran, Kabupaten Cianjur, yang diduga akibat campak.
Dedi meminta Dinas Kesehatan Jawa Barat dan Kabupaten Cianjur segera melakukan langkah penanganan cepat untuk mencegah penyebaran penyakit tersebut.
"Imbauannya nanti dinas kesehatan segera mengidentifikasi kemudian problemnya di mana, penyebarannya seperti apa," kata Dedi saat ditemui di Gedung Sate, Bandung, Senin (30/3/2026).
Baca juga: Dokter Muda Meninggal Suspek Campak, Nakes RSUD Pagelaran Cianjur Divaksinasi
Dedi menegaskan, upaya penanganan harus dilakukan secara cepat dan menyeluruh, termasuk menelusuri sumber penularan penyakit.
Ia juga mengaku akan langsung berkoordinasi dengan Bupati Cianjur untuk memastikan langkah penanganan berjalan optimal.
"Sehingga dalam waktu hari ini juga harus dilakukan langkah-langkah penanganan yang komprehensif. Saya akan telepon bupatinya sekarang," ujarnya.
Selain itu, Dedi menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya dokter muda tersebut.
"Sampaikan berduka cita dan itu pengabdian tertinggi seorang dokter meninggal di tempat pengabdiannya ketika sedang mengabdi," tuturnya.
Baca juga: Kronologi Dokter Muda Cianjur Meninggal Dunia Diduga Suspek Campak
Sebelum meninggal dunia, AMW diketahui sempat menjalani perawatan intensif akibat komplikasi pneumonia.
Kementerian Kesehatan menyebut almarhum mengalami gejala klinis berupa demam, ruam merah, dan sesak napas berat sebelum kondisinya memburuk.
Dedi menegaskan, penanganan penyakit harus menjadi prioritas utama agar tidak meluas di masyarakat.
"Tetapi penyakitnya harus ditanganin. Apalagi kan bupatinya dokter," pungkasnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang