KOMPAS.com – Legenda Juventus dan timnas Italia, Alessandro Del Piero, menyoroti masalah klasik yang kerap dialami klub-klub Italia, yakni kelelahan pemain di tengah padatnya jadwal pertandingan.
Pernyataan itu muncul setelah tidak ada wakil dari Liga Italia yang tersisa di Liga Champions musim ini.
Terakhir, Atalanta tersingkir di babak 16 besar usai kalah agregat 2-10 dari Bayern Muenchen, pada Rabu (18/3/2026) atau Kamis (19/3/2026) dini hari WIB.
Dilansir dari Sky Sport, Del Piero menilai keluhan soal kelelahan terlalu sering dijadikan alasan oleh klub-klub Italia.
Baca juga: Rasa Frustrasi John Terry Usai Chelsea Dihajar PSG di Liga Champions
Ia menegaskan bahwa tim seharusnya mampu beradaptasi dengan tuntutan permainan sepak bola modern.
“Masalah kami adalah kelelahan. Kami selalu menjadi pihak yang selalu kelelahan. Di Italia, hal itu seolah sudah menjadi kebiasaan,” ujar Del Piero.
Ia juga membandingkan dengan pelatih di luar Italia yang jarang mengeluhkan jadwal padat.
“Saya jarang mendengar pelatih di luar negeri mengeluh soal pertandingan atau mengatakan kami lelah. Anda harus beradaptasi,” ujar Del Piero.
Baca juga: Puasnya Igor Tudor Meski Tottenham Tersingkir dari Liga Champions
Menurut mantan pemain Juventus itu, perkembangan sepak bola saat ini seharusnya memudahkan tim dalam mengatasi kelelahan, mulai dari jumlah pergantian pemain yang lebih banyak hingga dukungan teknologi pemulihan fisik.
“Sepak bola saat ini berbeda. Anda punya lebih banyak pemain, lebih banyak pergantian, lebih banyak uang untuk investasi dalam persiapan fisik dan pemulihan,” ujar Del Piero.
Raphinha merayakan gol pertama timnya dalam pertandingan sepak bola Liga Spanyol antara FC Barcelona vs Sevilla FC di Stadion Camp Nou di Barcelona, pada 15 Maret 2026. (Foto oleh Lluis GENE / AFP)Dalam pernyataannya, Del Piero juga menyinggung FC Barcelona sebagai contoh tim yang tetap konsisten meski menghadapi jadwal padat.
“Barcelona selalu memainkan pemain yang sama. Lalu jika ada yang cedera, mereka menggantinya dengan pemain lain,” ujar Del Piero.
Baca juga: Jadwal Perempat Final Liga Champions: Final Kepagian Real Madrid Vs Bayern Muenchen
Ia menilai klub-klub Italia perlu meningkatkan profesionalisme dan kualitas untuk bisa bersaing di level tertinggi Eropa.
“Anda perlu profesionalisme untuk meningkatkan pemain, karena masih ada ruang untuk berkembang. Yang lain melakukannya,” tambahnya.
Sejak terakhir kali Inter Milan menjuarai Liga Champions pada musim 2009=2010 bersama José Mourinho, belum ada lagi klub Italia yang mampu mengangkat trofi tersebut, meski Juventus dan Inter sempat mencapai final.
Juventus kalah dari Barcelona dan Real Madrid kala menembus final edisi 2014-2015 serta 2016-2017.
Sementara itu, Inter Milan tumbang dari Man City pada final Liga Champions 2022-2023, kemudian dibabat PSG 0-5 di partai puncak musim lalu.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang