Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Bodo/Glimt Bukan 'Tim Kejutan' Lagi di Liga Champions

Kompas.com, 12 Maret 2026, 12:55 WIB
Ahmad Yasin

Penulis

Sumber BolaSport

KOMPAS.com - FK Bodo/Glimt kembali mencuri perhatian di ajang Liga Champions (UCL) 2025-2026. Klub asal Norwegia itu meraih kemenangan besar 3-0 atas Sporting CP pada leg pertama babak 16 besar.

Pertandingan FK Bodo/Glimt vs Sporting CP berlangsung di Aspmyra Stadion pada Rabu (11/3/2026). Tim tuan rumah membuka skor melalui penalti Sondre Fet.

Gol kedua FK Bodo/Glimt datang dari tembakan jarak dekat Ole Blomberg menjelang akhir babak pertama.

Pada babak kedua, bola hasil pantulan kaki Kasper Hogh masuk ke gawang Sporting dan memastikan kemenangan tiga gol tanpa balas.

Hasil tersebut memperpanjang catatan positif Bodo/Glimt di kompetisi ini.

Tim asuhan Kjetil Knutsen kini mencatat lima kemenangan beruntun di Liga Champions.

Sebelum menaklukkan Sporting, mereka juga mengalahkan Man City 3-1, Atletico Madrid 2-1, serta Inter Milan dengan skor 3-1 dan 2-1.

Baca juga: Fabregas Tiru Bodo/Glimt agar Como Bisa Bekuk Inter di Coppa Italia

Julukan Nelayan Salmon

Perjalanan klub Norwegia ini pernah dipandang berbeda oleh sebagian pengamat sepak bola.

Pada 2021, mantan pemain Italia Paolo Di Canio melontarkan komentar tajam saat mengulas kekalahan AS Roma di ajang UEFA Europa League.

Saat itu, Roma asuhan Jose Mourinho kalah 1-6 di Aspmyra. Di Canio kemudian menyebut para pemain Bodo/Glimt seperti nelayan salmon.

Francesco Pio Esposito (tengah) menyundul bola dengan dibayangi Sondre Brunstad Fet (kiri) dan Jostein Gundersenduring dalam pertandingan sepak bola leg kedua playoff Liga Champions antara Inter Milan vs Bodo/Glimt di Stadion Giuseppe Meazza di Milan, Italia utara, pada 24 Februari 2026. (Foto oleh PIERO CRUCIATTI / AFP)AFP/PIERO CRUCIATTI Francesco Pio Esposito (tengah) menyundul bola dengan dibayangi Sondre Brunstad Fet (kiri) dan Jostein Gundersenduring dalam pertandingan sepak bola leg kedua playoff Liga Champions antara Inter Milan vs Bodo/Glimt di Stadion Giuseppe Meazza di Milan, Italia utara, pada 24 Februari 2026. (Foto oleh PIERO CRUCIATTI / AFP)

"Kita sedang membicarakan tentang Bodo/Glimt, tujuh orang dari mereka adalah nelayan salmon, mereka bekerja di pelabuhan!" ucap eks striker Juventus dan AC Milan tersebut.

Sebutan itu muncul karena Norwegia dikenal sebagai salah satu negara pengekspor salmon terbesar di dunia.

Baca juga: Curhat Pemain Inter Milan Usai Tumbang Lawan Bodo/Glimt, Bola Tak Mau Masuk Gawang

Respons Klub dan Fokus Tim

Komentar tersebut mendapat tanggapan dari CEO Bodo/Glimt, Frode Thomassen. Ia menilai sektor perikanan memiliki peran penting bagi masa depan pangan global.

"Sektor perikanan akan menjadi bagian penting dari solusi pangan dunia. Eropa Utara akan memainkan peran kunci," katanya.

"Itulah mengapa, dengan fokus pada keberlanjutan dan peluang di Arktik, kami melihat diri kami lebih dari sekadar klub sepak bola," ucap Thomassen pada April 2025.

Halaman:


Terkini Lainnya
Putri KW Fokus Kurangi Kesalahan Sendiri Jelang Kejuaraan Asia 2026
Putri KW Fokus Kurangi Kesalahan Sendiri Jelang Kejuaraan Asia 2026
Badminton
Hector Souto Siapkan Program Uji Coba Timnas Futsal Indonesia ke Spanyol dan Brasil
Hector Souto Siapkan Program Uji Coba Timnas Futsal Indonesia ke Spanyol dan Brasil
Timnas Indonesia
Timnas Indonesia Mampu Tandingi Bulgaria, Kesan Positif John Herdman
Timnas Indonesia Mampu Tandingi Bulgaria, Kesan Positif John Herdman
Timnas Indonesia
Persiapan Minim, Hector Souto Tak Patok Target Tinggi di Piala AFF Futsal 2026
Persiapan Minim, Hector Souto Tak Patok Target Tinggi di Piala AFF Futsal 2026
Timnas Indonesia
Bekal dari Tur Eropa, Alwi Farhan Kian Matang Tatap Kejuaraan Asia
Bekal dari Tur Eropa, Alwi Farhan Kian Matang Tatap Kejuaraan Asia
Badminton
Justin Hubner dan Jennifer Coppen Prewedding Pakai Adat Jawa
Justin Hubner dan Jennifer Coppen Prewedding Pakai Adat Jawa
Timnas Indonesia
Barcelona Berpeluang Lepas Jules Kounde, 3 Raksasa Liga Inggris Mengantre
Barcelona Berpeluang Lepas Jules Kounde, 3 Raksasa Liga Inggris Mengantre
Liga Inggris
Menanti 40 Tahun, Irak Pastikan Tiket Terakhir ke Piala Dunia 2026
Menanti 40 Tahun, Irak Pastikan Tiket Terakhir ke Piala Dunia 2026
Liga Champions
Daftar Lengkap 48 Tim di Piala Dunia 2026: Irak Lolos, Curacao Ukir Sejarah
Daftar Lengkap 48 Tim di Piala Dunia 2026: Irak Lolos, Curacao Ukir Sejarah
Internasional
Italia Gagal ke Piala Dunia: Air Mata Gennaro Gattuso, Perih Buffon
Italia Gagal ke Piala Dunia: Air Mata Gennaro Gattuso, Perih Buffon
Internasional
Malaysia Gagal ke Piala Asia 2027, Peter Cklamovski Akui Keunggulan Vietnam
Malaysia Gagal ke Piala Asia 2027, Peter Cklamovski Akui Keunggulan Vietnam
Timnas Indonesia
Timnas Indonesia Era John Herdman: Menjanjikan, tapi Masih Banyak PR
Timnas Indonesia Era John Herdman: Menjanjikan, tapi Masih Banyak PR
Timnas Indonesia
Cerita Dony Tri Bela Timnas Indonesia di FIFA Series 2026, Dapat Petuah Verdonk
Cerita Dony Tri Bela Timnas Indonesia di FIFA Series 2026, Dapat Petuah Verdonk
Timnas Indonesia
Jadwal Babak 16 Besar Piala Gubernur DKI Jakarta, ASIOP Tancap Gas
Jadwal Babak 16 Besar Piala Gubernur DKI Jakarta, ASIOP Tancap Gas
Liga Indonesia
Skor Irak Vs Bolivia 2-1, Persib Punya Wakil di Piala Dunia 2026
Skor Irak Vs Bolivia 2-1, Persib Punya Wakil di Piala Dunia 2026
Internasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau