Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kesaksian Warga Asing Saat Kerusuhan Kartel Pecah di Meksiko Jelang Piala Dunia 2026

Kompas.com, 25 Februari 2026, 15:04 WIB
Yudha Riefwan Najib

Penulis

KOMPAS.com - Kurang dari empat bulan menjelang pembukaan Piala Dunia 2026 di Estadio Akron, ketegangan luar biasa melanda wilayah Meksiko, khususnya di negara bagian Jalisco.

Meletusnya kekerasan kartel baru-baru ini telah memicu keresahan mendalam bagi warga lokal maupun komunitas ekspatriat yang menetap di sana.

Situasi keamanan di Meksiko kian menjadi sorotan global setelah operasi militer pada hari Minggu yang menewaskan gembong narkoba besar, Nemesio Ruben Oseguera Cervantes atau yang akrab disapa El Mencho.

Kejadian ini memicu aksi balasan brutal berupa pembakaran kendaraan, pemblokiran jalan raya, hingga baku tembak yang pecah di pemukiman warga di Guadalajara.

Meski suasana mencekam, keberanian pemerintah dalam mengambil kendali dalam hitungan jam memberikan sedikit napas lega bagi warga asing.

Baca juga: Tanggapan DFB soal Kekerasan di Meksiko Jelang Piala Dunia 2026

Salah satu warga asal India, Ipsita Saha, memberikan gambaran mengenai situasi di lapangan.

“Tidak ada satu pun warga sipil yang tewas (laporan selanjutnya menunjukkan hanya satu korban sipil di antara setidaknya 62 korban jiwa),” kata Ipsita Saha, warga yang telah menetap selama satu dekade di sana, dikutip dari The Telegraph India.

Senada dengan Ipsita, Ratul Ganguly, seorang profesional IT, menceritakan pengalamannya saat terjebak dalam situasi jam malam di Mazamitla.

Ia mengisahkan bagaimana suara senapan mesin dan ledakan terdengar jelas saat mereka mengunci diri di lantai atas sebuah penginapan, sementara pemandu wisata lokal berjaga di lantai bawah.

Keresahan juga dirasakan oleh suami Ipsita, Abhishek Ghosh, yang sedang berbelanja saat perintah pengosongan toko grosir Soriana dikeluarkan secara mendadak.

“Pertempuran yang menewaskan gembong narkoba itu terjadi 60 km dari tempat kami di Tapalpa," timpal Abhishek.

"Tetapi begitu diketahui bahwa kartel tersebut, melalui halaman media sosial mereka, telah bersumpah untuk membalas dendam di jalanan, semua toko mulai tutup."

Baca juga: Gianni Infantino Yakin Meksiko Masih Layak Jadi Tuan Rumah Piala Dunia 2026

"Kami diminta untuk membayar semua barang yang telah kami beli dan mengosongkan toko,” tambahnya.

Petugas memadamkan api di truk yang dibakar kelompok kriminal sebagai balasan tewasnya bos kartel narkoba Jalisco, Nemesio El Mencho Oseguera, di salah satu jalan utama di Zapopan, Negara Bagian Jalisco, Meksiko, Minggu (22/2/2026).AFP/ULISES RUIZ Petugas memadamkan api di truk yang dibakar kelompok kriminal sebagai balasan tewasnya bos kartel narkoba Jalisco, Nemesio El Mencho Oseguera, di salah satu jalan utama di Zapopan, Negara Bagian Jalisco, Meksiko, Minggu (22/2/2026).

Meski berada 60 km dari pusat pertempuran di Tapalpa, ancaman balas dendam kartel di jalanan membuat seluruh aktivitas kota lumpuh seketika.

Andreas Retting Pikirkan Warga Meksiko

Kondisi ini memicu reaksi dari para petinggi sepak bola internasional. Direktur Pelaksana Federasi Sepak Bola Jerman (DFB), Andreas Retting, secara terbuka mengungkapkan rasa prihatinnya terhadap situasi perang yang terjadi di wilayah tersebut.

Halaman:


Terkini Lainnya
Fermin Lopez Pilih Beli Barang Ini Saat Terima Gaji Pertama di Barcelona
Fermin Lopez Pilih Beli Barang Ini Saat Terima Gaji Pertama di Barcelona
Liga Spanyol
Putri KW Fokus Kurangi Kesalahan Sendiri Jelang Kejuaraan Asia 2026
Putri KW Fokus Kurangi Kesalahan Sendiri Jelang Kejuaraan Asia 2026
Badminton
Hector Souto Siapkan Program Uji Coba Timnas Futsal Indonesia ke Spanyol dan Brasil
Hector Souto Siapkan Program Uji Coba Timnas Futsal Indonesia ke Spanyol dan Brasil
Timnas Indonesia
Timnas Indonesia Mampu Tandingi Bulgaria, Kesan Positif John Herdman
Timnas Indonesia Mampu Tandingi Bulgaria, Kesan Positif John Herdman
Timnas Indonesia
Persiapan Minim, Hector Souto Tak Patok Target Tinggi di Piala AFF Futsal 2026
Persiapan Minim, Hector Souto Tak Patok Target Tinggi di Piala AFF Futsal 2026
Timnas Indonesia
Bekal dari Tur Eropa, Alwi Farhan Kian Matang Tatap Kejuaraan Asia
Bekal dari Tur Eropa, Alwi Farhan Kian Matang Tatap Kejuaraan Asia
Badminton
Justin Hubner dan Jennifer Coppen Prewedding Pakai Adat Jawa
Justin Hubner dan Jennifer Coppen Prewedding Pakai Adat Jawa
Timnas Indonesia
Barcelona Berpeluang Lepas Jules Kounde, 3 Raksasa Liga Inggris Mengantre
Barcelona Berpeluang Lepas Jules Kounde, 3 Raksasa Liga Inggris Mengantre
Liga Inggris
Menanti 40 Tahun, Irak Pastikan Tiket Terakhir ke Piala Dunia 2026
Menanti 40 Tahun, Irak Pastikan Tiket Terakhir ke Piala Dunia 2026
Liga Champions
Daftar Lengkap 48 Tim di Piala Dunia 2026: Irak Lolos, Curacao Ukir Sejarah
Daftar Lengkap 48 Tim di Piala Dunia 2026: Irak Lolos, Curacao Ukir Sejarah
Internasional
Italia Gagal ke Piala Dunia: Air Mata Gennaro Gattuso, Perih Buffon
Italia Gagal ke Piala Dunia: Air Mata Gennaro Gattuso, Perih Buffon
Internasional
Malaysia Gagal ke Piala Asia 2027, Peter Cklamovski Akui Keunggulan Vietnam
Malaysia Gagal ke Piala Asia 2027, Peter Cklamovski Akui Keunggulan Vietnam
Timnas Indonesia
Timnas Indonesia Era John Herdman: Menjanjikan, tapi Masih Banyak PR
Timnas Indonesia Era John Herdman: Menjanjikan, tapi Masih Banyak PR
Timnas Indonesia
Cerita Dony Tri Bela Timnas Indonesia di FIFA Series 2026, Dapat Petuah Verdonk
Cerita Dony Tri Bela Timnas Indonesia di FIFA Series 2026, Dapat Petuah Verdonk
Timnas Indonesia
Jadwal Babak 16 Besar Piala Gubernur DKI Jakarta, ASIOP Tancap Gas
Jadwal Babak 16 Besar Piala Gubernur DKI Jakarta, ASIOP Tancap Gas
Liga Indonesia
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau