Penulis
KOMPAS.com - Gelandang asal Perancis, Adrien Rabiot, kini telah bertransformasi menjadi salah satu elemen paling vital bagi lini tengah AC Milan sepanjang musim ini.
Dalam sebuah wawancara mendalam bersama Rivista Undici, mantan pemain Juventus dan PSG tersebut berbagi kisah mengenai proses adaptasinya di San Siro serta kekagumannya terhadap sosok rekan setim barunya yang legendaris.
Kehadiran Adrien Rabiot di skuat AC Milan membawa dimensi baru berupa ketahanan mental dan pengalaman internasional yang sangat dibutuhkan tim.
Setelah melewati masa-masa yang menantang di Marseille, gelandang bertenaga kuda ini langsung menyatu dengan filosofi permainan klub dan bertekad memberikan pengaruh positif bagi rekan-rekannya, terutama para pemain muda.
Baca juga: Bintang AC Milan Ogah Sebut Inter Favorit, Derbi soal Hidup dan Mati
Namun, hal yang paling mencuri perhatian Adrien Rabiot bukanlah megahnya stadion atau sejarah klub, melainkan sosok Luka Modric.
Legenda asal Kroasia yang kini telah menginjak usia 40 tahun tersebut dinilai memiliki kondisi fisik yang berada di luar nalar pemain sepak bola pada umumnya.
Rabiot mengaku terkejut melihat bagaimana Modric masih mampu mendominasi lapangan tengah dengan mobilitas tinggi.
“Kualitasnya sudah kami ketahui,” kata Rabiot.
“Yang mengejutkan saya adalah kemampuannya berlari selama sembilan puluh menit, naik turun, di usia empat puluh tahun. Itu bukan sesuatu yang bisa dianggap remeh, dia memiliki fisik yang luar biasa.”
Pujian ini senada dengan pengamatan publik saat AC Milan menjamu Como 1907 dalam lanjutan Liga Italia 2025-2026 yang berakhir imbang 1-1.
Baca juga: Sabda Emil Audero Usai Cremonese Dihajar AC Milan 0-2
Dalam laga tersebut, Modric tetap menjadi nyawa permainan meski mendapatkan pengawalan ketat.
Ketahanan fisik dan visi bermain sang maestro bahkan mengundang sanjungan dari pelatih tim lawan, Cesc Fabregas.
Pelatih AC Milan asal Italia, Massimiliano Allegri, bereaksi selama pertandingan sepak bola Serie A Italia antara AC Milan dan Lecce di stadion San Siro di Milan, Italia utara, pada 18 Januari 2026.Selain membahas rekan setimnya, Adrien Rabiot juga menyoroti peran penting pelatih Massimiliano Allegri dalam membangun ekosistem tim yang kondusif di Serie A.
Allegri dinilai sukses menciptakan lingkungan yang tenang sehingga para pemain bisa fokus memberikan kemampuan seratus persen di setiap pertandingan.
Rabiot merasa ambisi sang manajer sejalan dengan visi pribadinya untuk meraih kesuksesan tertinggi.