Penulis
KOMPAS.com - Selebrasi unik dilakukan Youssouf Fofana dan Adrien Rabiot dalam laga melawan Torino. Gol Fofana dan Rabiot membawa AC Milan melibas Torino 3-2.
Kontribusi pemain asal Perancis, Adrien Rabiot dan Youssouf Fofana, krusial dalam mengantar AC Milan meraih kemenangan pada pekan ke-30 Liga Italia 2025-2026.
Skor 3-2 jadi hasil AC Milan vs Torino di Stadion San Siro, Sabtu (21/3/2026) atau Minggu dini hari WIB.
AC Milan arahan Massimiliano Allegri mampu melibas sang tamu Torino berkat gol-gol Strahinja Pavlovic (54'), Adrien Rabiot (54'), dan Youssouf Fofana (56').
Di sisi lain, Torino membalas berkat gol Giovanni Simeone (44') dan Nikola Vlasic (83' pen.).
Baca juga: Klasemen Liga Italia: AC Milan Posisi 2, Tim Jay Idzes 10 Besar
Momen menarik terjadi ketika Youssouf Fofana mencetak gol ketiga untuk AC Milan, usai memaksimalkan sodoran Zachary Athekame.
Fofana tampak menutupi kedua matanya dengan lengan. Ia juga berpose layaknya sedang berdiri di atas papan selancar.
Sang gelandang asal Perancis yang di masa lalu pernah bekerja sebagai pengantar piza itu menjelaskan makna selebrasi golnya, yang turut diikuti oleh Adrien Rabiot.
“Itu campuran antara Rafa (Rafael Leao) dan (Christian) Pulisic, saya tujukan untuk mereka, ya bukan benar-benar saya dedikasikan, tapi mungkin saya akan mencetak lebih banyak gol,” ujar Fofana sembari tertawa, dilansir dari Football Italia.
Penjelasan Fofana itu jelas menyejukkan untuk penggemar AC Milan. Pekan lalu, ruang ganti AC Milan sempat panas lantaran isu ketegangan antara Rafael Leao dengan Christian Pulisic.
Baca juga: Hasil AC Milan Vs Torino 3-2: Duo Perancis Bikin Banteng Menangis
Leao disebut kecewa karena tak diberi operan oleh Pulisic dalam laga melawan Lazio yang berujung kekalahan 0-1.
Strahinja Pavlovic merayakan gol dalam pertandingan sepak bola Serie A Liga Italia antara AC Milan vs Torino di stadion San Siro di Milan, Italia utara, pada 21 Maret 2026. (Foto oleh Stefano RELLANDINI / AFP)Kemarahan kemudian ditumpahkan Leao ketika ditarik keluar oleh sang pelatih Massimiliano Allegri pada babak kedua pertandingan di Stadion Olimpico.
Ketika melawan Torino, Leao harus absen. Pemain Portugal yang identik dengan selebrasi ala peselancar itu mengalami problem pada otot adduktor.
Alhasil, Pulisic, yang selama ini kerap merayakan golnya dengan cara menutupi mata dengan lengan, memulai laga dengan berduet bersama penyerang asal Jerman, Niclas Fuellkrug.
Milan sempat mendapatkan perlawanan sengit dari Torino. Terbukti skor pada masa jeda menunjuk angka 1-1.
Namun, percakapan di ruang ganti saat jeda menjadi pemicu kebangkitan tim tuan rumah beralias Il Rossoneri (Si Merah-Hitam).
“Setelah babak pertama kami memahami bahwa kami belum benar-benar agresif dalam fase menyerang,” kata Fofana, dikutip dari MilanNews.
“Jadi kami kembali ke lapangan dengan lebih banyak keinginan dan mencetak dua gol.”
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang