Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Psikolog Cikal: Deteksi Anak Berkebutuhan Khusus Sebelum Usia 2 Tahun

Kompas.com, 1 Juni 2021, 20:18 WIB
Ayunda Pininta Kasih

Penulis

KOMPAS.com - Setiap anak memiliki potensi berbeda-beda, termasuk anak-anak berkebutuhan khusus.

Anak dengan keterbatasan fisik, psikis atau kemampuan otak yang berbeda, sejatinya memiliki potensi asalkan cara mengasahnya dilakukan dengan tepat.

Itulah mengapa, mendeteksi kemungkinan Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) harus dilakukan orangtua sesegera mungkin, bahkan sejak dua tahun pertama kehidupan, agar anak bisa mendapatkan terapi yang tepat.

Pasalnya, anak ABK tetap memerlukan penanganan untuk mengoptimalkan tumbuh kembangnya.

Baca juga: Cara Tanamkan Nilai-nilai Pancasila pada Anak di Kehidupan Sehari-hari

Hanya saja, proses deteksi dini anak dengan kebutuhan khusus bagi masyarakat Indonesia saat ini masih tergolong awam. Masih banyak orang tua yang belum peka terhadap deteksi dini anak dengan kebutuhan khusus.

Demi meningkatkan kesadaran orang tua dalam proses pendeteksian dini untuk anak dengan kebutuhan khusus, Sekolah Cikal berkolaborasi dengan RSIA Bunda Jakarta menggelar Webinar Cikal Bincang-Bincang bertemakan “Mendeteksi Anak Berkebutuhan Khusus Sejak Dini."

Psikolog sekaligus Tim Program Akademik Pendidikan Inklusi Cikal Vitriani Sumarlis mengatakan, proses pendeteksian dini untuk anak dengan kebutuhan khusus itu alangkah baiknya dilakukan sesegera mungkin.

“Dalam proses pendampingan tumbuh kembang anak, proses pendeteksian dini untuk anak dengan kebutuhan khusus itu alangkah baiknya dilakukan sesegera mungkin artinya semakin segera semakin baik (The sooner the better)," paparnya dalam Webinar Cikal dan RSIA Bunda Jakarta bertema “Mendeteksi Anak Berkebutuhan Khusus Sejak Dini", beberapa waktu lalu.

Baca juga: Belajar dari Orangtua Jepang Cara Menanamkan Disiplin pada Anak

Bagi Vitriani, proses deteksi diri anak dengan kebutuhan khusus di usia dini dapat dilihat dari beberapa tanda. Salah satunya memiliki riwayat keterlambatan pada satu atau lebih area perkembangan mereka, baik area perkembangan motorik (kasar dan atau halus), wicara dan bahasa, dan sosial emosi.

“Orang tua perlu mengamati tanda-tanda perkembangan (milestone) yang diharapkan pada 2 tahun pertama perkembangan anak, untuk ketiga area perkembangan (motorik, wicara dan bahasa), serta sosial emosi, ”ucap Vitriani.

Ia pun menjelaskan bahwa pada beberapa anak juga ada yang memiliki faktor risiko, seperti kelahiran prematur, atau riwayat kebutuhan khusus dalam keluarga.

Deteksi dini ABK dimulai sebelum usia 1 tahun

Orang tua, kata Vitriani, perlu mengamati fungsi adaptif anak sesuai usianya, seperti fungsi adaptif anak untuk melakukan tugas-tugas yang diharapkan pada usianya secara mandiri (bina diri), melakukan fungsi sosial (berinteraksi & bermain), atau fungsi belajar (bila anak sudah mulai bersekolah) sehingga deteksi dini alangkah baiknya sesegar mungkin dilakukan.

Baca juga: Mengenal Nunchi, Rahasia Hidup Bahagia dan Sukses dari Korea

Hal tersebut juga disampaikan pada kesempatan yang sama oleh Dokter Spesialis Anak Konsultan Tumbuh Kembang, Rini Sekartini.

Ia menjelaskan bahwa orang tua memiliki peran yang paling penting dalam proses deteksi dini ABK.

“Dalam proses deteksi dini, masih banyak anak yang datang dengan keterlambatan. Jadi, program deteksi dini belum optimal. Deteksi dini sangat penting, karena ini peran orang tua mengingat 24 jam x 7 yang paling banyak orang tua di rumah,” ucap Rini.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau