Penulis
KOMPAS.com - Drama memukau tersaji di Estadio da Luz saat laga pamungkas fase grup Liga Champions 2025-2026.
Penjaga gawang Benfica, Anatoliy Trubin, menjadi pahlawan tak terduga yang menentukan nasib klubnya saat menjamu raksasa Spanyol, Real Madrid, Kamis (29/1/2026).
Gol sundulan spektakuler yang dicetak oleh Anatoliy Trubin pada masa injury time tidak hanya memastikan kemenangan 4-2, tetapi juga meloloskan Benfica ke babak play-off.
Aksi tersebut sekaligus memupus harapan tim tamu untuk lolos otomatis ke babak 16 besar dan memaksa skuad asuhan Alvaro Arbeloa finis di peringkat kesembilan.
Baca juga: Tanggapan Jose Mourinho soal Aksi Heroik Anatoliy Trubin ke Gawang Real Madrid
Pertandingan berjalan sangat intens dengan Real Madrid yang harus bermain dengan sembilan orang setelah Raul Asencio dan Rodrygo diganjar kartu merah oleh wasit Davide Massa di masa injury time.
Meski unggul jumlah pemain dan memimpin skor 3-2 berkat gol Andreas Schjelderup dan penalti Vangelis Pavlidis, posisi Benfica belum aman.
Klub berjuluk As Aguias itu membutuhkan satu gol tambahan untuk mengungguli selisih gol Marseille dan merebut posisi ke-24, tempat terakhir di zona play-off.
Situasi semakin ironis karena di stadion lain, Club Brugge dikabarkan sempat memasang ucapan selamat kepada Marseille di papan skor, mengira klub Prancis itu yang akan lolos.
Menyadari hal tersebut, pelatih Jose Mourinho melakukan perjudian besar.
Setelah Trubin melakukan empat penyelamatan penting sepanjang laga, Mourinho terlihat memberikan instruksi dengan nada tinggi dan penuh amarah, menyuruh kipernya naik ke kotak penalti lawan saat tendangan bebas didapatkan di menit ke-90+8.
Instruksi itu berbuah manis; Trubin menyambut bola dan mencetak gol bersejarah yang menggetarkan jala Madrid.
Baca juga: Kata-kata Jose Mourinho Usai Hasil Benfica Vs Real Madrid 4-2
Setelah berhasil mencetak gol, Anatoliy Trubin terlihat melakukan selebrasi bersama teman-temannya dan ball boy, atau anak bola.
View this post on Instagram
Jose Mourinho memberi instruksi dalam laga Liga Champions antara Ajax vs Benfica di Johan-Cruijff ArenA di Amsterdam pada 25 November 2025. (Foto oleh JOHN THYS / AFP)Usai laga, Mourinho mengungkapkan bahwa keputusan itu didasari keyakinan atas kemampuan anak asuhnya.
Ia merujuk pada percobaan serupa yang dilakukan sang kiper saat melawan Porto di kompetisi domestik.