Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cerita Adrien Rabiot soal Fisik Luka Modric: Dia Menentang Hukum Waktu

Kompas.com, 6 Maret 2026, 10:02 WIB
Yudha Riefwan Najib

Penulis

KOMPAS.com - Gelandang asal Perancis, Adrien Rabiot, kini telah bertransformasi menjadi salah satu elemen paling vital bagi lini tengah AC Milan sepanjang musim ini.

Dalam sebuah wawancara mendalam bersama Rivista Undici, mantan pemain Juventus dan PSG tersebut berbagi kisah mengenai proses adaptasinya di San Siro serta kekagumannya terhadap sosok rekan setim barunya yang legendaris.

Kehadiran Adrien Rabiot di skuat AC Milan membawa dimensi baru berupa ketahanan mental dan pengalaman internasional yang sangat dibutuhkan tim.

Setelah melewati masa-masa yang menantang di Marseille, gelandang bertenaga kuda ini langsung menyatu dengan filosofi permainan klub dan bertekad memberikan pengaruh positif bagi rekan-rekannya, terutama para pemain muda.

Baca juga: Bintang AC Milan Ogah Sebut Inter Favorit, Derbi soal Hidup dan Mati

Kekaguman pada Stamina Sang Maestro

Namun, hal yang paling mencuri perhatian Adrien Rabiot bukanlah megahnya stadion atau sejarah klub, melainkan sosok Luka Modric.

Legenda asal Kroasia yang kini telah menginjak usia 40 tahun tersebut dinilai memiliki kondisi fisik yang berada di luar nalar pemain sepak bola pada umumnya.

Rabiot mengaku terkejut melihat bagaimana Modric masih mampu mendominasi lapangan tengah dengan mobilitas tinggi.

“Kualitasnya sudah kami ketahui,” kata Rabiot.

“Yang mengejutkan saya adalah kemampuannya berlari selama sembilan puluh menit, naik turun, di usia empat puluh tahun. Itu bukan sesuatu yang bisa dianggap remeh, dia memiliki fisik yang luar biasa.”

Pujian ini senada dengan pengamatan publik saat AC Milan menjamu Como 1907 dalam lanjutan Liga Italia 2025-2026 yang berakhir imbang 1-1.

Baca juga: Sabda Emil Audero Usai Cremonese Dihajar AC Milan 0-2

Dalam laga tersebut, Modric tetap menjadi nyawa permainan meski mendapatkan pengawalan ketat.

Ketahanan fisik dan visi bermain sang maestro bahkan mengundang sanjungan dari pelatih tim lawan, Cesc Fabregas.

Pelatih AC Milan asal Italia, Massimiliano Allegri, bereaksi selama pertandingan sepak bola Serie A Italia antara AC Milan dan Lecce di stadion San Siro di Milan, Italia utara, pada 18 Januari 2026.AFP/STEFANO RELLANDINI Pelatih AC Milan asal Italia, Massimiliano Allegri, bereaksi selama pertandingan sepak bola Serie A Italia antara AC Milan dan Lecce di stadion San Siro di Milan, Italia utara, pada 18 Januari 2026.

Pengaruh Massimiliano Allegri dan Ambisi Ukir Sejarah

Selain membahas rekan setimnya, Adrien Rabiot juga menyoroti peran penting pelatih Massimiliano Allegri dalam membangun ekosistem tim yang kondusif di Serie A.

Allegri dinilai sukses menciptakan lingkungan yang tenang sehingga para pemain bisa fokus memberikan kemampuan seratus persen di setiap pertandingan.

Rabiot merasa ambisi sang manajer sejalan dengan visi pribadinya untuk meraih kesuksesan tertinggi.

Halaman:


Terkini Lainnya
Fermin Lopez Pilih Beli Barang Ini Saat Terima Gaji Pertama di Barcelona
Fermin Lopez Pilih Beli Barang Ini Saat Terima Gaji Pertama di Barcelona
Liga Spanyol
Putri KW Fokus Kurangi Kesalahan Sendiri Jelang Kejuaraan Asia 2026
Putri KW Fokus Kurangi Kesalahan Sendiri Jelang Kejuaraan Asia 2026
Badminton
Hector Souto Siapkan Program Uji Coba Timnas Futsal Indonesia ke Spanyol dan Brasil
Hector Souto Siapkan Program Uji Coba Timnas Futsal Indonesia ke Spanyol dan Brasil
Timnas Indonesia
Timnas Indonesia Mampu Tandingi Bulgaria, Kesan Positif John Herdman
Timnas Indonesia Mampu Tandingi Bulgaria, Kesan Positif John Herdman
Timnas Indonesia
Persiapan Minim, Hector Souto Tak Patok Target Tinggi di Piala AFF Futsal 2026
Persiapan Minim, Hector Souto Tak Patok Target Tinggi di Piala AFF Futsal 2026
Timnas Indonesia
Bekal dari Tur Eropa, Alwi Farhan Kian Matang Tatap Kejuaraan Asia
Bekal dari Tur Eropa, Alwi Farhan Kian Matang Tatap Kejuaraan Asia
Badminton
Justin Hubner dan Jennifer Coppen Prewedding Pakai Adat Jawa
Justin Hubner dan Jennifer Coppen Prewedding Pakai Adat Jawa
Timnas Indonesia
Barcelona Berpeluang Lepas Jules Kounde, 3 Raksasa Liga Inggris Mengantre
Barcelona Berpeluang Lepas Jules Kounde, 3 Raksasa Liga Inggris Mengantre
Liga Inggris
Menanti 40 Tahun, Irak Pastikan Tiket Terakhir ke Piala Dunia 2026
Menanti 40 Tahun, Irak Pastikan Tiket Terakhir ke Piala Dunia 2026
Liga Champions
Daftar Lengkap 48 Tim di Piala Dunia 2026: Irak Lolos, Curacao Ukir Sejarah
Daftar Lengkap 48 Tim di Piala Dunia 2026: Irak Lolos, Curacao Ukir Sejarah
Internasional
Italia Gagal ke Piala Dunia: Air Mata Gennaro Gattuso, Perih Buffon
Italia Gagal ke Piala Dunia: Air Mata Gennaro Gattuso, Perih Buffon
Internasional
Malaysia Gagal ke Piala Asia 2027, Peter Cklamovski Akui Keunggulan Vietnam
Malaysia Gagal ke Piala Asia 2027, Peter Cklamovski Akui Keunggulan Vietnam
Timnas Indonesia
Timnas Indonesia Era John Herdman: Menjanjikan, tapi Masih Banyak PR
Timnas Indonesia Era John Herdman: Menjanjikan, tapi Masih Banyak PR
Timnas Indonesia
Cerita Dony Tri Bela Timnas Indonesia di FIFA Series 2026, Dapat Petuah Verdonk
Cerita Dony Tri Bela Timnas Indonesia di FIFA Series 2026, Dapat Petuah Verdonk
Timnas Indonesia
Jadwal Babak 16 Besar Piala Gubernur DKI Jakarta, ASIOP Tancap Gas
Jadwal Babak 16 Besar Piala Gubernur DKI Jakarta, ASIOP Tancap Gas
Liga Indonesia
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau