Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

4 Cara Memilih Sekolah yang Tepat untuk Anak Autis

Kompas.com, 29 Januari 2023, 14:58 WIB
Mahar Prastiwi,
Albertus Adit

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Anak-anak autis termasuk anak dengan disabilitas mental. Meski secara fisik terlihat normal, namun anak autis biasanya mengalami hambatan dalam berkomunikasi hingga berinteraksi sosial.

Orangtua yang memiliki anak dengan autisme juga perlu memperhatikan pendidikan yang tepat untuk buah hatinya.

Karena memiliki karakter berbeda, anak autis membutuhkan pendekatan dan metode belajar berbeda.

Melansir dari laman sekolah inklusi di Jakarta, Cherish Academy, Minggu (29/1/2023) menyampaikan informasi mengenai hal-hal yang perlu diperhatikan dalam memilih sekolah yang tepat bagi anak autis.

Baca juga: Alasan Mengapa Aturan Masuk SD Negeri Minimal Usia 7 Tahun

Sebelum tahu cara memilih sekolah yang tepat, orangtua perlu mengetahui terlebih dahulu karakteristik anak-anak autis.

Pemahaman karakteristik anak ini sangat berkaitan dengan proses belajarnya nanti. Karakteristik tersebut di antaranya adalah:

  • Senang melakukan suatu hal secara berulang-ulang, misalnya menepukkan kedua telapak tangan (flapping), mengayunkan tangan, atau memutar badan.
  • Memiliki sensori terhadap kondisi tak lazim, misalnya pada hal yang berkaitan dengan penciuman dan perabaan, atau benda yang berputar.
  • Mengalami hambatan dalam berkomunikasi, berinteraksi sosial, dan logika berpikir.
  • Sulit beradaptasi atau bahkan menolak suatu perubahan.
  • Mengalami gangguan perilaku, misalnya marah tanpa alasan atau melakukan aktivitas yang membahayakan dirinya sendiri.

Menentukan sekolah terbaik untuk anak autis

Seperti diketahui bersama, anak-anak spesial bisa bersekolah di sekolah inklusi (sekolah umum yang juga menerima anak berkebutuhan khusus), sekolah luar biasa (SLB), atau home schooling.

Baca juga: Kenali Perbedaan Sekolah Luar Biasa dan Sekolah Inklusi

Untuk menentukan sekolah mana yang terbaik bagi anak autis, orangtua perlu memperhatikan beberapa hal berikut ini:

1. Lingkungan sekolah harus ramah ABK

Salah satu poin penting yang wajib diperhatikan orangtua dalam memilih sekolah untuk anak autis adalah sekolah harus ramah anak berkebutuhan khusus. Jika tidak, anak akan berisiko mengalami tindakan bullying atau disisihkan dari pergaulan.

2. Sesuaikan dengan kondisi anak

Ada tiga hal pokok yang perlu dinilai dari seorang anak penyandang autis, yaitu hambatan sosialisasi, hambatan komunikasi, dan gangguan perilaku. Hambatan yang dialami juga berbeda, ada yang ringan hingga berat.

Para pakar menyarankan bagi anak yang tingkat autismenya ringan dan memiliki kemampuan kognitif cukup baik bisa bersekolah di sekolah inklusi.

Sedangkan mereka yang kondisinya berat dan kemampuan kognitifnya kurang sebaiknya bersekolah di SLB ataupun home schooling.

Baca juga: Besaran Biaya Kuliah ITS Jalur SNBP dan SNBT 2023, Mulai Rp 500.000

3. Lakukan terapi lebih dahulu

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau