Penulis
KOMPAS.com - FK Bodo/Glimt kembali mencuri perhatian di ajang Liga Champions (UCL) 2025-2026. Klub asal Norwegia itu meraih kemenangan besar 3-0 atas Sporting CP pada leg pertama babak 16 besar.
Pertandingan FK Bodo/Glimt vs Sporting CP berlangsung di Aspmyra Stadion pada Rabu (11/3/2026). Tim tuan rumah membuka skor melalui penalti Sondre Fet.
Gol kedua FK Bodo/Glimt datang dari tembakan jarak dekat Ole Blomberg menjelang akhir babak pertama.
Pada babak kedua, bola hasil pantulan kaki Kasper Hogh masuk ke gawang Sporting dan memastikan kemenangan tiga gol tanpa balas.
Hasil tersebut memperpanjang catatan positif Bodo/Glimt di kompetisi ini.
Tim asuhan Kjetil Knutsen kini mencatat lima kemenangan beruntun di Liga Champions.
Sebelum menaklukkan Sporting, mereka juga mengalahkan Man City 3-1, Atletico Madrid 2-1, serta Inter Milan dengan skor 3-1 dan 2-1.
Baca juga: Fabregas Tiru Bodo/Glimt agar Como Bisa Bekuk Inter di Coppa Italia
Perjalanan klub Norwegia ini pernah dipandang berbeda oleh sebagian pengamat sepak bola.
Pada 2021, mantan pemain Italia Paolo Di Canio melontarkan komentar tajam saat mengulas kekalahan AS Roma di ajang UEFA Europa League.
Saat itu, Roma asuhan Jose Mourinho kalah 1-6 di Aspmyra. Di Canio kemudian menyebut para pemain Bodo/Glimt seperti nelayan salmon.
Francesco Pio Esposito (tengah) menyundul bola dengan dibayangi Sondre Brunstad Fet (kiri) dan Jostein Gundersenduring dalam pertandingan sepak bola leg kedua playoff Liga Champions antara Inter Milan vs Bodo/Glimt di Stadion Giuseppe Meazza di Milan, Italia utara, pada 24 Februari 2026. (Foto oleh PIERO CRUCIATTI / AFP)"Kita sedang membicarakan tentang Bodo/Glimt, tujuh orang dari mereka adalah nelayan salmon, mereka bekerja di pelabuhan!" ucap eks striker Juventus dan AC Milan tersebut.
Sebutan itu muncul karena Norwegia dikenal sebagai salah satu negara pengekspor salmon terbesar di dunia.
Baca juga: Curhat Pemain Inter Milan Usai Tumbang Lawan Bodo/Glimt, Bola Tak Mau Masuk Gawang
Komentar tersebut mendapat tanggapan dari CEO Bodo/Glimt, Frode Thomassen. Ia menilai sektor perikanan memiliki peran penting bagi masa depan pangan global.
"Sektor perikanan akan menjadi bagian penting dari solusi pangan dunia. Eropa Utara akan memainkan peran kunci," katanya.
"Itulah mengapa, dengan fokus pada keberlanjutan dan peluang di Arktik, kami melihat diri kami lebih dari sekadar klub sepak bola," ucap Thomassen pada April 2025.