Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Del Piero Soroti Masalah Klub Italia, Ajak Lihat Barcelona

Kompas.com, 20 Maret 2026, 16:12 WIB
Joseph Tri Purnama,
Sem Bagaskara

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Legenda Juventus dan timnas Italia, Alessandro Del Piero, menyoroti masalah klasik yang kerap dialami klub-klub Italia, yakni kelelahan pemain di tengah padatnya jadwal pertandingan.

Pernyataan itu muncul setelah tidak ada wakil dari Liga Italia yang tersisa di Liga Champions musim ini.

Terakhir, Atalanta tersingkir di babak 16 besar usai kalah agregat 2-10 dari Bayern Muenchen, pada Rabu (18/3/2026) atau Kamis (19/3/2026) dini hari WIB.

Del Piero Kritik Alasan Kelelahan Klub Italia

Dilansir dari Sky Sport, Del Piero menilai keluhan soal kelelahan terlalu sering dijadikan alasan oleh klub-klub Italia. 

Baca juga: Rasa Frustrasi John Terry Usai Chelsea Dihajar PSG di Liga Champions

Ia menegaskan bahwa tim seharusnya mampu beradaptasi dengan tuntutan permainan sepak bola modern.

“Masalah kami adalah kelelahan. Kami selalu menjadi pihak yang selalu kelelahan. Di Italia, hal itu seolah sudah menjadi kebiasaan,” ujar Del Piero.

Ia juga membandingkan dengan pelatih di luar Italia yang jarang mengeluhkan jadwal padat.

“Saya jarang mendengar pelatih di luar negeri mengeluh soal pertandingan atau mengatakan kami lelah. Anda harus beradaptasi,” ujar Del Piero.

Baca juga: Puasnya Igor Tudor Meski Tottenham Tersingkir dari Liga Champions

Menurut mantan pemain Juventus itu, perkembangan sepak bola saat ini seharusnya memudahkan tim dalam mengatasi kelelahan, mulai dari jumlah pergantian pemain yang lebih banyak hingga dukungan teknologi pemulihan fisik.

“Sepak bola saat ini berbeda. Anda punya lebih banyak pemain, lebih banyak pergantian, lebih banyak uang untuk investasi dalam persiapan fisik dan pemulihan,” ujar Del Piero.

Singgung Barcelona dan Standar Kompetitif

Raphinha merayakan gol pertama timnya dalam pertandingan sepak bola Liga Spanyol antara FC Barcelona vs Sevilla FC di Stadion Camp Nou di Barcelona, pada 15 Maret 2026. (Foto oleh Lluis GENE / AFP)AFP/LLUIS GENE Raphinha merayakan gol pertama timnya dalam pertandingan sepak bola Liga Spanyol antara FC Barcelona vs Sevilla FC di Stadion Camp Nou di Barcelona, pada 15 Maret 2026. (Foto oleh Lluis GENE / AFP)

Dalam pernyataannya, Del Piero juga menyinggung FC Barcelona sebagai contoh tim yang tetap konsisten meski menghadapi jadwal padat.

“Barcelona selalu memainkan pemain yang sama. Lalu jika ada yang cedera, mereka menggantinya dengan pemain lain,” ujar Del Piero.

Baca juga: Jadwal Perempat Final Liga Champions: Final Kepagian Real Madrid Vs Bayern Muenchen

Ia menilai klub-klub Italia perlu meningkatkan profesionalisme dan kualitas untuk bisa bersaing di level tertinggi Eropa.

“Anda perlu profesionalisme untuk meningkatkan pemain, karena masih ada ruang untuk berkembang. Yang lain melakukannya,” tambahnya.

Sejak terakhir kali Inter Milan menjuarai Liga Champions pada musim 2009=2010 bersama José Mourinho, belum ada lagi klub Italia yang mampu mengangkat trofi tersebut, meski Juventus dan Inter sempat mencapai final.

Juventus kalah dari Barcelona dan Real Madrid kala menembus final edisi 2014-2015 serta 2016-2017.

Sementara itu, Inter Milan tumbang dari Man City pada final Liga Champions 2022-2023, kemudian dibabat PSG 0-5 di partai puncak musim lalu. 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Putri KW Fokus Kurangi Kesalahan Sendiri Jelang Kejuaraan Asia 2026
Putri KW Fokus Kurangi Kesalahan Sendiri Jelang Kejuaraan Asia 2026
Badminton
Hector Souto Siapkan Program Uji Coba Timnas Futsal Indonesia ke Spanyol dan Brasil
Hector Souto Siapkan Program Uji Coba Timnas Futsal Indonesia ke Spanyol dan Brasil
Timnas Indonesia
Timnas Indonesia Mampu Tandingi Bulgaria, Kesan Positif John Herdman
Timnas Indonesia Mampu Tandingi Bulgaria, Kesan Positif John Herdman
Timnas Indonesia
Persiapan Minim, Hector Souto Tak Patok Target Tinggi di Piala AFF Futsal 2026
Persiapan Minim, Hector Souto Tak Patok Target Tinggi di Piala AFF Futsal 2026
Timnas Indonesia
Bekal dari Tur Eropa, Alwi Farhan Kian Matang Tatap Kejuaraan Asia
Bekal dari Tur Eropa, Alwi Farhan Kian Matang Tatap Kejuaraan Asia
Badminton
Justin Hubner dan Jennifer Coppen Prewedding Pakai Adat Jawa
Justin Hubner dan Jennifer Coppen Prewedding Pakai Adat Jawa
Timnas Indonesia
Barcelona Berpeluang Lepas Jules Kounde, 3 Raksasa Liga Inggris Mengantre
Barcelona Berpeluang Lepas Jules Kounde, 3 Raksasa Liga Inggris Mengantre
Liga Inggris
Menanti 40 Tahun, Irak Pastikan Tiket Terakhir ke Piala Dunia 2026
Menanti 40 Tahun, Irak Pastikan Tiket Terakhir ke Piala Dunia 2026
Liga Champions
Daftar Lengkap 48 Tim di Piala Dunia 2026: Irak Lolos, Curacao Ukir Sejarah
Daftar Lengkap 48 Tim di Piala Dunia 2026: Irak Lolos, Curacao Ukir Sejarah
Internasional
Italia Gagal ke Piala Dunia: Air Mata Gennaro Gattuso, Perih Buffon
Italia Gagal ke Piala Dunia: Air Mata Gennaro Gattuso, Perih Buffon
Internasional
Malaysia Gagal ke Piala Asia 2027, Peter Cklamovski Akui Keunggulan Vietnam
Malaysia Gagal ke Piala Asia 2027, Peter Cklamovski Akui Keunggulan Vietnam
Timnas Indonesia
Timnas Indonesia Era John Herdman: Menjanjikan, tapi Masih Banyak PR
Timnas Indonesia Era John Herdman: Menjanjikan, tapi Masih Banyak PR
Timnas Indonesia
Cerita Dony Tri Bela Timnas Indonesia di FIFA Series 2026, Dapat Petuah Verdonk
Cerita Dony Tri Bela Timnas Indonesia di FIFA Series 2026, Dapat Petuah Verdonk
Timnas Indonesia
Jadwal Babak 16 Besar Piala Gubernur DKI Jakarta, ASIOP Tancap Gas
Jadwal Babak 16 Besar Piala Gubernur DKI Jakarta, ASIOP Tancap Gas
Liga Indonesia
Skor Irak Vs Bolivia 2-1, Persib Punya Wakil di Piala Dunia 2026
Skor Irak Vs Bolivia 2-1, Persib Punya Wakil di Piala Dunia 2026
Internasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau