Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Bung Kus Sebut Borneo FC Vs Persib Bisa Tentukan Klasemen Akhir Liga

Kompas.com, 15 Maret 2026, 15:44 WIB
Suci Rahayu,
Sem Bagaskara

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Persaingan menuju gelar Super League 2025-2026 semakin memanas. Salah satu duel yang dinilai berpotensi menentukan arah persaingan itu adalah partai tunda pekan ke-21 Borneo FC vs Persib.

Borneo FC siapmmenjamu Persib Bandung di Stadion Segiri Samarinda, Minggu (15/3/2026) malam.

Hasil Borneo FC vs Persib bisa berdampak langsung terhadap perebutan posisi puncak klasemen.

Pengamat sepak bola nasional Mohamad Kusnaeni menilai laga ini menjadi salah satu laga yang berpotensi menentukan posisi akhir klasemen musim ini.

Baca juga: Fakta Borneo FC vs Persib Bandung, Laga Sengit Calon Juara

Menurutnya, perebutan gelar musim ini melibatkan tiga klub kuat, yakni Persib, Borneo FC,’dan Persija Jakarta. Pertemuan langsung di antara ketiga klub tersebut dinilai akan sangat menentukan arah persaingan.

"Karena peluang juara terbesar dari 3 klub ini, nanti di akhir kompetisi ditentukan head to head-nya mereka. Kalau poinnya sama, head to head-nya akan menentukan siapa yang berada di klasemen lebih tinggi," tuturnya kepada KOMPAS.com.

Dengan sembilan laga tersisa, ia menggambarkan situasi kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia saat ini seperti balapan yang mulai memasuki fase akhir.

“Ibarat motor balap, Super League ini sudah memasuki lap terakhir. Memang bukan benar-benar lap terakhir, tetapi fase yang menentukan karena kompetisi tinggal menyisakan sembilan laga,” ujar pengamat yang biasa disapa Bung Kus itu.

Baca juga: Persija Fokus Lawan Dewa United, Enggan Pikirkan Borneo FC Vs Persib

Dalam kondisi seperti itu, setiap laga akan memiliki dampak besar terhadap posisi tim di klasemen akhir.

“Persaingan makin panas, gesekannya makin kuat, dan tensinya juga semakin tinggi,” imbuhnya.

Perjalanan Naik-Turun Borneo FC, Kedalaman Skuad Jadi Kunci

Di sisi lain, perjalanan Borneo FC musim ini tidak selalu mulus. Tim sempat bermain dominan pada awal kompetisi musim ini dengan mencatatkan rentetan kemenangan panjang.

Bahkan, Borneo sempat memimpin klasemen cukup lama dan meninggalkan sejumlah rival utama, semodel Persib, Persija, dan Malut United.

“Sempat menang 11 pertandingan beruntun dan berada di puncak klasemen,” kata Mohamad Kusnaeni soal Borneo FC.

Namun, menjelang akhir putaran pertama, performa tim mulai mengalami penurunan. Beberapa hasil imbang dan kekalahan membuat Pesut Etam tergeser dari puncak klasemen sementara.

Pemain Borneo FC foto bersama sebelum menjalani laga pekan ke-15 Super League 2025-2026 melawan tuan rumah Persebaya Surabaya yang berakhir dengan skor 2-2 di Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya, Sabtu (20/12/2025) malam.KOMPAS.COM/SUCI RAHAYU Pemain Borneo FC foto bersama sebelum menjalani laga pekan ke-15 Super League 2025-2026 melawan tuan rumah Persebaya Surabaya yang berakhir dengan skor 2-2 di Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya, Sabtu (20/12/2025) malam.

Kusnaeni mengungkapkan hal tersebut merupakan tantangan umum bagi tim yang terlalu lama berada dalam tren kemenangan panjang.

Halaman:


Terkini Lainnya
Geber Persiapan BAC 2026, Sabar/Reza Latihan Bareng Pelatnas PBSI
Geber Persiapan BAC 2026, Sabar/Reza Latihan Bareng Pelatnas PBSI
Badminton
Fermin Lopez Pilih Beli Barang Ini Saat Terima Gaji Pertama di Barcelona
Fermin Lopez Pilih Beli Barang Ini Saat Terima Gaji Pertama di Barcelona
Liga Spanyol
Putri KW Fokus Kurangi Kesalahan Sendiri Jelang Kejuaraan Asia 2026
Putri KW Fokus Kurangi Kesalahan Sendiri Jelang Kejuaraan Asia 2026
Badminton
Hector Souto Siapkan Program Uji Coba Timnas Futsal Indonesia ke Spanyol dan Brasil
Hector Souto Siapkan Program Uji Coba Timnas Futsal Indonesia ke Spanyol dan Brasil
Timnas Indonesia
Timnas Indonesia Mampu Tandingi Bulgaria, Kesan Positif John Herdman
Timnas Indonesia Mampu Tandingi Bulgaria, Kesan Positif John Herdman
Timnas Indonesia
Persiapan Minim, Hector Souto Tak Patok Target Tinggi di Piala AFF Futsal 2026
Persiapan Minim, Hector Souto Tak Patok Target Tinggi di Piala AFF Futsal 2026
Timnas Indonesia
Bekal dari Tur Eropa, Alwi Farhan Kian Matang Tatap Kejuaraan Asia
Bekal dari Tur Eropa, Alwi Farhan Kian Matang Tatap Kejuaraan Asia
Badminton
Justin Hubner dan Jennifer Coppen Prewedding Pakai Adat Jawa
Justin Hubner dan Jennifer Coppen Prewedding Pakai Adat Jawa
Timnas Indonesia
Barcelona Berpeluang Lepas Jules Kounde, 3 Raksasa Liga Inggris Mengantre
Barcelona Berpeluang Lepas Jules Kounde, 3 Raksasa Liga Inggris Mengantre
Liga Inggris
Menanti 40 Tahun, Irak Pastikan Tiket Terakhir ke Piala Dunia 2026
Menanti 40 Tahun, Irak Pastikan Tiket Terakhir ke Piala Dunia 2026
Liga Champions
Daftar Lengkap 48 Tim di Piala Dunia 2026: Irak Lolos, Curacao Ukir Sejarah
Daftar Lengkap 48 Tim di Piala Dunia 2026: Irak Lolos, Curacao Ukir Sejarah
Internasional
Italia Gagal ke Piala Dunia: Air Mata Gennaro Gattuso, Perih Buffon
Italia Gagal ke Piala Dunia: Air Mata Gennaro Gattuso, Perih Buffon
Internasional
Malaysia Gagal ke Piala Asia 2027, Peter Cklamovski Akui Keunggulan Vietnam
Malaysia Gagal ke Piala Asia 2027, Peter Cklamovski Akui Keunggulan Vietnam
Timnas Indonesia
Timnas Indonesia Era John Herdman: Menjanjikan, tapi Masih Banyak PR
Timnas Indonesia Era John Herdman: Menjanjikan, tapi Masih Banyak PR
Timnas Indonesia
Cerita Dony Tri Bela Timnas Indonesia di FIFA Series 2026, Dapat Petuah Verdonk
Cerita Dony Tri Bela Timnas Indonesia di FIFA Series 2026, Dapat Petuah Verdonk
Timnas Indonesia
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau