Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Eks MU Terancam Sanksi 6 Laga Usai Gunakan Ponsel di Liga Brasil

Kompas.com, 29 Maret 2026, 07:10 WIB
Firzie A. Idris

Penulis

KOMPAS.com – Penyerang Memphis Depay terancam hukuman larangan bermain hingga enam pertandingan setelah kedapatan menggunakan ponsel dalam laga Corinthians kontra Flamengo di kompetisi Liga Brasil.

Pengadilan Olahraga Brasil, melalui Superior Tribunal de Justiça Desportiva (STJD), telah mengajukan tuntutan tersebut atas dugaan pelanggaran disiplin oleh eks Manchester United tersebut.

Depay terlihat menggunakan perangkat elektronik saat pertandingan yang berakhir imbang tersebut, setelah ia ditarik keluar pada menit ke-22 akibat cedera.

Dalam dokumen tuntutan, jaksa menyebut tindakan penyerang berusia 32 tahun tersebut melanggar Pasal 258 dalam Kode Etik Olahraga Brasil, terkait perilaku yang bertentangan dengan disiplin dan etika olahraga.

Baca juga: Hasil Belanda Vs Norwegia 2-1: Tijjani Reijnders Tentukan Comeback De Oranje

Aturan yang mengacu pada regulasi International Football Association Board (IFAB) menyatakan bahwa penggunaan perangkat elektronik di area pertandingan hanya diperbolehkan bagi pihak tertentu seperti staf pelatih, analis, dan tim medis.

Jika terbukti bersalah, Depay tidak hanya berpotensi menerima larangan bermain, tetapi juga sanksi denda.

Alasan Depay dan Penilaian Jaksa

Dalam pernyataannya usai pertandingan, Depay menjelaskan bahwa ia menggunakan ponsel untuk menghubungi tim medis Timnas Belanda terkait kondisi cederanya.

Namun, dalam dokumen tersebut disebutkan bahwa alasan tersebut tidak menghapus kewajiban untuk mendapatkan izin resmi sebelum menggunakan perangkat elektronik di area pertandingan.

Jaksa juga menyoroti aspek “efek teladan”, dengan menyebut bahwa tindakan pemain dengan pengaruh besar berpotensi menormalisasi perilaku serupa di lapangan.

Baca juga: Media Belanda Puji Ketenangan Maarten Paes Meski Diteror Suporter Feyenoord

Kasus ini menunggu keputusan dari otoritas terkait di sepak bola Brasil.

Depay, yang sebelumnya pernah bermain untuk klub seperti PSV Eindhoven, Manchester United, dan Lyon, berpotensi absen dalam beberapa pertandingan Corinthians apabila sanksi tersebut dijatuhkan.

Memphis Depay bergabung dengan Man United pada Mei 2015 setelah menjadi top skor di Liga Belanda bersama PSV Eindhoven pada 2014-2015.

Namun, ia hanya bertahan dua musim dan mencetak hanya tujuh gol dari 53 laga di semua kompetisi sebelum dilepas ke Olympique Lyon di Liga Perancis pada bursa transfer Januari 2017.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Putri KW Fokus Kurangi Kesalahan Sendiri Jelang Kejuaraan Asia 2026
Putri KW Fokus Kurangi Kesalahan Sendiri Jelang Kejuaraan Asia 2026
Badminton
Hector Souto Siapkan Program Uji Coba Timnas Futsal Indonesia ke Spanyol dan Brasil
Hector Souto Siapkan Program Uji Coba Timnas Futsal Indonesia ke Spanyol dan Brasil
Timnas Indonesia
Timnas Indonesia Mampu Tandingi Bulgaria, Kesan Positif John Herdman
Timnas Indonesia Mampu Tandingi Bulgaria, Kesan Positif John Herdman
Timnas Indonesia
Persiapan Minim, Hector Souto Tak Patok Target Tinggi di Piala AFF Futsal 2026
Persiapan Minim, Hector Souto Tak Patok Target Tinggi di Piala AFF Futsal 2026
Timnas Indonesia
Bekal dari Tur Eropa, Alwi Farhan Kian Matang Tatap Kejuaraan Asia
Bekal dari Tur Eropa, Alwi Farhan Kian Matang Tatap Kejuaraan Asia
Badminton
Justin Hubner dan Jennifer Coppen Prewedding Pakai Adat Jawa
Justin Hubner dan Jennifer Coppen Prewedding Pakai Adat Jawa
Timnas Indonesia
Barcelona Berpeluang Lepas Jules Kounde, 3 Raksasa Liga Inggris Mengantre
Barcelona Berpeluang Lepas Jules Kounde, 3 Raksasa Liga Inggris Mengantre
Liga Inggris
Menanti 40 Tahun, Irak Pastikan Tiket Terakhir ke Piala Dunia 2026
Menanti 40 Tahun, Irak Pastikan Tiket Terakhir ke Piala Dunia 2026
Liga Champions
Daftar Lengkap 48 Tim di Piala Dunia 2026: Irak Lolos, Curacao Ukir Sejarah
Daftar Lengkap 48 Tim di Piala Dunia 2026: Irak Lolos, Curacao Ukir Sejarah
Internasional
Italia Gagal ke Piala Dunia: Air Mata Gennaro Gattuso, Perih Buffon
Italia Gagal ke Piala Dunia: Air Mata Gennaro Gattuso, Perih Buffon
Internasional
Malaysia Gagal ke Piala Asia 2027, Peter Cklamovski Akui Keunggulan Vietnam
Malaysia Gagal ke Piala Asia 2027, Peter Cklamovski Akui Keunggulan Vietnam
Timnas Indonesia
Timnas Indonesia Era John Herdman: Menjanjikan, tapi Masih Banyak PR
Timnas Indonesia Era John Herdman: Menjanjikan, tapi Masih Banyak PR
Timnas Indonesia
Cerita Dony Tri Bela Timnas Indonesia di FIFA Series 2026, Dapat Petuah Verdonk
Cerita Dony Tri Bela Timnas Indonesia di FIFA Series 2026, Dapat Petuah Verdonk
Timnas Indonesia
Jadwal Babak 16 Besar Piala Gubernur DKI Jakarta, ASIOP Tancap Gas
Jadwal Babak 16 Besar Piala Gubernur DKI Jakarta, ASIOP Tancap Gas
Liga Indonesia
Skor Irak Vs Bolivia 2-1, Persib Punya Wakil di Piala Dunia 2026
Skor Irak Vs Bolivia 2-1, Persib Punya Wakil di Piala Dunia 2026
Internasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau