Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Bung Kus: Super League Jadi Fondasi, Pemain Eropa Masih Beradaptasi

Kompas.com, 29 Maret 2026, 09:44 WIB
Suci Rahayu,
Firzie A. Idris

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Di balik kemenangan meyakinkan Timnas Indonesia atas St. Kitts and Nevis di FIFA Series 2026, muncul satu fakta menarik. Kontribusi besar datang dari pemain-pemain yang berkarier di kompetisi domestik, Super league 2025-2026.

Pengamat sepak bola nasional, Mohamad Kusnaeni, menilai keputusan John Herdman memberi kesempatan kepada pemain tersebut sebagai langkah yang tepat.

“Jadi kemarin dia memenuhi janjinya. Pemain lokal termasuk yang relatif masih muda seperti Dony Tri. Pemain-pemain ini bermain cukup baik," kata pengamat yang biasa disapa Bung Kus itu kepada Kompas.com.

Nama-nama seperti Beckham Putra, Rizky Ridho, dan Dony Tri Pamungkas tampil menonjol sepanjang laga yang telah berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat (27/3/2026) malam.

Baca juga: Dicoret dari Timnas Indonesia, Marc Klok Fokus Perkuat Persib

Beckham Putra menjadi bintang dengan mencetak dua gol, sementara Rizky Ridho tampil solid di lini belakang bersama Jay Idzes dan Elkan Baggott.

Di sisi lain, Dony Tri Pamungkas menunjukkan konsistensi di sektor kiri, bahkan mampu bermain penuh selama 90 menit.

Sehingga keunggulan utama pemain yang bermain di kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia itu adalah mereka tak perlu adaptasi terhadap iklim setempat.

“Jadi pemain-pemain Super League ini keuntungannya mereka adaptasinya lebih cepat karena tidak membutuhkan aklimatisasi," imbuhnya.

Pemain Eropa Masih Cari Ritme

Berbanding terbalik, beberapa pemain yang berkarier di Eropa justru belum menunjukkan performa terbaiknya. Seperti Ole Romeny, Calvin Verdonk dan Elkan Baggot dinilai masih membutuhkan waktu untuk beradaptasi.

Baca juga: Reaksi Erick Thohir soal Debut Manis John Herdman di Timnas Indonesia

Karena faktor perjalanan panjang dan waktu persiapan yang singkat menjadi penyebab utama.

“Hanya mempunyai waktu 1-2 hari untuk adaptasi yang belum sepenuhnya berjalan dengan baik. Meskipun mereka sudah beberapa kali main di Indonesia, bolak-balik tapi setiap perjalanan itu berbeda gitu lho," tutur Mohamad Kusnaeni.

Meski demikian, kontribusinya tetap terlihat, terutama dalam membangun serangan dan menjaga struktur permainan.

Kombinasi Ideal Masih Dicari

Kondisi ini menunjukkan bahwa John Herdman masih dalam tahap mencari komposisi terbaik antara pemain lokal dan diaspora.

Pelatih timnas Indonesia Jordi Amat berduel udara dengan pemain Saint Kitts and Nevis Yohannes Mitchum saat laga pertandingan FIFA Series 2026 antara Indonesia vs Saint Kitts and Nevis di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat (27/3/2026).KOMPAS.com/ANTONIUS ADITYA MAHENDRA Pelatih timnas Indonesia Jordi Amat berduel udara dengan pemain Saint Kitts and Nevis Yohannes Mitchum saat laga pertandingan FIFA Series 2026 antara Indonesia vs Saint Kitts and Nevis di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat (27/3/2026).

"Itu yang terlihat dari pertandingan kemarin, Verdonk ole, Elkan ya masih kelihatan butuh waktu untuk benar-benar bermain sesuai dengan kemampuannya," sambungnya.

Di satu sisi, pemain Super League memberikan stabilitas dan kesiapan fisik. Sementara itu pemain yang berkarir di luar negeri menawarkan kualitas teknik dan pengalaman internasional.

Halaman:
Baca tentang


Terkini Lainnya
Putri KW Fokus Kurangi Kesalahan Sendiri Jelang Kejuaraan Asia 2026
Putri KW Fokus Kurangi Kesalahan Sendiri Jelang Kejuaraan Asia 2026
Badminton
Hector Souto Siapkan Program Uji Coba Timnas Futsal Indonesia ke Spanyol dan Brasil
Hector Souto Siapkan Program Uji Coba Timnas Futsal Indonesia ke Spanyol dan Brasil
Timnas Indonesia
Timnas Indonesia Mampu Tandingi Bulgaria, Kesan Positif John Herdman
Timnas Indonesia Mampu Tandingi Bulgaria, Kesan Positif John Herdman
Timnas Indonesia
Persiapan Minim, Hector Souto Tak Patok Target Tinggi di Piala AFF Futsal 2026
Persiapan Minim, Hector Souto Tak Patok Target Tinggi di Piala AFF Futsal 2026
Timnas Indonesia
Bekal dari Tur Eropa, Alwi Farhan Kian Matang Tatap Kejuaraan Asia
Bekal dari Tur Eropa, Alwi Farhan Kian Matang Tatap Kejuaraan Asia
Badminton
Justin Hubner dan Jennifer Coppen Prewedding Pakai Adat Jawa
Justin Hubner dan Jennifer Coppen Prewedding Pakai Adat Jawa
Timnas Indonesia
Barcelona Berpeluang Lepas Jules Kounde, 3 Raksasa Liga Inggris Mengantre
Barcelona Berpeluang Lepas Jules Kounde, 3 Raksasa Liga Inggris Mengantre
Liga Inggris
Menanti 40 Tahun, Irak Pastikan Tiket Terakhir ke Piala Dunia 2026
Menanti 40 Tahun, Irak Pastikan Tiket Terakhir ke Piala Dunia 2026
Liga Champions
Daftar Lengkap 48 Tim di Piala Dunia 2026: Irak Lolos, Curacao Ukir Sejarah
Daftar Lengkap 48 Tim di Piala Dunia 2026: Irak Lolos, Curacao Ukir Sejarah
Internasional
Italia Gagal ke Piala Dunia: Air Mata Gennaro Gattuso, Perih Buffon
Italia Gagal ke Piala Dunia: Air Mata Gennaro Gattuso, Perih Buffon
Internasional
Malaysia Gagal ke Piala Asia 2027, Peter Cklamovski Akui Keunggulan Vietnam
Malaysia Gagal ke Piala Asia 2027, Peter Cklamovski Akui Keunggulan Vietnam
Timnas Indonesia
Timnas Indonesia Era John Herdman: Menjanjikan, tapi Masih Banyak PR
Timnas Indonesia Era John Herdman: Menjanjikan, tapi Masih Banyak PR
Timnas Indonesia
Cerita Dony Tri Bela Timnas Indonesia di FIFA Series 2026, Dapat Petuah Verdonk
Cerita Dony Tri Bela Timnas Indonesia di FIFA Series 2026, Dapat Petuah Verdonk
Timnas Indonesia
Jadwal Babak 16 Besar Piala Gubernur DKI Jakarta, ASIOP Tancap Gas
Jadwal Babak 16 Besar Piala Gubernur DKI Jakarta, ASIOP Tancap Gas
Liga Indonesia
Skor Irak Vs Bolivia 2-1, Persib Punya Wakil di Piala Dunia 2026
Skor Irak Vs Bolivia 2-1, Persib Punya Wakil di Piala Dunia 2026
Internasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau