Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Alasan Dion Markx Tinggalkan Eropa demi Persib: Saya Tahu Betapa Besarnya Klub Ini

Kompas.com, 14 Februari 2026, 12:54 WIB
Yudha Riefwan Najib

Penulis

KOMPAS.com - Keputusan besar diambil oleh bek muda berbakat, Dion Markx, yang secara resmi memilih untuk melanjutkan karier profesionalnya di tanah air.

Bergabungnya pemain bertahan ini ke skuad Maung Bandung dianggap sebagai langkah strategis untuk meningkatkan level permainannya di kompetisi yang kompetitif.

Kehadiran Dion Markx di tim kebanggaan warga Jawa Barat ini terjadi pada bursa transfer Super League 2025-2026.

Ia memutuskan untuk menyudahi petualangannya di Eropa demi mencari tantangan baru di Persib Bandung, setelah sebelumnya menimba ilmu di NEC Nijmegen, tepatnya memperkuat tim NEC Nijmegen U21.

Meninggalkan karier di luar negeri di usia 20 tahun tentu bukan perkara mudah.

Baca juga: Tertinggal 0-3, Persib Bisa Tiru Comeback Persipura di Turnamen Asia

Namun, bagi Dion, menit bermain reguler di level senior menjadi prioritas utama.

Meski sadar akan adanya tekanan besar dan ekspektasi tinggi dari para pendukung fanatik atau Bobotoh, ia tetap yakin dengan pilihannya.

"Bagi saya, itu karena saya tahu betapa besarnya klub ini. Ini adalah langkah yang tepat untuk melangkah ke tahap berikutnya dalam karier saya," kata Dion Markx dikutip dari BolaSport.

Magnet Prestasi dan Kompetisi Asia

Dion tidak menampik bahwa catatan prestasi Persib yang sukses meraih gelar juara dua musim berturut-turut menjadi alasan kuat di balik kepindahannya.

Terlebih lagi, kesempatan untuk tampil di kancah internasional menjadi nilai tambah yang sangat meyakinkan bagi dirinya.

"Saya tahu betapa bagusnya klub ini. Tapi juga di ACL 2 tentu saja, gelar juara mereka raih," tegas Dion.

Baca juga: Persib Tatap Mimpi Remontada di Leg 2, tapi Catatan Historis ACL 2 Kurang Berpihak

"Mereka ada di puncak klasemen saat ini jadi ya itu meyakinkan saya untuk bergabung dengan Persib."

Adaptasi Melalui Rekan Tim Nasional

Bek muda naturalisasi Dion Markx yang direkrut Persib Bandung pada jendela transfer Super League 2025-2026, sudah mulai berlatih pada Senin (2/2/2026) di lapangan pendamping Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA).  KOMPAS.com/ADIL NURSALAM Bek muda naturalisasi Dion Markx yang direkrut Persib Bandung pada jendela transfer Super League 2025-2026, sudah mulai berlatih pada Senin (2/2/2026) di lapangan pendamping Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA).

Terkait proses penyesuaian diri di lingkungan baru, Dion merasa sangat terbantu dengan adanya wajah-wajah familiar di dalam tim.

Hubungan baik yang telah terjalin selama membela panji tim nasional membuatnya lebih percaya diri untuk segera memberikan kontribusi maksimal bagi pertahanan tim.

"Saya tahu bahwa Robi Darwis dan Kakang juga bermain di klub ini, ya itu yang saya ketahui. Saya tahu mereka menjadi juara dua kali berturut-turut," pungkasnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Fermin Lopez Pilih Beli Barang Ini Saat Terima Gaji Pertama di Barcelona
Fermin Lopez Pilih Beli Barang Ini Saat Terima Gaji Pertama di Barcelona
Liga Spanyol
Putri KW Fokus Kurangi Kesalahan Sendiri Jelang Kejuaraan Asia 2026
Putri KW Fokus Kurangi Kesalahan Sendiri Jelang Kejuaraan Asia 2026
Badminton
Hector Souto Siapkan Program Uji Coba Timnas Futsal Indonesia ke Spanyol dan Brasil
Hector Souto Siapkan Program Uji Coba Timnas Futsal Indonesia ke Spanyol dan Brasil
Timnas Indonesia
Timnas Indonesia Mampu Tandingi Bulgaria, Kesan Positif John Herdman
Timnas Indonesia Mampu Tandingi Bulgaria, Kesan Positif John Herdman
Timnas Indonesia
Persiapan Minim, Hector Souto Tak Patok Target Tinggi di Piala AFF Futsal 2026
Persiapan Minim, Hector Souto Tak Patok Target Tinggi di Piala AFF Futsal 2026
Timnas Indonesia
Bekal dari Tur Eropa, Alwi Farhan Kian Matang Tatap Kejuaraan Asia
Bekal dari Tur Eropa, Alwi Farhan Kian Matang Tatap Kejuaraan Asia
Badminton
Justin Hubner dan Jennifer Coppen Prewedding Pakai Adat Jawa
Justin Hubner dan Jennifer Coppen Prewedding Pakai Adat Jawa
Timnas Indonesia
Barcelona Berpeluang Lepas Jules Kounde, 3 Raksasa Liga Inggris Mengantre
Barcelona Berpeluang Lepas Jules Kounde, 3 Raksasa Liga Inggris Mengantre
Liga Inggris
Menanti 40 Tahun, Irak Pastikan Tiket Terakhir ke Piala Dunia 2026
Menanti 40 Tahun, Irak Pastikan Tiket Terakhir ke Piala Dunia 2026
Liga Champions
Daftar Lengkap 48 Tim di Piala Dunia 2026: Irak Lolos, Curacao Ukir Sejarah
Daftar Lengkap 48 Tim di Piala Dunia 2026: Irak Lolos, Curacao Ukir Sejarah
Internasional
Italia Gagal ke Piala Dunia: Air Mata Gennaro Gattuso, Perih Buffon
Italia Gagal ke Piala Dunia: Air Mata Gennaro Gattuso, Perih Buffon
Internasional
Malaysia Gagal ke Piala Asia 2027, Peter Cklamovski Akui Keunggulan Vietnam
Malaysia Gagal ke Piala Asia 2027, Peter Cklamovski Akui Keunggulan Vietnam
Timnas Indonesia
Timnas Indonesia Era John Herdman: Menjanjikan, tapi Masih Banyak PR
Timnas Indonesia Era John Herdman: Menjanjikan, tapi Masih Banyak PR
Timnas Indonesia
Cerita Dony Tri Bela Timnas Indonesia di FIFA Series 2026, Dapat Petuah Verdonk
Cerita Dony Tri Bela Timnas Indonesia di FIFA Series 2026, Dapat Petuah Verdonk
Timnas Indonesia
Jadwal Babak 16 Besar Piala Gubernur DKI Jakarta, ASIOP Tancap Gas
Jadwal Babak 16 Besar Piala Gubernur DKI Jakarta, ASIOP Tancap Gas
Liga Indonesia
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau