Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Mantan Kapten Man United Ingin Pep Guardiola Tetap Latih Man City

Kompas.com, 20 Februari 2026, 17:55 WIB
Ahmad Yasin

Penulis

Sumber BBC

KOMPAS.com - Mantan kapten Manchester United (MU), Wayne Rooney, berharap Pep Guardiola tetap menangani Manchester City setelah musim 2025-2026.

Menurut Wayne Rooney, Pep Guardiola telah menjadi acuan bagi pelatih lain selama satu dekade terakhir.

Guardiola memimpin Man City sejak 2016 dan membawa klub meraih enam gelar Liga Inggris. Musim ini, The Citizens masih memiliki peluang menambah koleksi gelar tersebut.

Meski begitu, masa depan Guardiola belum dipastikan. Keputusan soal kelanjutan kontrak Guardiola diperkirakan akan diambil mendekati akhir musim ini.

"Beberapa pemain ingin dia pergi, beberapa ingin dia tetap tinggal, itu tergantung apakah Anda berada di tim atau tidak dan itu sama untuk manajer mana pun," kata Rooney dalam The Wayne Rooney Show, dilansir dari BBC, Jumat (20/2/2026).

Baca juga: Performa Turun Sejak Tahun Baru, Arsenal Kini dalam Kejaran Man City

Rooney menilai kehadiran Guardiola memberi dampak besar bagi Liga Inggris 2025-2026. Ia ingin pelatih asal Spanyol itu tetap berada di kompetisi tersebut.

"Saya harap dia tetap tinggal karena dia brilian untuk Premier League dan Anda menginginkan manajer terbaik di Premier League."

"Dia telah menetapkan standar selama 10 tahun terakhir untuk semua orang," kata Rooney.

Isu Pengganti Pep Guardiola

Dalam beberapa bulan terakhir, sejumlah nama dikaitkan dengan kursi pelatih City.

Pada Desember 2026 lalu, mantan pelatih Chelsea, Enzo Maresca, disebut berpeluang kembali ke City.

Enzo Maresca pernah menjadi staf pelatih saat Guardiola memimpin tim. Namun Rooney memiliki pandangan lain.

Ia menilai sosok yang memahami budaya klub akan lebih sesuai bila terjadi pergantian pelatih di Man City.

Baca juga: Pep Guardiola Sebut Kemenangan Man City di Piala FA Membosankan

Kompany Dinilai Cocok Gantikan Pep

Vincent Kompany berhasil membawa Bayern Muenchen memenangkan gelar Bundesliga dari tangan Bayer Leverkusen dan Xabi Alonso dengan dua laga tersisa pada Minggu (4/5/2025).AFP/TOBIAS SCHWARZ Vincent Kompany berhasil membawa Bayern Muenchen memenangkan gelar Bundesliga dari tangan Bayer Leverkusen dan Xabi Alonso dengan dua laga tersisa pada Minggu (4/5/2025).

Baca juga: Arne Slot Bocorkan Jadwal Kembalinya Isak ke Tim Utama Liverpool

Rooney menyebut nama Vincent Kompany, pelatih Bayern Muenchen saat ini, sebagai kandidat potensial.

"Jika Pep pergi, mereka harus merekrut (bos Bayern Muenchen saat ini) Vincent Kompany," tambahnya.

"Dia mengenal klub ini, dia telah sukses dengan Bayern dengan cara yang serupa. Sepertinya dia telah belajar dari Pep."

"Pep mungkin akan memilih manajer berikutnya. Jika dia pergi, dia mungkin akan menjadi bagian dari proses pemilihan manajer berikutnya.

"Saya hanya berpikir dalam hal Pep, dia menganggap dirinya sebagai seorang guru dan dia telah berada di klub selama 10 tahun, dia ingin meninggalkan klub dalam keadaan yang baik," tutup Rooney.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Fermin Lopez Pilih Beli Barang Ini Saat Terima Gaji Pertama di Barcelona
Fermin Lopez Pilih Beli Barang Ini Saat Terima Gaji Pertama di Barcelona
Liga Spanyol
Putri KW Fokus Kurangi Kesalahan Sendiri Jelang Kejuaraan Asia 2026
Putri KW Fokus Kurangi Kesalahan Sendiri Jelang Kejuaraan Asia 2026
Badminton
Hector Souto Siapkan Program Uji Coba Timnas Futsal Indonesia ke Spanyol dan Brasil
Hector Souto Siapkan Program Uji Coba Timnas Futsal Indonesia ke Spanyol dan Brasil
Timnas Indonesia
Timnas Indonesia Mampu Tandingi Bulgaria, Kesan Positif John Herdman
Timnas Indonesia Mampu Tandingi Bulgaria, Kesan Positif John Herdman
Timnas Indonesia
Persiapan Minim, Hector Souto Tak Patok Target Tinggi di Piala AFF Futsal 2026
Persiapan Minim, Hector Souto Tak Patok Target Tinggi di Piala AFF Futsal 2026
Timnas Indonesia
Bekal dari Tur Eropa, Alwi Farhan Kian Matang Tatap Kejuaraan Asia
Bekal dari Tur Eropa, Alwi Farhan Kian Matang Tatap Kejuaraan Asia
Badminton
Justin Hubner dan Jennifer Coppen Prewedding Pakai Adat Jawa
Justin Hubner dan Jennifer Coppen Prewedding Pakai Adat Jawa
Timnas Indonesia
Barcelona Berpeluang Lepas Jules Kounde, 3 Raksasa Liga Inggris Mengantre
Barcelona Berpeluang Lepas Jules Kounde, 3 Raksasa Liga Inggris Mengantre
Liga Inggris
Menanti 40 Tahun, Irak Pastikan Tiket Terakhir ke Piala Dunia 2026
Menanti 40 Tahun, Irak Pastikan Tiket Terakhir ke Piala Dunia 2026
Liga Champions
Daftar Lengkap 48 Tim di Piala Dunia 2026: Irak Lolos, Curacao Ukir Sejarah
Daftar Lengkap 48 Tim di Piala Dunia 2026: Irak Lolos, Curacao Ukir Sejarah
Internasional
Italia Gagal ke Piala Dunia: Air Mata Gennaro Gattuso, Perih Buffon
Italia Gagal ke Piala Dunia: Air Mata Gennaro Gattuso, Perih Buffon
Internasional
Malaysia Gagal ke Piala Asia 2027, Peter Cklamovski Akui Keunggulan Vietnam
Malaysia Gagal ke Piala Asia 2027, Peter Cklamovski Akui Keunggulan Vietnam
Timnas Indonesia
Timnas Indonesia Era John Herdman: Menjanjikan, tapi Masih Banyak PR
Timnas Indonesia Era John Herdman: Menjanjikan, tapi Masih Banyak PR
Timnas Indonesia
Cerita Dony Tri Bela Timnas Indonesia di FIFA Series 2026, Dapat Petuah Verdonk
Cerita Dony Tri Bela Timnas Indonesia di FIFA Series 2026, Dapat Petuah Verdonk
Timnas Indonesia
Jadwal Babak 16 Besar Piala Gubernur DKI Jakarta, ASIOP Tancap Gas
Jadwal Babak 16 Besar Piala Gubernur DKI Jakarta, ASIOP Tancap Gas
Liga Indonesia
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau