Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

19 Penyandang Disabilitas Lolos Tes Unibraw

Kompas.com, 25 Juli 2014, 05:43 WIB
Hindra Liauw

Editor

MALANG, KOMPAS.com — Sebanyak 19 penyandang disabilitas dinyatakan lolos dan diterima sebagai mahasiswa baru Universitas Brawijaya (UB) Malang, Jawa Timur, setelah menjalani serangkaian tes seleksi khusus penyandang disabilitas (SKPD) selama tiga hari, 17-19 Juli 2014.

"Sebanyak 19 disabilitas yang lolos itu, 12 peserta untuk jenjang D-3 dan tujuh orang lainnya untuk jenjang S-1. Mereka dinyatakan memenuhi standar nilai yang ditetapkan panitia seleksi UB," ujar Sekretaris Pusat Studi Layanan Disabilitas (PSLD) Universitas Brawijaya Malang, Slamet Tohari, Jumat (25/7/2014) di Malang.

Standar penilaian yang ditetapkan tersebut adalah nilai total dari seluruh materi ujian yang yang diujikan, yakni ujian tulis, ujian praktik belajar (simulasi kuliah) di dalam kelas, dan wawancara. Seleksi ini berdasarkan hasil akumulasi nilai secara keseluruhan (total).

Para peserta yang lolos seleksi mengambil berbagai jurusan, termasuk Farmasi, Psikologi, Agroteknologi, dan Teknik Informatika. Untuk jenjang vokasi atau D-3, para peserta yang lolos seleksi kebanyakan mengambil jurusan Sosial Hukum, yakni Usaha Perjalanan Wisata dan Kesekretariatan.

Slamet mengatakan, hak dan kewajiban para mahasiswa disabilitas juga sama dengan mahasiswa yang kuliah di UB. Mereka juga berkesempatan mendapatkan beasiswa, termasuk menjadi mahasiswa bidikmisi.

"Tahun ini ada empat peserta yang dalam proses pengajuan mendapatkan beasiswa bidikmisi sehingga di UB tidak ada diskriminasi ataupun pengecualian karena hak-hak mahasiswa disabilitas ini juga sama dengan mahasiswa reguler lainnya," ujarnya.

Dua tahun sebelumnya (2012 dan 2013), jumlah mahasiswa disabilitas yang diterima di UB adalah 20 orang. Selama mengikuti tes hingga awal perkuliahan, mereka didampingi oleh relawan yang difasilitasi UB.

Untuk memberikan kesempatan bagi para disabilitas tersebut menikmati bangku kuliah, UB membangun sejumlah fasilitas khusus yang bisa mempermudah mereka, seperti jalan khusus bagi pengguna kursi roda dan menambah lift di sejumlah gedung.

"Kami upayakan agar perkuliahan yang diikuti mahasiswa disabilitas dilaksanakan di lantai dasar supaya mereka lebih mudah menjangkau kelas. Akan tetapi, kalau memang terpaksa di lantai atas, tidak masalah karena sudah ada fasilitasnya," kata Slamet.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau