Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Senegal Rilis Jersey Piala Dunia 2026 Minus Satu Bintang di Atas Logo

Kompas.com, 23 Maret 2026, 13:05 WIB
Indra Citra Sena,
Sem Bagaskara

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Tim nasional Senegal baru-baru ini merilis jersey anyar yang akan digunakan untuk bertanding di Piala Dunia 2026.

Jersey keluaran aparel Puma itu masih kental dengan nuansa bendera Senegal dengan warna dominan hijau plus aksen kuning dan merah.

Sorotan tertuju kepada bagian logo karena tampak hanya ada satu bintang yang tertera, bukannya dua mengacu kepada jumlah gelar Piala Afrika milik Senegal.

Sontak hal ini langsung dikaitkan dengan polemik yang terjadi, yakni pencabutan gelar juara Piala Afrika 2026 secara kontroversial oleh CAF.

Baca juga: Presiden CAF Angkat Bicara Imbas Gelar Juara Piala Afrika 2025 Senegal Dicabut

Namun, Federasi Sepak bola Senegal (FSF) buru-buru membantah dan membuat pernyataan resmi tentang jersey Piala Dunia 2026.

FSF menyebut produksi jersey anyar oleh Puma sudah dilakukan sejak Agustus 2025 atau sebelum Senegal menjuarai Piala Afrika 2026.

"Produksi sudah dimulai sebelum Piala Afrika 2026. Tenggat dan kendala industri membuat proses itu tidak bisa dihentikan," begitu pernyataan resmi FSF.

Tetap Produksi Jersey 2 Bintang

Lebih lanjut, FSF memastikan bahwa jersey Senegal dengan dua bintang di atas logo tetap diproduksi dan dijadwalkan tersedia pada September mendatang.   

Baca juga: Kenapa Gelar Juara Senegal di AFCON Dicabut?

Pernyataan FSF sekaligus menegaskan sikap Senegal yang masih yakin bisa membatalkan keputusan CAF mencabut gelar juara mereka lewat jalur banding.

Sebelumnya, Senegal mengunci gelar juara Piala Afrika 2026 berkat kemenangan 1-0 atas Maroko di final pada Januari lalu.

Para pemain Senegal dan Maroko berhadapan dalam sebuah insiden di laga final Piala Afrika 2025. Pertandingan Senegal vs Maroko berlangsung di Stadion Prince Moulay Abdallah, Rabat, pada Senin (19/1/2026) dini hari WIB.AFP/ABDEL MAJID BZIOUAT Para pemain Senegal dan Maroko berhadapan dalam sebuah insiden di laga final Piala Afrika 2025. Pertandingan Senegal vs Maroko berlangsung di Stadion Prince Moulay Abdallah, Rabat, pada Senin (19/1/2026) dini hari WIB.

Namun, dalam prosesnya para pemain dan pelatih sempat melakukan aksi mogok bermain sekitar 10 menit sebagai bentuk protes terhadap keputusan kontroversial wasit.

Senegal tidak terima wasit memberikan hadiah penalti kepada Maroko di menit akhir. Mereka berbondong-bondong meninggalkan lapangan.

Baca juga: Regulasi yang Bikin Gelar Piala Afrika 2025 Milik Senegal Dicabut

Belakangan, bujukan kapten Sadio Mane Senegal akhirnya kembali ke lapangan dan melanjutkan pertandingan. Mereka sukses mencetak gol dan mengalahkan Maroko 1-0.

Senegal Ajukan Banding

Berselang dua bulan kemudian, CAF menjatuhkan hukuman berat kepada Senegal berupa pencabutan gelar juara dan memberikannya kepada Maroko.

Dasarnya adalah aksi mogok dan meninggalkan lapangan selama 10 menit yang dilakukan oleh segenap pemain Senegal, sehingga dianggap WO.

FSF menyatakan keputusan itu tidak adil dan berencana mengajukan banding ke Court of Arbitration for Sport (CAS). 

Baca juga: Timnas Senegal di Ambang Sanksi Berat Usai Juara di Piala Afrika 2025

Pemerintah Senegal juga mendorong investigasi terkait dugaan korupsi di tubuh CAF dan mempertimbangkan langkah hukum lanjutan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Putri KW Fokus Kurangi Kesalahan Sendiri Jelang Kejuaraan Asia 2026
Putri KW Fokus Kurangi Kesalahan Sendiri Jelang Kejuaraan Asia 2026
Badminton
Hector Souto Siapkan Program Uji Coba Timnas Futsal Indonesia ke Spanyol dan Brasil
Hector Souto Siapkan Program Uji Coba Timnas Futsal Indonesia ke Spanyol dan Brasil
Timnas Indonesia
Timnas Indonesia Mampu Tandingi Bulgaria, Kesan Positif John Herdman
Timnas Indonesia Mampu Tandingi Bulgaria, Kesan Positif John Herdman
Timnas Indonesia
Persiapan Minim, Hector Souto Tak Patok Target Tinggi di Piala AFF Futsal 2026
Persiapan Minim, Hector Souto Tak Patok Target Tinggi di Piala AFF Futsal 2026
Timnas Indonesia
Bekal dari Tur Eropa, Alwi Farhan Kian Matang Tatap Kejuaraan Asia
Bekal dari Tur Eropa, Alwi Farhan Kian Matang Tatap Kejuaraan Asia
Badminton
Justin Hubner dan Jennifer Coppen Prewedding Pakai Adat Jawa
Justin Hubner dan Jennifer Coppen Prewedding Pakai Adat Jawa
Timnas Indonesia
Barcelona Berpeluang Lepas Jules Kounde, 3 Raksasa Liga Inggris Mengantre
Barcelona Berpeluang Lepas Jules Kounde, 3 Raksasa Liga Inggris Mengantre
Liga Inggris
Menanti 40 Tahun, Irak Pastikan Tiket Terakhir ke Piala Dunia 2026
Menanti 40 Tahun, Irak Pastikan Tiket Terakhir ke Piala Dunia 2026
Liga Champions
Daftar Lengkap 48 Tim di Piala Dunia 2026: Irak Lolos, Curacao Ukir Sejarah
Daftar Lengkap 48 Tim di Piala Dunia 2026: Irak Lolos, Curacao Ukir Sejarah
Internasional
Italia Gagal ke Piala Dunia: Air Mata Gennaro Gattuso, Perih Buffon
Italia Gagal ke Piala Dunia: Air Mata Gennaro Gattuso, Perih Buffon
Internasional
Malaysia Gagal ke Piala Asia 2027, Peter Cklamovski Akui Keunggulan Vietnam
Malaysia Gagal ke Piala Asia 2027, Peter Cklamovski Akui Keunggulan Vietnam
Timnas Indonesia
Timnas Indonesia Era John Herdman: Menjanjikan, tapi Masih Banyak PR
Timnas Indonesia Era John Herdman: Menjanjikan, tapi Masih Banyak PR
Timnas Indonesia
Cerita Dony Tri Bela Timnas Indonesia di FIFA Series 2026, Dapat Petuah Verdonk
Cerita Dony Tri Bela Timnas Indonesia di FIFA Series 2026, Dapat Petuah Verdonk
Timnas Indonesia
Jadwal Babak 16 Besar Piala Gubernur DKI Jakarta, ASIOP Tancap Gas
Jadwal Babak 16 Besar Piala Gubernur DKI Jakarta, ASIOP Tancap Gas
Liga Indonesia
Skor Irak Vs Bolivia 2-1, Persib Punya Wakil di Piala Dunia 2026
Skor Irak Vs Bolivia 2-1, Persib Punya Wakil di Piala Dunia 2026
Internasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau