KOMPAS.com - Massimo Ambrosini memberikan nasihat kepada Rafael Leao dan sang pelatih, Massimiliano Allegri, setelah AC Milan dibekuk Lazio 0-1.
Leao menunjukkan reaksi marah setelah ditarik keluar Massimiliano Allegri pada menit ke-66 dalam laga pekan ke-29 Liga Italia 2025-2026 Lazio vs AC Milan di Stadion Olimpico, Minggu (15/3/2026).
Insiden itu menambah pahit kekalahan AC Milan yang datang usai mereka kemasukan gol Gustav Isaksen (26').
Kekalahan ini membuat Milan tertinggal delapan poin dari Inter di puncak klasemen Liga Italia.
Baca juga: Lazio Vs AC Milan 1-0, Allegri Sebut Liga Champions Lebih Realistis dari Scudetto
Di sisi lain, para pendukung Milan juga merasa khawatir ketika Leao menolak untuk memberikan pelukan kepada Allegri di pinggir lapangan setelah ditarik keluar.
Reaksi marah tersebut muncul beberapa saat setelah Leao tak mendapatkan operan dari rekan setimnya, Christian Pulisic, dalam sebuah bangunan serangan.
Rafael Leao (kiri) dibayangi Manuel Akanji (kanan) dalam pertandingan sepak bola Serie A Liga Italia antara AC Milan vs Inter Milan di Stadion San Siro di Milan, Italia utara, pada 8 Maret 2026. (Foto oleh Stefano RELLANDINI / AFP)Dalam wawancara setelah pertandingan di DAZN, Ambrosini, memberikan pesan kepada Leao.
Leao diminta menyalurkan kemarahan dan rasa frustrasi di lapangan, bukan saat ditarik keluar.
“Saya pikir dia harus menunjukkan kemarahan itu ketika dia berada di lapangan,” kata Ambrosini yang pernah empat kali merasakan gelar juara Liga Italia bersama AC Milan.
“Dia selalu memberikan kesan bahwa semangat kompetitifnya kurang. Tapi dia harus menyalurkan kemarahan itu selama pertandingan dengan cara tertentu.”
Baca juga: Leao Marah Saat Diganti Allegri, Kata Costacurta gara-gara Pulisic
“Sampai menit ke-34, dia hanya menyentuh bola empat kali, salah satunya adalah sundulan. Rasa yang ada adalah bahwa secara alami dan berdasarkan karakteristiknya, dia adalah pemain yang harus tetap terjaga,” ujar eks gelandang AC Milan tersebut.
Ambrosini juga berpandangan bahwa memainkan Leao sebagai penyerang tengah, apalagi saat Milan beralih ke formasi 4-3-3, sebagai sebuah hal yang kurang efektif.
“Sebagai penyerang tengah, dia lebih banyak istirahat dibandingkan ketika bermain di sayap. Saya tidak akan mengubah (formasi) hari ini.”
“Milan beralih dari 3-5-2 ke 4-3-3 di babak kedua dengan Pulisic di sayap dan Leao di depan. Sekali lagi, saya akan memainkan dia di sayap dan beralih ke 4-2-3-1. Dia tersia-siakan sebagai penyerang tengah,” tutur Ambrosini mengomentari pilihan taktik Allegri.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang