Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pesan Alessandro Nesta untuk Italia Jelang Final Playoff Piala Dunia 2026

Kompas.com, 28 Maret 2026, 14:43 WIB
Yudha Riefwan Najib

Penulis

KOMPAS.com - Legenda sepak bola dunia, Alessandro Nesta, memberikan analisis mendalam terkait peluang tim nasional Italia menembus putaran final Piala Dunia 2026.

Meski skuad Azzurri baru saja memetik kemenangan krusial atas Irlandia Utara di semifinal, Nesta memperingatkan bahwa ujian sesungguhnya baru akan dimulai di partai puncak kualifikasi.

Menurut Alessandro Nesta, kemenangan 2-0 di Bergamo yang diraih lewat gol Sandro Tonali dan Moise Kean tidak didapat dengan mudah.

Ia menilai ada beban mental yang sangat besar yang menghinggapi para pemain saat harus tampil di depan publik sendiri dalam laga penentuan playoff Piala Dunia 2026.

Nesta yang menyaksikan jalannya laga melalui Sky Sport Italia mengakui bahwa dirinya sempat merasa was-was melihat performa babak pertama.

Baca juga: Pemain Italia Picu Kontroversi Usai Rayakan Kemenangan Bosnia

Tim asuhan Gennaro Gattuso itu membutuhkan waktu hingga lebih dari 55 menit untuk membongkar pertahanan lawan yang sangat disiplin.

“Saya juga sempat khawatir di babak pertama,” ungkap Nesta dikutip dari Football Italia, Sabtu (28/3/2026).

Ia menilai bahwa status sebagai juara dunia empat kali sering kali menjadi pedang bermata dua bagi para pemain.

“Jika kualitas sebenarnya dari tim-tim tersebut muncul, maka persaingan di babak play-off akan sangat ketat, tetapi tekanan mengenakan seragam Italia berbeda dengan mewakili Irlandia Utara atau Bosnia,” tambahnya.

“Penampilan babak pertama dipengaruhi oleh ketegangan yang terlihat jelas yang dialami oleh tim Azzurri.”

Pembelaan untuk Alessandro Bastoni

Di tengah euforia kemenangan, Alessandro Nesta juga memberikan perhatian khusus kepada bek muda Alessandro Bastoni.

Baca juga: Capello Puji Italia Asuhan Gattuso: Curahkan Hati dan Jiwa di Lapangan

Bastoni belakangan menjadi sasaran kritik tajam karena pengakuannya melakukan simulasi yang berujung kartu merah untuk Pierre Kalulu.

Pelatih Monza asal Italia, Alessandro Nesta, memberi instruksi dalam pertandingan Serie A Italia 2024-2025 antara Monza vs Inter di Stadion Brianteo, Monza, pada 15 September 2024. (Photo by Gabriel BOUYS / AFP)AFP/GABRIEL BOUYS Pelatih Monza asal Italia, Alessandro Nesta, memberi instruksi dalam pertandingan Serie A Italia 2024-2025 antara Monza vs Inter di Stadion Brianteo, Monza, pada 15 September 2024. (Photo by Gabriel BOUYS / AFP)

Meski ada tekanan dari publik agar sang bek dicoret, Nesta justru memberikan dukungan moral yang jujur.

“I harus memberi selamat kepada Bastoni, karena mereka benar-benar mengkritiknya habis-habisan terkait simulasi itu, dan meskipun kemarin ia tidak dalam kondisi terbaiknya karena cedera, ia bermain dengan sangat baik,” puji Nesta.

Nesta bahkan tidak segan mengakui sisi kelam dalam karier hebatnya demi melindungi juniornya tersebut.

Halaman:


Terkini Lainnya
Putri KW Fokus Kurangi Kesalahan Sendiri Jelang Kejuaraan Asia 2026
Putri KW Fokus Kurangi Kesalahan Sendiri Jelang Kejuaraan Asia 2026
Badminton
Hector Souto Siapkan Program Uji Coba Timnas Futsal Indonesia ke Spanyol dan Brasil
Hector Souto Siapkan Program Uji Coba Timnas Futsal Indonesia ke Spanyol dan Brasil
Timnas Indonesia
Timnas Indonesia Mampu Tandingi Bulgaria, Kesan Positif John Herdman
Timnas Indonesia Mampu Tandingi Bulgaria, Kesan Positif John Herdman
Timnas Indonesia
Persiapan Minim, Hector Souto Tak Patok Target Tinggi di Piala AFF Futsal 2026
Persiapan Minim, Hector Souto Tak Patok Target Tinggi di Piala AFF Futsal 2026
Timnas Indonesia
Bekal dari Tur Eropa, Alwi Farhan Kian Matang Tatap Kejuaraan Asia
Bekal dari Tur Eropa, Alwi Farhan Kian Matang Tatap Kejuaraan Asia
Badminton
Justin Hubner dan Jennifer Coppen Prewedding Pakai Adat Jawa
Justin Hubner dan Jennifer Coppen Prewedding Pakai Adat Jawa
Timnas Indonesia
Barcelona Berpeluang Lepas Jules Kounde, 3 Raksasa Liga Inggris Mengantre
Barcelona Berpeluang Lepas Jules Kounde, 3 Raksasa Liga Inggris Mengantre
Liga Inggris
Menanti 40 Tahun, Irak Pastikan Tiket Terakhir ke Piala Dunia 2026
Menanti 40 Tahun, Irak Pastikan Tiket Terakhir ke Piala Dunia 2026
Liga Champions
Daftar Lengkap 48 Tim di Piala Dunia 2026: Irak Lolos, Curacao Ukir Sejarah
Daftar Lengkap 48 Tim di Piala Dunia 2026: Irak Lolos, Curacao Ukir Sejarah
Internasional
Italia Gagal ke Piala Dunia: Air Mata Gennaro Gattuso, Perih Buffon
Italia Gagal ke Piala Dunia: Air Mata Gennaro Gattuso, Perih Buffon
Internasional
Malaysia Gagal ke Piala Asia 2027, Peter Cklamovski Akui Keunggulan Vietnam
Malaysia Gagal ke Piala Asia 2027, Peter Cklamovski Akui Keunggulan Vietnam
Timnas Indonesia
Timnas Indonesia Era John Herdman: Menjanjikan, tapi Masih Banyak PR
Timnas Indonesia Era John Herdman: Menjanjikan, tapi Masih Banyak PR
Timnas Indonesia
Cerita Dony Tri Bela Timnas Indonesia di FIFA Series 2026, Dapat Petuah Verdonk
Cerita Dony Tri Bela Timnas Indonesia di FIFA Series 2026, Dapat Petuah Verdonk
Timnas Indonesia
Jadwal Babak 16 Besar Piala Gubernur DKI Jakarta, ASIOP Tancap Gas
Jadwal Babak 16 Besar Piala Gubernur DKI Jakarta, ASIOP Tancap Gas
Liga Indonesia
Skor Irak Vs Bolivia 2-1, Persib Punya Wakil di Piala Dunia 2026
Skor Irak Vs Bolivia 2-1, Persib Punya Wakil di Piala Dunia 2026
Internasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau