Penulis
KOMPAS.com - Legenda sepak bola dunia, Alessandro Nesta, memberikan analisis mendalam terkait peluang tim nasional Italia menembus putaran final Piala Dunia 2026.
Meski skuad Azzurri baru saja memetik kemenangan krusial atas Irlandia Utara di semifinal, Nesta memperingatkan bahwa ujian sesungguhnya baru akan dimulai di partai puncak kualifikasi.
Menurut Alessandro Nesta, kemenangan 2-0 di Bergamo yang diraih lewat gol Sandro Tonali dan Moise Kean tidak didapat dengan mudah.
Ia menilai ada beban mental yang sangat besar yang menghinggapi para pemain saat harus tampil di depan publik sendiri dalam laga penentuan playoff Piala Dunia 2026.
Nesta yang menyaksikan jalannya laga melalui Sky Sport Italia mengakui bahwa dirinya sempat merasa was-was melihat performa babak pertama.
Baca juga: Pemain Italia Picu Kontroversi Usai Rayakan Kemenangan Bosnia
Tim asuhan Gennaro Gattuso itu membutuhkan waktu hingga lebih dari 55 menit untuk membongkar pertahanan lawan yang sangat disiplin.
“Saya juga sempat khawatir di babak pertama,” ungkap Nesta dikutip dari Football Italia, Sabtu (28/3/2026).
Ia menilai bahwa status sebagai juara dunia empat kali sering kali menjadi pedang bermata dua bagi para pemain.
“Jika kualitas sebenarnya dari tim-tim tersebut muncul, maka persaingan di babak play-off akan sangat ketat, tetapi tekanan mengenakan seragam Italia berbeda dengan mewakili Irlandia Utara atau Bosnia,” tambahnya.
“Penampilan babak pertama dipengaruhi oleh ketegangan yang terlihat jelas yang dialami oleh tim Azzurri.”
Di tengah euforia kemenangan, Alessandro Nesta juga memberikan perhatian khusus kepada bek muda Alessandro Bastoni.
Baca juga: Capello Puji Italia Asuhan Gattuso: Curahkan Hati dan Jiwa di Lapangan
Bastoni belakangan menjadi sasaran kritik tajam karena pengakuannya melakukan simulasi yang berujung kartu merah untuk Pierre Kalulu.
Pelatih Monza asal Italia, Alessandro Nesta, memberi instruksi dalam pertandingan Serie A Italia 2024-2025 antara Monza vs Inter di Stadion Brianteo, Monza, pada 15 September 2024. (Photo by Gabriel BOUYS / AFP)Meski ada tekanan dari publik agar sang bek dicoret, Nesta justru memberikan dukungan moral yang jujur.
“I harus memberi selamat kepada Bastoni, karena mereka benar-benar mengkritiknya habis-habisan terkait simulasi itu, dan meskipun kemarin ia tidak dalam kondisi terbaiknya karena cedera, ia bermain dengan sangat baik,” puji Nesta.
Nesta bahkan tidak segan mengakui sisi kelam dalam karier hebatnya demi melindungi juniornya tersebut.