Penulis
KOMPAS.com - Timnas Inggris mulai menunjukkan pendekatan permainan yang lebih pragmatis sejak ditangani Thomas Tuchel.
Dalam laga uji coba melawan Uruguay di London, Jumat (27/3/2026), Timnas Inggris bermain imbang 1-1.
Gaya permainan tersebut juga terlihat saat Inggris menang tipis 1-0 atas Andorra pada Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Eropa.
Pendekatan ini menekankan hasil akhir dibanding permainan terbuka.
Situasi ini mendapat perhatian dari mantan kiper Inggris, Paul Robinson.
Ia menilai strategi tersebut bisa dikembangkan lebih jauh untuk menghadapi turnamen besar.
Robinson menyarankan agar Timnas Inggris memaksimalkan situasi bola mati seperti Arsenal.
Klub tersebut mampu mencetak banyak gol melalui set-piece di kompetisi domestik.
Dari total 61 gol Arsenal, sebanyak 21 berasal dari situasi bola mati.
Baca juga: Hasil Inggris Vs Uruguay 1-1: Gol Valverde Buyarkan Kemenangan Tiga Singa
Angka tersebut menunjukkan efektivitas strategi tersebut dalam menciptakan peluang.
Menurut Robinson, Inggris memiliki pemain yang bisa mendukung skema tersebut, seperti Bukayo Saka, Declan Rice, Noni Madueke, dan Ben White.
Michael Keane (kiri) berduel udara dengan William Saliba dalam pertandingan sepak bola Liga Inggris antara Arsenal vs Everton di Stadion Emirates di London pada 14 Maret 2026. (Foto oleh Ben STANSALL / AFP) "Saya sejujurnya merasa bola mati bisa membantu Timnas Inggris menjuarai Piala Dunia," kata Robinson kepada BBC.
"Tidak ada foto di trofi Piala Dunia. Tidak peduli bagaimana Anda memenanginya. Ini soal apakah Anda menang atau tidak."
"Kita membicarakan detail-detail kecil di Piala Dunia."
"Terutama di fase-fase terakhir turnamen, pertandingan bisa ditentukan oleh gol-gol aneh, insiden tunggal, sebuah momen."