KOMPAS.com - Di balik kemenangan meyakinkan Timnas Indonesia atas St. Kitts and Nevis di FIFA Series 2026, muncul satu fakta menarik. Kontribusi besar datang dari pemain-pemain yang berkarier di kompetisi domestik, Super league 2025-2026.
Pengamat sepak bola nasional, Mohamad Kusnaeni, menilai keputusan John Herdman memberi kesempatan kepada pemain tersebut sebagai langkah yang tepat.
“Jadi kemarin dia memenuhi janjinya. Pemain lokal termasuk yang relatif masih muda seperti Dony Tri. Pemain-pemain ini bermain cukup baik," kata pengamat yang biasa disapa Bung Kus itu kepada Kompas.com.
Nama-nama seperti Beckham Putra, Rizky Ridho, dan Dony Tri Pamungkas tampil menonjol sepanjang laga yang telah berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat (27/3/2026) malam.
Baca juga: Dicoret dari Timnas Indonesia, Marc Klok Fokus Perkuat Persib
Beckham Putra menjadi bintang dengan mencetak dua gol, sementara Rizky Ridho tampil solid di lini belakang bersama Jay Idzes dan Elkan Baggott.
Di sisi lain, Dony Tri Pamungkas menunjukkan konsistensi di sektor kiri, bahkan mampu bermain penuh selama 90 menit.
Sehingga keunggulan utama pemain yang bermain di kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia itu adalah mereka tak perlu adaptasi terhadap iklim setempat.
“Jadi pemain-pemain Super League ini keuntungannya mereka adaptasinya lebih cepat karena tidak membutuhkan aklimatisasi," imbuhnya.
Berbanding terbalik, beberapa pemain yang berkarier di Eropa justru belum menunjukkan performa terbaiknya. Seperti Ole Romeny, Calvin Verdonk dan Elkan Baggot dinilai masih membutuhkan waktu untuk beradaptasi.
Baca juga: Reaksi Erick Thohir soal Debut Manis John Herdman di Timnas Indonesia
Karena faktor perjalanan panjang dan waktu persiapan yang singkat menjadi penyebab utama.
“Hanya mempunyai waktu 1-2 hari untuk adaptasi yang belum sepenuhnya berjalan dengan baik. Meskipun mereka sudah beberapa kali main di Indonesia, bolak-balik tapi setiap perjalanan itu berbeda gitu lho," tutur Mohamad Kusnaeni.
Meski demikian, kontribusinya tetap terlihat, terutama dalam membangun serangan dan menjaga struktur permainan.
Kondisi ini menunjukkan bahwa John Herdman masih dalam tahap mencari komposisi terbaik antara pemain lokal dan diaspora.
Pelatih timnas Indonesia Jordi Amat berduel udara dengan pemain Saint Kitts and Nevis Yohannes Mitchum saat laga pertandingan FIFA Series 2026 antara Indonesia vs Saint Kitts and Nevis di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat (27/3/2026)."Itu yang terlihat dari pertandingan kemarin, Verdonk ole, Elkan ya masih kelihatan butuh waktu untuk benar-benar bermain sesuai dengan kemampuannya," sambungnya.
Di satu sisi, pemain Super League memberikan stabilitas dan kesiapan fisik. Sementara itu pemain yang berkarir di luar negeri menawarkan kualitas teknik dan pengalaman internasional.