Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

3 Tahap Tumbuhkan Rasa Percaya Diri Anak Berkebutuhan Khusus

Kompas.com, 18 Januari 2022, 17:08 WIB
Ayunda Pininta Kasih

Penulis

KOMPAS.com - Anak berkebutuhan khusus dapat tumbuh menjadi pribadi yang mandiri dalam melakukan aktivitas serta interaksi dengan teman maupun lingkungan.

Hanya saja, orangtua perlu memahami bahwa menumbuhkan rasa percaya diri anak berkebutuhan khusus membutuhkan waktu, kesabaran dan tahapan aksi yang tepat agar anak dapat mandiri dan melakukan aktivitas serta interaksi dengan teman sebaya, atau lingkungan sekitar.

Sebagai pendidik bagi anak berkebutuhan khusus di Pendidikan Inklusi Cikal, Cicilia Dewi Puspita Sari menyatakan bahwa terdapat 3 tahapan yang harus dilakukan oleh orangtua dalam keseharian agar anak berkebutuhan khusus memiliki rasa percaya diri untuk melakukan aktivitas dan berinteraksi.

Baca juga: Psikolog: Cara Merancang Program Belajar Anak Berkebutuhan Khusus

1. Memberikan kepercayaan

Tahap ini merupakan langkah pertama menumbuhkan kepercayaan diri kepada anak berkebutuhan khusus. Dengan cara memberikan kesempatan-kesempatan dalam mencoba hal-hal baru seperti memilih baju yang akan dikenakan, menghitung dengan benda yang disukai, dan aktivitas lain sesuai dengan minat anak.

“Orang tua berperan penting dalam melatih kemandirian serta membangun kepercayaan diri anak, karena orang tua merupakan pendidik pertama anak. Hal yang perlu diperhatikan adalah kemauan serta konsistensi orang tua untuk memberikan kepercayaan pada anak untuk dapat mandiri mengerjakan hal-hal kecil dan dasar di rumah,” tuturnya dalam keterangan tertulis, Selasa (18/1/2022).

Tahap pertama ini menurutnya akan berguna untuk melatih kemandirian murid sejak dini, sehingga kemandiriannya dan kepercayaan dirinya dapat terus berkembang hingga optimal.

Baca juga: Belajar dari Orangtua Jepang Cara Menanamkan Disiplin pada Anak

2. Memberikan reinforcement atau penguatan

Dalam tahap kedua ini, penguatan berupa apresiasi atas keberhasilannya dalam menyelesaikan suatu tugas secara mandiri merupakan langkah yang tepat untuk menumbuhkan dan meningkatkan kepercayaan diri anak berkebutuhan khusus.

“Membangun kepercayaan diri pada anak dalam proses kemandirian bisa dilakukan dengan memberikan reinforcement atau penguatan atas keberhasilannya dalam menyelesaikan suatu tugas secara mandiri oleh orang tua,” ucapnya.

3. Mendorong anak melanjutkan aksi baik

Dalam pemberian motivasi untuk melanjutkan aksi baik, kemauan serta konsistensi orangtua memberikan kepercayaan pada anak dalam mengerjakan hal-hal kecil dan dasar di rumah dapat dilanjutkan.

“Pemberian motivasi untuk melanjutkan aksi baik oleh orang tua tentunya akan berguna untuk melatih kepercayaan dirinya dapat terus berkembang hingga optimal dalam kesehariannya,” tutup Cicilia.

Baca juga: Orangtua, Ini Dampak Bila Sering Memarahi Anak Saat Belajar

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau